Rabu, 24 Mei 2017

BILA BANDING, AHOK SENDIRI YANG AKAN RUGI



Sikap Ahok untuk menerima putusan hakim dan mencabut usul bandingnya, segala sesuatunya dipastikan telah melalui pertimbangan hukum bersama orang yang dipercayainya dan kesimpulan akhir adalah menerima keputusan hakim yang ternilai ringan, karena dalam kasus kasus yang keslahannya lebih ringan tetapi hukumannya lebih berat, semisal Arswendo Atmowiloto. yang menylenggarakan angket sehingga hasilnya Nabi Muhammad rangkingnya di bawah sejumlah orang warganegara Indonesia, padahal Nama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul disebut oleh oleh jutaan masyarakat di Indonesia dalam sholat, sementara tokoh yang lain yang menurut hasil angket lebih tinggi jarang disebut namanya oleh warga. lalu dimana letak lebih populernya. Lalu Arswendo diganjar empat tahun untuk hasil angket yang amatiran itu. Kesalahan Arswendo adalah mempubl;ikasikan hasil angket ecek ecek.

Tetapi nampaknya walaupun Ahok telah menyadari kekeliruannya, namun kejaksaan dan juga teman Ahok masih kekeh pada keinginannya, keduanya sulit diterima nalar. Teman Ahok kekeh menuntit pembebasan Ahok dari segala jerat hukum melalui kesepakatan karena prestasi Ahok luar biasa dalam pembangunan, sementara Kejaksaan lupa posisi diri,  dan telah kehilangan arah, apakah mereka  juga akan menuntut pembebasan Ahok. Bila pihak kejaksaan kekeh akan mengajukan banding, selain ini mungkin baru kali pertama terjadi, dan nanti kita akan liat apa  akan hasilnya, jangan jangan justeru akan lebih berat.

Mungkin merupakan salah satu pertimbangan Ahok untuk menerima putusan Hakim adalah tentang pekrembangan teman Ahok. Bisa jadi justeru Ahok menghawatirkan teman Ahok yang belakangan nampak berkembang demikian jauh dan nyatis kehilangan konteks, seolah panggung telah dikuasai oleh pihak lain, dan baju kotak kotak telah banyak wajah baru. Bagaimana mungkin  panggung teman Ahok sudah mulai mengeritik dan melecehkan Jokowi. Ahok bukan lagi issue sentral, kini hukum, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI dijadikan issu perjuangan mereka. Bukan lagi Ahok, tetapi keindonesiaan yang dijadikan dalih untuk nerempet, sana sini.

Sejauh mereka tidak anrkis, dan Polisi memiliki kemampuan bertindak adil dan tidak melindungi serta mengistimewakan teman teman Ahok dengan berbagai toleransi yang belum lazim. kita akan katakan silakan sajak teman Ahok akan menuntut apalagi, tau bersinerjilah dengan Kejaksaan yang kini mulai berubah haluan bukan lagi penuntut umum, tetapi mulai jadi pembela Ahok, Silakan saja kita juga ingin menyaksikan dagelan ini akan beraksi, kita ingin melihat endingnya, sebuah dagelan.

Tidak ada komentar: