Minggu, 14 November 2010

AKSARA LAMPUNG


Budaya Lampung terhitung lengkap karena empat factor yang dimilikinya, yaitu ada wilayah (geografi), ada filsafat, yaitu piil pesenggiri dan ada bahasa, yaitu bahasa Lampung dan ada aksara Lampung, yang juga disebut Had Lampung, juga disebut surat Lampung, yang juga dikenal dengan surat kagangan. Ka – ga – nga adalah tiga huruf awal dari aksara Lampung.
Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam Huruf Arab dengan menggunakan tanda tanda fathah di baris atas dan tanda tanda kasrah di baris bawah tapi tidak menggunakan tanda dammah di baris depan melainkan menggunakan tanda di belakang, masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.
Artinya Had Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan aksara Rencong, Aksara Rejang Bengkulu, aksara Sunda, dan aksara Lontara. Had Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan Huruf Induk berjumlah 20 buah.
Aksara lampung telah mengalami perkembangan atau perubahan. Sebelumnya Had Lampung kuno jauh lebih kompleks. Sehingga dilakukan penyempurnaan sampai yang dikenal sekarang. Huruf atau Had Lampung yang diajarkan di sekolah sekarang adalah hasil dari penyempurnaan tersebut.
1 . Huruf Induk
Aksara Lampung disebut dengan istilah kaganga, ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan (pada Tabel 1 dibaca dari atas ke bawah). Huruf induk berjumlah 20 buah. Bentuk, nama, dan urutan huruf induk dikemukakan pada Tabel 1 dibawah ini.
Berikut adalah kelabai sughat bahasa lampung :



2. Anak Huruf
Anak huruf Kaganga ada 12 buah:
Nama masing-masing anak huruf itu adalah sebagai berikut:


a. Anak huruf yang terletak diatas huruf
1. ulan
2. bicek
3. tekelubang : ang
4. rejenjung : ar
5. datas : an
b. Anak huruf yang terletak dibawah huruf
1. bitan : dan
2. tekelungau : au
c. Anak huruf yang terletak di kanan huruf
1. tekelingai : ai
2. keleniah : ah
3. nengen : tanda huruf mati

3. Muatan Lokal.
Setelah membakukan Aksara Kaganga sebagai aksara Lampung, dadrah Lampung lalu menetapkan pelajaran bahasa Lampung sebagai pelajaran muatan lokal, yang diberikan kepada siswa SD, hasilnya kini sudah dirasakan, yaitu kemampuan para pelajar membaca dan menulis dengan menggunakan aksara Lampung.

Memang kekurangan dan bahkan kritik masih didapatkan diberbagai segi, dan dirasakan bahwa muatan lokal yang diwajibkan itu masih perlu diperbaiki lagi, agar kontennya sesuai dengan usia perkembangan anak, serta mission dunia pendidikan itu sendiri. Seyogyanya, selain mengajarkan aksara juga dalam waktu bersamaan juga mengajarkan nilai nuilai dai budaya Lampung itu sendiri, melalui sejarahnya ataupun geografisnya, sehingga mata pelajaran ini tidak kering.

Simpul Akhir.

Seyogyanya sebagai komunitas yang memiliki aksara, dan masyarakatnya melakukan aktivitas baca tulis dengan menggunakan aksara tersebut, maka di lampung akan terdapat banyak naskah naskah kuno yang merupakan hasil dari pemikiran serta berbagai catatan yang mereka butuhkan pada masa itu.

Sayang sekali naskah kuno yang ditulis dengan menggunakan aksara Lampung justeru sulit untuk didapatkan, hatta di daerah Lampung sekalipun. Naskah naskah itu justeru banyak yang telah dijual, dan berpindah tangan, sudah menjadi miliki para kolektor, yang senang menyimpan benda benda kuno.

Namun walaupun demikian ini sudah cukup membuktikan bahwa Lampung sebenarnya dahulu telah memiliki budaya yang cukup maju, yaitu mengenal dan beraktivitas baca tulis, dan ini semua melambangkan budaya Lampung pada saat iru sudah maju.

10 komentar:

Anonim mengatakan...

anwar ridwanAF :aksara Lampung biasa disebut had lampung dipengaruhi oleh dua unsur yaitu huruf Arab dan Pallawa, dimana had lampung terdiri dari huruf induk,an, juga terdapat lambing, angka dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan Huruf Induk berjumlah 20 buah. aksara Lampung yang biasa sekarang digunakan sudah mengalami perkembangan.
namun sayang naskah kuno yang ditulis dengan menggunakan aksara Lampung justru sulit untuk didapatkan di daerah Lampung. Naskah naskah itu justru banyak yang telah dijual, dan berpindah tangan, sudah menjadi miliki para kolektoryang senang menyimpan benda benda kuno.

Anonim mengatakan...

Anwar ridwanAF: asal kita mau menjaga dan menggali kembali kebudayaan Lampung insyaAllah tidak akan punah kebudayaan ini

Anonim mengatakan...

junaidi derman AF:aksara lampung atau dikenal dengan sebutan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan.yang mana di dalam aksara lampung/had lampung mempunyai keriteria-keriteria dalam huruf-huruf indukan yang man terdapat lambing,serta angka dan tanda baca di di dalam huruf aksara.
di samping itu pula pada dasarnya aksara lampung sudah ada pada zaman dahulu dan lampung pada waktu itu sudah mengenal baca dan tulis"
karna dokumentasi yang sangat-sangat tidak bisa di jaga,
sampai sekarng naskah-naskah kuno yang ada di lampung sangat sulit untuk di temukan.bahkan nyaris tidak dapat di temukan.Namun walaupun demikian ini sudah cukup membuktikan bahwa Lampung sebenarnya dahulu telah memiliki budaya yang cukup maju,,,,
dan sampai sekarang masih bisa kita rasakan....

Anonim mengatakan...

gholib ridho AF, lampung merupakan salat satu yang masih terdapat peninggalan naskah-naskah kuno. hal ini menunjukan terdapat kebudayaan yang memiliki makna filosofi mendalam. selain dipengaruhi bahsa tertua didunia yakni, bahasa Arab dan bahsa Pallawa sehingga tak dapat dilepaskan dari perkembangannya. akan tetapi naskah tersebut telah banyak berpindah tangan, hanya sebagian saja dapat diselamatkan. hal ini perlu mendapat penangan yang serius dari pihak pemerintah setempat selain agar tidak berpindah akibat penjualan juga sebagai bukti otentik adanya peninggalan budaya berupa naskah-naskha kuno.

Anonim mengatakan...

Aksara/Had Lampung,pada masyarakat Lampung sebagai komunitas yang memiliki aksara masyarakatnya melakukan aktivitas baca tulis dengan menggunakan aksara.sebenarnya telah mimilki sanggar seni Budaya Lampung tetapi kurang berminat dan sosialisasi terhadap anak didik hanya sebatas formal bukan suatu bentuk media menuangkan kreatifitas.tidak sulit untuk menemukan sanggar seni,asal ada kemaun tuk kemajuan seni budaya.seperti tapis yang ada ornamen had Lampung,bangunan-bangunan yang mulai di terapkan pada pembangunan sekarang by merta af

Anonim mengatakan...

GESIT YUDHA AF
Bahasa dan Aksara Lampung terancam punah apabila lambat laun masyarakatnya tidak lagi terbiasa menggunakan dalam kehidupan sehari.Untuk itu pendidikan formal perlu menggalakkan muatan lokal bahsa dan aksara lampung selalu terpelihara.
EFFENDI SANUSI,DOSEN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNILA,mengusulkan sejumlah cara untuk mencegah hal ini ,"salah satu yang terpenting peranan pendidikan muatan lokal di sekolah
"Jika ini (bahasa dan aksara )lenyap,generasi yang bertanggung jawab atas musibah ini adalah generasi sekarang jangan sampai aksara Daerah mati tidak terurusi."usulan penyelamatan bhasa dan aksara daerah Lampung ini yang di sampaikannya kepada Pemerintah Daerah antara lain Pemuatan peraturan Daerah tentang penulisan nama-nama jalan fasilitas umum dan kantor Pemerintahan dengan Dwiaksara,serta membuka laman(situs web)yang terkait dengan aksaraDaerah.Sperti di Jawa sudut jalan kota di hiasi dengan huruf jawi.
"Jalur Formal lewat pendidikan di sekolah bisa menjadi langka efektif bahsa Daerah dan Aksara mesti terus di perkenalakan di sekolah sehingga akhirnya bisa di fungsikan dalam kehidupan sehari-hari.
Aksara Lampung menurut Filolog dari UI ,TITIEK PUDJIASTUTI
di kenal pula dengan KAGANGA.
Ia mencatat setidaknya ada 6 bentuk khat (aksara) Lampung yang ragamnya di pengaruhi perubahan kebudayaan termasuk datangnya agama.
Terancam Punah
Penggunaan aksara maupun bahasa Lampung memang sedemikian jarang.penuturnya terus berkurang bukan tidak mungkin kebudayaan itu bisa punag suatw hari jika tidak ada lagi pelestarian.ini misalnya terjadi pada aksara kerinci dari Jambi yang kini di perkirakan sudah punah

anwar ridwan af mengatakan...

Aksara Lampung merupakan bagian dari kebudayaan lampung, aksara ini biasa juga disebut had Lampung atau Aksara kaganga. aksara Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu aksara Pallawa dan huruf Arab oleh karena itu pola penulisannya mirip dengan dua aksara tersebut. huruf induk aksara lampung kalau kita lihat ada kemiripan dengan aksara pallawa karena memang aksara lampung merupakan turunan aksara Pallawa. dan unsur arab terlihat pada tanda-tanda yang diberikan di atas, di bawah mirip seperti harakat pada huruf arab, dan tanda-tanda ini adalah anak huruf yang memiliki fingsi tertentu dalam merubah bunyi dari huruf induk.

Namun disayangkan Naskah-naskah kuno Lampung yang bertuliskan aksara lampung sangat sulit diemukan didaerah Lampung, alih-alih malah kebanyakan dijadikan simpanan para kolektor asing yang hobi mengoleksi benda-benda kuno bersejarah.

gholibridho mengatakan...

kebudayaan lampung merupakan salah satu bentuk kenyataan yang otentik dimana didukung dengan faktor-faktor yakni wilayah(geografis), adanya filsafat(makna yang mendalam tentang peradapannya), adanya bahasa, dan aksara.



penulisan aksara ini tidak terlepas dari p0engaruh aksara pallawa dari india selatan, yang juga merupakan turunan dari aksara brahmi. bentuk penulisan ini tak terlepas juga dipengaruhi oleh penulisan arab yakni fathah untuk tanda depan, kasrah untuk tanda belakang akan tetapi tidak menggunakan dhommah.

dalam perkembangnya aksara lampung mengalami perubahan, yakni dimana diupayakan mengalami penyempurnaan, dalam poengajaran disekolah-sekolah ini hasil dari penyempurnaan itu

aksara lampung juga merupaqkan kebudayaan lokal seperti aksara nusantara. yang dimana lambat laun mengalami kepunahan. sehingga pejabat-pejabat yaqng terpanggi merrasa perlu melestarikan dan melindungi sehingga tak hilang ditelan zaman

anwar ridwan af mengatakan...

aksara lampung

Anonim mengatakan...

aksara lampung..