Jumat, 30 Juni 2017

Gencar Menyudutkan Ummat Islam, Kontraproduktif.



Setidaknya pada Era Rejim Soeharto masih segar dalam ingatan kita betapa ummat Islam dibentur benturkan dengan Kekuasaan ABRI, cara seperti itu juga dilakukan di era Presiden Jokowi sekarang, ummat Islam dibenturkan dengan Kepolisian. Presiden Soeharto dahulu merapat ke ummat Islam mungkin beliau memiliki jiwa keagamaan dan meningkat takwanya seiring usia atau mungkin dalam waktu bersamaan ihak ABRI mulai menjaga jarak. Lalu akan berubahkah nantinya Politik Presiden Jokowi membenturkan ummat Islam dengan Kepolisian sejalan dengan usia yang menua ataukah dalam waktu bersamaan antara Jokowi dengan Kepolisian berbeda kecenderungan politiknya entahlah. Yang kita harapkan adalah kita semua akan semakin cerdas menyelesaikan semua persoalan kebangsaan ini.

Nampaknya itulah perjalanan politik bangsa ini, yang barangkali sesungguhnya masing masing pihak akan mencari posisi aman. Tetapi sementara ini upaya mencari posisi aman itu adalah dengan cara merusak dan melemahkan yang lain. Dan nampaknya hal yang paling perlu dilemahkan itu adalah kelompok Islam. Berdasarkan sejarah bahwa kelompok Islam ini adalah kelompok yang paling gigi dalam mempertahankan NKRI dari ancaman asing. Lalu haruskah kita menakuti Islam yang telah teruji semangat Keindonesiaanya  dalam perjalanan sejarah Kemerdekaan Indonesia sendiri. Agar memiliki pemahaman yang memadai tentang siapa dan karakter bangsa Indonesia, maka sejarah Indonesia adalah sesuatu yang tak boleh dilupakan.

Tidak kurang dari Presiden Jokowi menyerukan kepada semua agar menyudahi perselisihan paham selama ini karena manakala perselisihan paham itu dipelihara, maka kita semua akan disibukkan dengan hal hal yang sesungguhnya tidak bermanfaat. Tetapi dilain pihak mengapa justeru pihak Pemerintahpun nampaknya belum menemukan jalan bagaomana cara menyudahi perselisihan paham, yang nampaknya akhir akhir ini perselisihan paham itu adalah antara ummat Islam dan pemerinthah.

Nampaknya tek segan segan pula Ummat Islam menuduhg Pemeringtah melakukan kriminalisasi kepada Ulama, hal inipun sesungguhnya tidak terlalu rumit menganalisanya, yaitu karena setelah Parpol Islam benar benar tak berdaya karena tak lagi memiliki nilai tawar yang memadai, maka sepertinya kelompok ulama segera akan menjadi panutan ummat bukan hanya dalam agama unsich tetapi juga dalam berpolitik. Nampaknya kiblat ummat tidak akan menoleh kepada Pimpinan Partai dan bahkan Ormas Islam yang semula sangat berwibawa. Mereka lebih mempercayai fatwa dan petuah para ulama.

Merupakan kekeliruan yang cukup fatal adalah ketika Penguasa berusaha menguasai Partai Politik. dan dikira semula ketika Pimpinan Parpol tunduk kepada para penguasa maka serta merta jelata akan tunduk begitu saja dalam aspirasi politiknya, tidak mereka menemukan sejumlah ulama yang tidak memiliki keinginan berpolitik namun dalam waktu bersamaan mereka tidak buta politik. Padahal bila akan menguasai ummat maka binalah agar Parpol Parpol itu memiliki kekuatan dan Kemandirian.

Ulama dan Ummat Islam itu sesungguhnya adalah modal besar bagi bangsa ini untuk membangun bangsa secara keseluruhan. Maka kita akan kehabisan tenaga, pikiran. biaya dan waktu bila kita kan memerangi dan melemahkan ulama dan ummat Islam. Karena terbukti pada masa kejayaan PKI yang berlambang Palu arit di jawab oleh Ummat Islam "Dipalu makin Maju, Diarit makin Bangkit"  melemahkan Ulama dan Ummat Islam tidak semudah melemahkan sebuah Partai Politik dalam fersi sejarah Indonesia. Marilah ejarah kita jadikan pelajaran.

Kamis, 29 Juni 2017

Kau Adalah Aku Yang Lain Untuk Memojokkan Ummat Islam ?



Entah apa maksudnya semula, tetapi belakangan ummat Islam merasa disudutkan dengan Film pendek durasi sekitar delapan menit  yang justeru dijadikan Kepolisian sebagai film terbaik yang justeru akan disosialisasikan. Berbagai protes dari kalangan ummat Islam segera mengemuka, dan selain menarik film yang bersangkutan Kepolisian dan Sutradara Fil dituntut meminta maaf. Tetapi tentu saja pihak Kepolisian maupun Sutradara tidak menerima begitu saja protes ummat Islam atau siapapun, karena dari kacamata Kepolisian dan perfileman akan berpendapat bahwa film pendek ini sesuaidengan kenyataan dan memiliki nilai nilai pendidikan.

Sampai kapan ketidak cocokan antara pihak Kepolisian dengan Ummat Islam ini akan berlangsung entahlah, bisa jadi akan sama dengan mendiang Presiden Soekarno dan Soeharto dahulu, yaitu kedua Prsiden yang sering dituduh sebagai Presidn yang dikator itu justeru baru merapat kepada ummat Islam pada saat saat keduanya sudah mulai mengalami kelemahan dan mengendurnya dukungan dari pihak yang selama ini sangat mendukungnya. Entahlah. Tetapi yang kita harapkan adalah rajim ini tidak boleh selamanya akan mengalamiketegangan dengan ummat Islam.

Sebetulnya kita sangat berharap banyak, ketika Presiden Jokowi dan beberapa pejabat lainya menghimbau keoada semua pihak agar menghentikan kegiatan kegiatan seperti unjukrasa dan semacamnya, karena hal tersebut dirasakan oleh Pemerintah sangat mengganggu aktivitas Pemerintahan, kontraproduktif. Tetapi dengan kemunculan film pendek yang sangat prpokatif ini tentu saja masyarakatpun akan bertanya tanya, apa makna himbauan Presiden Jokowi tadi.

Pada saat kampanye Pilkada DKI juga salah satu calon menampilkan film pendek yang juga menyudutkan ummat Islam secara keseluruhan, Tim Pemenangan kubu yang bersangkutan juga mengatakan bahwa apa yang ditampilkan dalam film Pendek itu selain kenyataan juga memiliki nilai didik, mereka kekeh mempertahankan walaupun film yang bersangkutan akhirnya dihapus dari web resmi mereka tetapi kopy film tersebut beredar dan viral. Akhirnya juga kubu ini menuai hasilnya, yaitu kalah telak diluar dugaan semua pihak, dan bertentangan dengan hitungan matematis.

Masih terngiang diingatan sema Bangsa Indonesia bahkan dunia betapa mulianya ummat Islam yang diekspressikan oleh jutaan peserta unjuk rasa 212 yang memprotes penistaan agama oleh seorang Gubernur DKI yang sedang digadang gadang sebagai "Calon Presiden Yang Datang" ditengah hiruk pikuk aksi unjukrasa tiba tiba muncul sepasang pengantin yang sedang maresa kesulitan lalu menuju gereja Katedral karena banyaknya peserta aksi unjuk rasa.

Tetapi spontan peserta aksi unjukrasa memberikan jalan yang selapang lapangnya agar kedia mempelai ini dapat berlalu menuju Gereja. Bahkan para peserta aksi unjukrasa ikut memayungi kedua mempelai, karena hujan semakin deras, gaun pengantin dibantu diangkat peserta pengunjukrasa agar tidak basah dan kotor, pada saat Bangsa Indonesia merasakan keindahan hal tersebutlah Film milik Polisi yang menyudutkan ummat Islam itu disosialisasikan. Ummat Islam sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Semogal ini bisa diselesaikan secara baik baik, demi NKRI.

'TakYakin Polisi-KPK Mampu Menyelsaikan Kasus Penyiraman Novel Baswe...



UNTUK MEMULIHKAN KEPERCAYAAN KEPADA POLISI DAN KAPK BUTUH BANTUAN RAKYAT.
Adalah hak rakyat untuk tidak begitu saja merasa yakin seyakin yakinnya Gabungan Polisi dan KPK akan mampu menguak kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bila benar dalam kasus ini sebenarnya meibatkan orang penting. Alasannya ringan sekali dan gampang dipatahkan, yaitu kasus kasus yang lain yang melibatkan orang penting maka KPK sendiri merasa jiri, ciut nyalinya, dan terakhir dinyatakan KPK tidak menemukan bukti yang meyakinkan. Artinya tidak mudah bagi KPK untuk mencurigai kelompok tertentu, walaupun ternyata tidak segan segan alias pilih pilih. Semakin diteliti semakin sulit menemukan sesuatu yang berarti.

Sementara itu kesan masyarakat terhadap penegakan hukum kita, lalu apakah masyarakat yang tidak memiliki kepercayaan atas Tim Gabungan Polisi dan KPK ini bisa dipersalahkan. Percuma saja,andai mereka yang tidak percaya ditangkap semua sekalipun maka kepercayaan itu tak begitu saja bisa kita bangun tegak membangkitkan kepercayaan rakyat.

Baik polisi maupun KPK membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membangun kepercayaan, bisa saja  Polisi sebenarnya membutuhkan partisipasi rakyat itu sendiri, tetapi partisipasinya seperti apa, sulit menemukan bentuk partisipasi yang dibutuhkan yang bisa sepenuhnya diterima baik kepolisian maupun KPK, salah salah justeru antara rakyat engan pihak yang tidak berkuasadan Polisi-KPK juateru berada posisiyang beda, walaupun kedua pihak sama sama berabjak dari kebutuhan dan kepentingan masyarakat umum.

Pada saat ini rakyat hampir merasa tidak lagi memiliki harapan, terserah sajalah kepada penguasa akan seperti apa maunya, karena di lain pihakpun wakil rakyat tak berperan sebagaimana mestinya, sudah lama rakyat tak merasa terwakili oleh Parpol. Yang ada hanya terbelahnya mereka yang memegang kekuasaan dan pihak yang tak berkuasa. Lalu apakah rakyat harus memihak ke salah satunya manakala mereka sedang tak sepaham.

Sekali lagi kita membutuhkan waktu dan waktu itu harus kita lalui dengan kesabaran, karena akan memakan kurban semakin banyak sebagai tumbal atas situasi yang kurang menguntungkan ini.

Sabtu, 24 Juni 2017

PENELITIAN TITO BIAS : AGAMA ITU JUGA RACUN ... ?



Mengacu kepada literatur yang dibaca Tito sebagai Kapolri, literatur itu ditulis oleh penulis Barat, lalu sebagai usaha pembanding dan konfirmasi  Tito melakukan wawancara sekitar seribu orang lebih mereka yang terlibat dalam terisme dan berhasil ditangkap maka Tito menyimpulkan bahwa manakala agama Islam sudah bersentuhan dengan politik, maka hasilnya adalah atas nama Tuhan boleh membunuh, itu kesimpulan sebagai seseorang yang walaupuin diagung agungkan sebagai tokoh yang jenius. tetapi tetap saja pangkat dan jabatan sangat mempengaruhinya, bias.

Bila saya tidak keliru dalam menyimpulkan pendfapat Tito setelah studi literatur dan mewawancarai seribu orang teroris maka tak salah bila kita memberikan kritik terhadap Tito yang juga mungkin adalah bagian dari hasil baca kita selama menekuni perkembangan berbagai gejolak  manusia. Terutama yang ingin saya kemukakan adalah mengapa sebagai pembanding atas hasil study Barat tentang teroris Islam itu justeru dikonfirmasi dengan para teroris pula yang lalu digeneralisir dengan Islam secara keseluruhan jelas hasilnya akan bias.

Bila Tito membaca sebuah buku tentang maraknya pelacuran di Indonesia lalu dikonfirmasi kepada para peria hidung belang, maka hasilnya akan jauh berbeda bila dikomfirmasi dengan ulama, maka akan ditemukan data yang berbeda. Bila kita mewawancarai seratus orang hidung belang suka mamanfaatkan wanita tuna susila, lalu kta generalisir bagi sebuah bangsa maka dipastikan hasil penelitian itu akan bias. Dan tidak menghasilkan sesuatu yang representatif.

Mengapa tak wawancarai saja para politisi Islam yang ada di PPP, PKS, PAN, PKB dan sebagainya serta berbagai politisi yang ada di Golkar, PDIP, Demokrat dan seterusnya maka saya yakin hasilnya tidak akan seperti yang Tito sebutkan adalah melegalkan atas nama Tuhan untuk membunuh orang lain.

Wibawa seorang Tito yang memiliki jabatan sebagai Kapolri mungkin akan membuat para hadirin mengangguk anggukan kepala seperti membenarkan, padal tuduhan Tito saya nilai sangat lemah karena sampel penelition tidak reprentatif untuk menggenalirsir politisi Islam yang manakalabersentuhan dengan agama Islam akan berubah menjadi kelompok perusak yang sangat menakutkan sekaligus ancaman bagi budaya, martabat dan perdaban bangsa,  Mengapa Islam menjadi sangat buruk di mata Tito.

Memang tak dapat dipungkiri bhwa dibeberapa negara di wilayah Timur tengah selalu bergolak, pergolakan di Tunur tengah itu lebih dikarenakan di daerah bersangkutan memiliki kekayaan minyak yang luar biasa banyaknya. Andaikan di Timur Tengah hanya punya Islam saja, maka tidaklah banyak minat orang terlibat di dalamnya, kita jga harus adil bahwa Islam di Timur Tengah yang bergolak itu sebagai akibat atau sebagai penyebab. Adalah kejahatan luar biasa politik Yahudi dan Barat, atau Komunis dan China/Rusioa di Timur berhasil mengadu domba ummat Islam di sana.

Maka bila sebagai Kapolri manakala ingin berkilah dalam berpolitik, maka yang diminta adalah berlajulah adil, toh banyak pihak lain yang membaca literatur yang sama, maka jangan sesatkan ummat dengan literatur yang ditulis demi kepentingan beberapa negara yang sangat berpengaruh di Timur Tengah itu, itu sudah menjadi rahasia umum.

Permasalahan yang ada di Indonesia sekarang lebih dikarenakan bahwa Pemerintah masih gagal melaksanakan Pancasila, bila tidak boleh mengatakan bahwa Politik pemerintah juga masih banyak menghianati Pancasila itu sendiri, sehingga Pemerintah sering tidak berlaku adil. Disebut pemerintah berkhianat ketika Pemerintah bersama DOR mau saja mensyahkan UU yang disusun untuk kepentingan asing, berasal dari pihak asing dan menggunakan dana bantuan dari asing untuk mengesahkan UU yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.  Sebagian ummat memafkan Pemerintah dan DPR karena keterbatasan keduanya, tetapi ketika ada pihak yang menjadikan Islam sebagai kambing hitam atas segala kekisruhan internal kita, maka sebagai Muslim tentu saja kami protes.

Kalau saja yang dimaksud bercampurnya kepenganutan agama Islam oleh ummat Muslim akan menjadi sesuatu yang sangat buruk ketika bersentuhan dengan politik, lalu yang dimaksudkan adalah atau salah satunya adalah kasus Pilkada DKI. Maka harus dipandang secara jernih. Pertama jangan memaksakan seseorang Pimpinan daerah atau Gubernur DKI seorang Non Muslim karena selain DKI mayoritas Muslim  juga DKI adalah Ibu Kota Negara yang penduduknya adalah mayoritas Muslim terbesar.  Maka sama saja manakala memaksakan Gubernur Bali dipaksakan seorang Muslim atau dibeberap[a daerah lainnya yang mayoritas non Muslim kita akan memaksakan Non Muslim muncul sebagai pemimpin, maka dipastikan akan muncul gejolak, apalagi pada saat Ahok menjadi Wakil Gubernur beliau sudah mengeluarkan aturan terkait penyembelihan hewan kurban yang sepertinya mempersulit kegiatan yang dianjurkan oleh agama. Dan lebih hebatnya lagi adalah bahwa proses penyembelihabn itu tak boleh dilihat anak anak, karenan akan berakibat buruk bagi mental anak anak. Itu awal ketegangan antara ummat Islam dengan pemerfintah daerah.

Yang paling memicu kegaduhan adalah ketika Ahok mengomentari Surat almaidah 51. Maka serentak ummat Islam memberikan jawaban baik yang kontro ataupun pro Ahok. Apakah ini juga disebut agama bersentuhan dengan politik. Karena mau tidak mau sentimen agama muncul bersamaan Pilkada yang artinya agama bersentuhan dengan politik seperti isi ceramah Tito yang katanya berubah menjadi ancaman seperti konen ceramah Tito.

Masih merupakan sesuatu yang wajar manakala sebagian besar Ummat Hindu sebagai kelompok Mayoritas di Bali menginginkan Gubernur Penganut Hindu Yang baik, Wajar bila Daerah Irian menginginkan seorang Bupati, Gubernur yang juga Irian semua wajar, maka juga seharusnya dianggap wajar manakala di wilayah yang mayoritas Muslim menginginkan pimpinan mereka juga Muslim, mengapa ketika ummat Islam di daerah yang mayoritas Muslim ketika menginginkan pimpinan Muslim disebut sumbu pendek, anti Pancasila, Anti UUD 45, dan anti NKRI.

Selama ini pembina Politik di Indonesia seperti akan mengkerdilkan Parpol Islam, berbagai upaya telah dilaksanakan agar Parpol Islam  agar tidak berkembang. Ketika Parpol Islam tidak ada yang berkembang dan memiliki kemampuan menampung aspirasi ummat, maka akibatnya adalah politik Islam disalurkan melalui cara yang lain, Lihat saja dalam kasus Pilkada DKI PPP, PKB, PKS, PAN dll sebagai Parpol yang setidaknya memiliki hubungan hystoris  ternyata tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan ummat islam. Akibatnya banyak suara suara aspirasi ummat sesungguhnya disalurkan melalui FPI bukan melalui Parpol Islam. Lihat saja kampanye lebih efektif dilakukan oleh pengajian pengajian di FPI ketimbang partai pendukung calon baik Anis - Sandi maupuan Ahok Jarot.

Harap tidak buru buru menyalahkan gejolak politik di Syiria karena perpolitikan dalam negeripun tidak kondusif, ketika Partai Islam dikeburi dan tak memiliki kemampuan menampung aspirasi ummat maka akan menyuburkan politik ekstra parlemen. Segala sesuatunya seharusnya diharapkan bisa terkomunikasi dengan baik oleh Parpol Islam, maka jangan heran manakala ekstra parlementer akan jauh lebih disukai, dalam hal ini yang pantas disalahkan adalah pembina politik, buykan ummat Islam, dalam hal ini maka saya ingin mengatakan bahwa Tito mengalami bias dalam kajiannya.

Sebagai seorang awam dan bukan akademisi bisa jadi analisa saya serampangan dan banyak kesalahan, tetapi yang ingin saya katakan adalah tidaklah berarti analisis oleh Tito sebagai Kapolri itu jaminan kenenaran, karena dengan pangkat dan jabatannya dari kacamata akademis akan kehilangan sumjektivitas. Kehilangan objektivitas sma dengan hoax

Jumat, 23 Juni 2017

TAKBIR KELILING DILARANG POLDA DKI



Demi kemanan, ketertiban dan kenyamanan warga DKI secara keseluruhan, maka Polda DKI telah menerbitkan surat larangan takbir keliling bagi ummat Islam DKI.Biasanya bila Polda telah menerbitkan surat maka hal itu sudah berdasarkan pertimbangan yang sangat cermat dan bijaksana, sehingga dihimbau masyarakat Muslim memathimya. Jelas Polda tidak melarang ummat Islam untuk takbir di masjid musholla, yang dilarang adalah takbir keliling,karena itu berarti melanggar aturan yang ada. Dan tentu saja hal ini bukan main main, maka bila ada pelanggaran maka adalah tugas Kepolisian untuk  Diberbagai daerah mungkin telah menetapkan kebijakan yang sama, terdengar kabar di Polda Jawa Timur telah lebih dahulu di sosialisasuikan agar warganya tidak melakukan takbir keliling.

Sekedar bernostalgia, dahulu pada era Presiden Sueharto yang juga terkenal mempraktekkan kepemimpinan secara diktatur itu memiliki gaya yang lain lagi. Memang dalam banyak hal ummat Islam dibenturkan ke ABRI dengan berbagai macam tuduhan, ulama selain diwaspadai, juga dimata matai dan bahkan ada yang ditangkap serta dberikan hukuman sesuai dengan beratnya kedsalahan yang dituduhkan. Hanya saja pada saat itu media massa tidak marak seperti sekarang, medsos lebih terkontrol. Informasi yang tak resmi hanya didapat dari beredarnya info gelap yang foto copy sendiri sendiri, infoo itu dikenal dengan istilah selebaran gelap.

Namun walaupun demikian pada saat ummat Islam melaksanakan pelaksanaan malam Takbir maka pemerintah langsung turun tangan membentuk Kepanitiaan Penyelenggaraan Takbir Keliling, di Provinsi diinstruksikan Gubernur melepas langsung riombongan Takbir keliling, di Kabupaten dan Kota Walikota dan Bupati langsung melepas rombongan, demikian juga di kecamatan Camat diperinyahkan langsung melepas rombongan takbir keliling dari panggung kehormatan di dampingi aparat lainnya.

Lain dahulu lain sekarang perlakuan terhadap ulama sekarang semakin tidak ramah dan Takbir keliling resmi dilarang oleh aparat Kepolisian. Demikianlah kira kira perlakuan Pmerintah kepada ummat Islam. Mungkin ini harus diterima sebagai kenyataan, karena pihak Kepolisian melarang ummat Islam takbir keliling juga berdasarkan sesuatu yang sangat beralasan. Tabir keliling dilarang adalah demi kemanan, ketertiban dan kenyamanan warga, yang itu semua adalah merupakan tugas Kepolisian untuk mengawalnya.

Kamis, 22 Juni 2017

PEMERINTAH YANG KUASA



Berdasarkan catatan sejarah sudah cukup banyak ulama yang berseberangan Pemerintah dalam hal ini tentu saja pemangku kekuasaan, maka singkat saja ulama versus kekuasaan. Mungkinkah ulama versus kekuasaan bisa terjadi perselisihan paham. Bila ulama adalah orang yang berilmu, yang kemudian dispesialisasikan ilmu agama, maka kekuasaan adalah dalam rangka penegakan hukum. ebagai ulama besarBisakah terjadi ketegangan atau perseteruan antara pakar agama dengan pemangku kekuasaan. Jawabnya bisa karena menang kenyataannya sudah banyak ulama yang ditangkap dan dihukum, dengan berbagai aneka hukuman dari yang ringan hingga yang paling berat, yaitu hukuman mati.

Diantara sekian banyak ulama yang berurusan dengan pihak Kepolisian sebagai penegak hukum maka yang paling sadis dan konyol adalah kasus yang dihadapi oleh Habib Riziq Shihab sebagai ulama yang paling populer dan berpengaruh di Indonesia sehingga kasus ini menjadi besar, dan disebut konyol adalah karena kasusnya adaklah kasus ecek ecek yang gak jelas juntrungannya. Tetapi mau tidak mau masyarakat mengkaitkan masalah ini tidak terlepas dari kasus atau masalah politik, khususnya Pilkada Gubernur DKI. Yang dalam Pilkada itu ternyata calon petahana yang sangat dielu elukan kemenangannya karena yang bersangkutan sedang digadang gadang untuk tampil dalam Pemilihan Presiden yang akan datang. Maka masalah ecek ecek ini menjadi demikian besar karena melibatkan orang besar.

Sulit untuk membantah kebesaran seorang Habib Riziq tentang keluasan ilmu agamanya,

MERASA DAPAT RESPON POSITIF, REKAYASA VIDEO DIMUNCULKAN



Gambar fitnah yang berjudul Balada Cinta Habib Riziq viral disebar, lalu muncul beberapa tokoh yang yang disebut sebut sebagai pakar IT menyebutnya asli, masyarakatpun gempar, tetapi mereka yang paham IT dan trampil mengedit gambar merespon sinis karena jika hanya sebatas gambar yang disebarkan itu, sesungguhnya anak SMP pun sudah banyak yang terampil merekayasanya, tetapi sejulah orang terhormat justeru  sangat meyakini kebenaran gambar rekayasa itu, mereka memang ingin mempermalukan Habib Riziq. Lalu diam diam orang yang bersimpati kepada Habib Riziq menyebarkan  doa agar mereka yang telah bertindak tidak adil, dan ingin mempermalukan Habib Riziq mereka doakan agar dipermalukan Allah di hadapan halayak ramai termasuk sanak famili dan keluarganya, lalu ratusan ribu dan bahkan mungkin jutaan orang mengaminkan doa itu. Walaupun hanya sepatah kata, "amin" tetapi itu sesuatu yang maha dahsyat.

Nampaknya usaha  untuk mempermalukan Habib Riziq setelah sukses menyebarkan gambar fitnah dan mendapatkan respon posituif dari berbagai pihak justeru semakin bersemangat untuk memainkan keterampilannya, digambarkan seolah untuk memeriahkan pengajian akbar yang diselenggarakan dengan menampilkan Habib Riziq sebagai pembicara, panitia telah pula menghadirkan penari perut ala Arab kuno, jelas dengan harapan agar kebencian masyarakat terhadap Habib Rizik khususnya dan terhadap ulama serta ummat Islam umumnya akan semakin berkembang, hingga tak seorangpun  akan simapti terhadap ummat Islam umumnya serta ulama dan Habib Riziq khususnya, dan berikutnya jelas bahwa ummat Islam Indonesia tak layak ikut ambil bagianm dalam mengatur Indonesia ini.

Hanya dalam waktu singkat vedeo tari perut di tengah tausiah yang menghadirkan Habib Riziq itu viral dan nyaris merata. Maka dengan demikian sebenarnya walaupun tujuannya adalah untuk menjatuhkan Habib Riziq dan Islam menjadi tak berharga serendah apapun. Tetapi itu telah dibalikkan oleh Allah. Taktik Allah jauh lebih jitu dari taktik siapapun. Karena dengan munculnya vedeo rekayasa itu maka berarti pihak Habib Riziq tak perlu repot repot untuk menjelaskan perihal kepalsuan dan rekayasa gambar gambar porno yang dikaitkan dengan Habib Riziq.

Dengan kemampuan orang membuat vedeo palsu itu sekaligus juga menjelaskan kepada segala lapisan ummat dan masyarakat umumnya bahwa membuat gambar gambar seperti apa yang dituduhkan kepada Habib Rizik adalah sesuatu yang tak sulit dibuat oleh pemula sekalipun. Vedeo iniwalupun tujuannya untuk menjatuhkan Habib Riziq, tetapi ternyata justeru membantu Habib Riziq. Semoga.

Senin, 19 Juni 2017

JANGAN PERNAH BUBARKAN PENGAJIAN



Bagi Gus Nun, seorang Ulama, Kiyai dan Da'i sebutan Gus ketika prestasi terhormat saat menjadi santri, disebut Kiyai karena memimpin sebuah Pesantren disebut da'i karena memiliki jama'ah yang selama ini dibinanya, sebagai pengikut terhadap pengajian pengajian yang diselenggarakannya, atas prakarsanya dan dibiayainya secara pribadi. Aktivitas itu semua menjadi mati hidupnya, Tidak berlebihan bagi seoranh GusNun maka kegiatan itu semua adalah pertanda hidup, dan manakala kegiatan itu harus dihentikannya, maka bandingannya adalah lebih baik Ia mati.

Sebagai pengasuh pesantren dan da'i Iya tak menggantungkan dirinya atas bantuan pihak siapapun termasuk Pemerintah. Manakala ada praktik Pemerintahan di matanya praktik Pemerintah telah melanggar batas maka justeru Ia merasa  berkewajibannya untuk memperingakannya melalui panggung yang dibuatnya secara mandiri. Gus Nun dan banyak ustadz, ulama dan Kiyai yang tak segan mengambil posisi berseberangan dengan Pemerintah manakala di mata mereka Pemerintah salah. Mereka tahu ,menyampaikan kritik dan saran bagi penguasa dalam Islam dijadikan dakwah yang paling berat mengandung resiko yang paling tinggi. Karena sudah mnjadi watak penguasa di dunia, maka ketika sedang menduduki jabatan tinggi maka Ia sangat idak butuh petunjuk dan saran dari Ulama, Kiyai dan Ustadz dan seterusnya. Perseteruan nyaris tak terhindari.

Memang ada sejumlah ulama, Kiyai dan Ustadz yang lentur dalam berhubungan dengan Pemerintah, mereka bersikap lebih menyerupai sikap politisi, yang pintar bernegosiasi, walaupun umumnya faragmatis. Dengan sikap yang fragmatis maka mereka tak segan akan berubah, hari ini bertentangan dan bahkan saling menjatuhkan, tetapi tak perlu menunggu besar mereka dengan lincahnya mampu berpelukan kembali, segala sesuatunya dianggap tak pernah terjadi.

Tetapi tidak dengan para da'i, mereka tak kompromi, dan bahkan kekeh dengan nas yang ada, mereka biasa disebut akhir akhir ini dengan sebagai sumbu pendek. Berbeda dengan mereka yang bersumbu panjang, memiliki kemampuan untuk beruah rubah sikap, karena mereka fragmatis.

TAK INGINKAH MENELADANI HABIBIE ?



Walaupun bagaimana Indonesia boleh bangga karena pernah memiliki seorang Presiden yang sangat demokratis, Presiden itu bernama BJ.Habibie seorang Presiden yang sangat dicintai oleh ummat Islam tetapi sebaliknya sangat dibenci oleh musuh politiknya. Habibi selain dikenal sebagai Muslim yang taat beribadah juga adalah seorang teknolog ahli Pesawat terbang, Beliau memiliki temuan keretakan pesawat, temuan itu dipakai oleh berbagai produsen pesawat terbang termasuk pentagon, untuk itu Habibie berhak menerima royalti hingga adanya munculnya temuan baru yang menggugurkan temuan Habibie. tetapi hingga saat sekarang belum ada temuan baru. Tidak keliru bila hal tersebut juga tidak keliru bila menjadi salah satu kebanggan kita terhadap putera bangsa.

Hari hari Presiden Habibie yang diwarnai oleh demo demo anarkis, asap mengepul membuat udara Jakarta menjadi gelap. Tetapi sejauh itu sejarah mencatat Presiden Habibi-lah yang tercatat sebagai Presiden yang paling banyak melahirkan regulasi. Hasil yang mampu diraih Presiden Habibie jauh melebihi Presiden Presiden lainnya yang sejatinya ada dalam suasana yang jauh lebih kondusif. Artinya sesibuk apapun, dan sesulit apapun maka Presiden Habibie adalah Presiden yang paling produktif karena beliau paling tahu akan tugasnya.

Yang paling membuat kesensemnya ummat Islam kepada Presiden yang satu ini adalah terdengar bocoran kabar bahwa banyak pihak yang menginginkan jmpa Presiden, ternyata didisposisikan untuk jumpa ba.da sholatullail. Masyarakat umum semula hanya tahu ada undangan sebatas ba;da sholat Isya, tetapi kali ini Presiden yang genar berenang setiap hari ini menentukan pertemuan ba'da sholatul lail, pertemuan seusai sholat sepertiga malam, hingga menjelang subuh tentunya.

Nemun walaupundemikian Presiden Habibie  mewajibkan dirinya puasa Senin dan Kamis dan bahkan konon juga sering puasa Nabi Daud sehari puasa sehari tidak. Sehingga hari harinya selalu di dalam keadaan beribadah kepada Allah. Habibi telah memberikan keteladanan kepada kita semua bagaimana cara memimpin bangsa, walaupun demikian banyak yang mendukungnya, tetapi tidak kurang yang mencercanya.

Habibie adalah satu satunya Presiden yang disambut dengan teriakan Huuuuuuuu panjang ketika memasuki ruang DPR yang kita gaji dengan uang hasil keringat kita bekerja. Barngkali ini inilah Perlakuan dari orang yang mewakili kita tetapi merasa hanya memikiri dirinya dan Partainya, mulut mereka sungguh nyinyir dan berbau limbah. Habibi tidak tersinggung dan protes hanya kita saja sebagai rakyat yang malu dngan pristiwa ini.  Walaupun terdengan sunyi tetapi ada terselip ketika pertanggung jawaban Habibie ditolak ada yang meneriakkan Allahu Akbar dan Alhamdulillah, suaranya memang sendiri, tetapi dibelakang sana bisa kita pasytikan ada sejumlah orang teman temannya. Habibi sangat pantas diteladi oleh Presiden lainnya yang mendapat kesempatan memimpin negeri ini setelahnya. Walaupun itu ternyata sulit.

Jumat, 16 Juni 2017

MENGHARAP PERAN ISLAM MASA DEPAN



Untuk mejawab tantangan masa kini maka jelas bahwa yang kita harapkan adalah bukan Islam masa lalu, tetapi sebaliknya Islam masa depan. Masa lalu Islam di Indonesia yang kita kenal sebagai Islam Nusantara mencapai angka penganut menyentuh 99%, pada saat itu Islam masuk ke Nusantara dengan segala kedamaian, bukan peperangan. Tidak salah kita sedikit bernostalgia tentang masa lalu, tetapi tantangan masa depan bangsa ini jauh berbeda. Kampanye Islam Nusantara bagus bila kita gunakan untuk menghidupkan keramahtamahan. Tetapi kita tahu keramahtamahan Islam di Nusantara pada saatnya terwilayah menjadi Indonesia, dan Singapura, Malaysia, Brunai Darusslam dan sebagian Thailand yang ditandai dengan berlakunya huruf Jawi dan huruf Pegon. Huruf Jawi adalah tulisan Arab berbahasa Melayu, sedang hurup pegon adalah huruf Arab dengan bahasa daerah (umapa Jawa, Banten). Jika hanya bermodalkan senyum dan kesantunan hanpir dapat dipastikan bahwa Islam mengajarkan ramah terhadap sesama dan tegas terhadap pihak lain.

Islam itu tidak boleh patuh terhadap budaya budaya lokal tetapi justeru kita tularkan ajaran Islam ke dalam budaya di mana kita berada. Tugas besar kita justeru Islamisasibudaya, dengan memasukkan nilai niali Islam budaya yang berkembang. Kita harus bangga bahwa nilai nilai Islam sangat diterima oleh bangsa denganterpakainya bahasa bahasa Islam antara lain musyawah, mufakat, majelis dan tentunya banyak lagi yang lain,  Tetapi nampaknya dalam bidang politik, kita mengalami tekanan yang luar biasa, seperti terekam dalam polemik budaya yang dihimpun oleh Ahdiat K. Miharja, manampakkan bahwa secara normatif nilai nilai Islam memang diterima di Indonesia, tetapi secara politik kita nyaris tak bisa bergerak.

Syarikat Dagang Islam yang dahuklu nampoak direspon oleh masyarakat banyak, tetapi belakangan justeru ditunggangi oleh berbagai kepentingan yang justeru sulit dikontrol utama nilai nilai keislamannya. Penekanan Pemerintah Orde Lama yang mengharuskan Partai Masdyumi membubarkan diri adalah bukti nyata kesulitan Partai Islam akan berkembang. Gabungan Partai NU,Parmusi, PSII dan perti di zaman Orde Baru nampaknya juga hanya sempat berkembang di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, ketika gabungan Partai Islam mendapatkan perolehan suara terbesar dalam Pemilu sekaligus Pemilihan Legislatif. Dengan berbagai rong roangan baik dari dalam maupun dari luar seperti sulit terantisipasi, sehingga NU kembali ke Khittoh karena ada ancaman mematikan matakala NU masih bertahan di Partai. PPP, PKB, PKS, PBB sepertinya hanya mengenal grafik turun.

Baik organisasi massa maupun Parpol Islam namapaknya dikelola oleh para pemimpinnya sebagai lembaga yang sangat pragmatis. pada saat ini nampaknya hanya PKS yang masih sedikit bersuara dan nampak independen, sementara yang lain tidak mampu berkembang atau bertahan adalah menampakkan sikap fragmatisnya yang sulit ditutup tutupi. Dua organisasi massa Islam terbesar NU dan Muhammadiyah semula juga menampakkan sisi fragmatismenya walaupun akhir akhir ini Muhammadiyah mulai menampakkan kepemimpinan yang berani meninggalkan fragmatis yang memiliki daya racun bagi kadernya sendiri itu.

Orientasi kita jelas harus ke masa depan, tidak mengapa kita sedikit bernostalgia dengan masa lalu walaupun blum bisa disebut sebagai puncak tamaddun yang merata, tetapi tantanga masa sekarang dan masa depan tak bisa kita hadapi dengan nostalgia itu.

DUS NUR MENGUCAPKAN SUMPAH MUBAHALAH



SUASANA BATIN SEORANG DAI DAN PENEGAK KEBENARAN.

Menyusul apa yang dilakukan Habib Riziq Sihab maka giliran Gur Nur, seorang Kaiayai Muda yang berpikiran jernih mengucapkan sumpah Mubahalah, nampaknya hal tersebut terkait adanya pihak yang telah menyampaikan pengaduan kepada pihak Keplisian bahwa Kiyai muda ini melakukan penghinaan kepada Presiden, menentang Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Tujuh buah al-Quran ditaruh di atas kepalanya, dalam keadaan wudlu dihadapan para santrinya beliau mengucapkan sumpah Muhabalah bahwa Bila Ia memiliki niat untuk menentsila, UUD 1945 Pancasila dan NKRI maka Ia minta agar Ia dilaknat Allah. Manakala dalam pikirannya bersih dari keinginan menghina Pancasila, UUD 1945 dan NKRI maka dia mendoakan agar mereka yang telah melaporkan kepada pihak Kepolisian dan pejabat apa saja di mana saja yang ingin menjebloskan Ia ke Penjara, maka didoakannya semua yang baik baik bagi mereka semua.

Gus Nur sudah mengucapkan sumpah Mubahalah setelah Ia tahu ada sejumlah orang yang mengadukannya ke Kepolisian dengan tuduhan konon menghina pejabat, anti Pancasila, anti UD 1945 dan anti NKRI. dan yang bersangkutan menduga maka tak akan lama lagi Ia akan djemput Kepolisian. Tetapi baginya sumpah Mubahalah yang diucapkannya, sumpah Mubahalah diucapkannya karena dia yakin bahwa bagaimanapun caranya menyampaikan isi hatinya maka tidak mungkin mereka akan mempercayainya, maka Ia pun berniat manakala dalam sidang nanti maka Ia tak membutuhkan seorang pembela, silakan saja hukuman ditimkan. Sedang isteri dan anaknya serta para santrinya diserahkan sepenuhnya kepada Allah.

Sebagai orang awam yang kurang paham tentang hukum dan perkembangan politik Indonesia saya sangat mencemaskan situasi batin seorang Gus Nur yang ceramah ceramahnya demikian klear itu sejatinya sangat mewakili suasana batin seorang dai, suasana batin seorang Kiyayi yang berkeinginan menyuarakan kebenaran. Nanti pada saatnya Ia akan lemah dan bertekuk lutut dihadapan sebuah surat pengaduan, lahirnya sebuah pengaduan itu akan menjadi tonggak berakhirnya sebuah perjuangan, dan mereka lebih ikhlas untuk seumur hidup meringkuk di dalam penjara pada era renim penguasa.

Di belakang seorang Gus Nur yang cerdas dan klear, sbetulnya masih banyak ualama yang selevel atau bahkan di atasnya. Saya yakin mereka itu semua akan lunglai stelah aduan fitnah dikirim kepada Kepolisian. Lalu negara ini akan hancur setelah tak ada lagi boleh dan sanggup berbicara, apapun bila bertentangan dengan penguasa. Astaghfirullah.

Kamis, 15 Juni 2017

Temui Raja Salman, Erdogan Sebut HRS Pantas Sebagai Penengah Konflik Tim...



TETAPI MUNGKIN HABIB LEBIH MEMILIH BERJUANG DI INDONESIA

Walaupun Erdogan berpendapat bahwa Habib Riziq memiliki potensi untuk menyeklesaikan konflik di Timur Tengah, tetapi saya yakin beliau akan lebih memilih berjuang di Indonesia, karena perjuangannya di Indonesia jauh lebih membutuhkan kehadirannya. Perjuangan beliau semula hanya sekedar menegakkan aturan perihal minuman ketas, perjudian dan pelacuran, tetapi belakangan mengantisipasi kembalinya PKI serta mengupayakan munculnya Pemimpin Muslim di daerah daerah yang mayoritas penduduknya ummat Islam. Walaupun disadari bahwa perjuangnnya itu selain tidak mudah, juga akan mengancam dirinya dipenjara atas pengaduan yang labih banyak diwarnai oleh fitnah. Itu disadari.

Kasus yang paling berat sekarang adalah kasus kasus tuduhan Chating Porno, ini diusut oleh pihak Kepolisian berdasarkan laporan anonimous, walaupn belakangan anonimous membantah keterlibatan mereka bahkan menyatakan perang dengan pihak Kepolisian Indonesia manakala anonimous masih tetap dikait kaitkan dengan kasus ini. Tetapi masalahnya kasus sudah terlanjur berjalan, dan tak bisa begitu saja kasus ini dihentikan oleh Polisi. Sayang Kepolisian lebih tertarik memburu sang Habib Riziq ketimbang menangkap sipenyebar fitnah, sikap Kepolisian seperti itu karena Kepolisian sangat yakin dengan keterangan sejumlah pakar IT. Walaupun pakar IT yang terlibat justeru dicibir netizen, karena gambar gambar yang dijadikan bukti itu juga bisa dibuat oleh mereka yang tak begitu paham IT.

Apa boleh buat bila namapun tercoreng moreng, Tuhan maha adil, siapa uang fitnah nantinya juga akan dijatuhkan oleh Allah dengan cara yang lebih menyakitkan dan memalukan, sehingga di lingkungan keluarga sendiripun sudah tak berharga lagi. Tetapi untuk saat ini keberanian dan ketegasan serta keistiqomahan yang dimiliki oleh Habib Riziq sebagai ulama nyaris tak dimiliki oleh ulama yang lain. Karena justeru ulama yang semula kita berharap banyak justeru bersikap sangat fragmatis, sangat kentara dimata awampun bahwa mereka masih menginginkan jabatan atau setidaknya keuntungan material dari Pemerintah, sehingga keberpihakannya kepada ummat semakin terasa hambar.

Jadi Habib Riziq Shihab dibutuhkan untuk menyemangati ula ulama yang lain yang masih menempuh jalan lurus sambil menantikan kesadaran mereka kembali untuk kembali bersama ummat menyarakan kebenaran sekalipun pahit, karena Habib Riziq bersama ulama lainnya yang masih konsisten sejatinya masih memerlukan dukungan dari ulama yang sekaligus pemimpin organisasi yang memiliki massa anggota yang sangat banyak.

Perjuangan pada saat ini adalah dalam rangka menegakkan kepemimpinan para ulama, mengantisipasi kembalinya pham komunis serta masuknya pengaruh asing yang ternyata sangat menginginkan menguasai Indonesia. Ada cara yang ingin ditempuh asing untuk menguasai Indonesia, pertama memiliki (1) Presiden yang lemah dan kurang dukungan dari rakyat, kedua (2) dibencinya para ulama oleh ummat sendiri, ketiga (3) saling curiga mencurigai ummat Islam satu dengan yang lain.  Kita membuituhkan sosok ulama yang mampu mempersatukan ummat dan sekaligus mempersatukan ulamanya, yang sudah memiliki bukti kemampuan itu baru Habib Riziq Shihab.

Sehariusnya Habib Riziq itu kita bela sebagai sesama muslim, bukan justeru ikut ikutan mencerca. Andai dia benar melakukan Chating porno itu harus kita bela senagai muslim, kita tak boleh mengumbar 'aib saudara kita, karena kita juga takut ancaman bahwa Allah akan mengumbar 'aib kita. Itu jika Habib benar melakukan chating porno. Tetapi ini semakin hari semakin jelas bahwa kasus ini hanya rekayasa murahan. Satu persatu fitnah keji dalam kasus ini mulai terungkap mengapa justeru pihak muslim sendiri yang semangat mempermalukannya, padahal yang bersangkutan sudah melakukan sumpah mubahalah mempertaruhkan keluarga dan keturunannya, dan sumpah itu kembali dilakukan di tanah suci.

Perjuangan Habib Riziq untuk memopersatukan ulama dan mempersatukan ummat arus kita teruskan, bila benar benar kita ingin melanjutkan perjuangan Ulama dan Islam Nusanttara, semangat Ulama dan Islam Nusantara akan menjadi sekedar selogan kosong manakala kita tidak mampu mepersatukan ummat dan ulama. Benar apa Habib Riziq bahwa diantara ulama ada yang memiliki etika tinggi lembut dan santun, maka itu sangat tepat manakala perjuangan diibaratkan sedang menanam serta memupuk dan memelihra, tetapi ketika banyak hama yang merusak tanaman, maka hama itu juga harus dibersihkan dalam rangka menjaga kesuburan dan perkembangannya, untuk membersihkan hama tidak lagi cukup dengan senyum.

Rabu, 14 Juni 2017

ANONIMOUS ANCAM PERANG ... ?



Setelah mencoba bersabar dan berupaya menjelaskan bahwa anonimous tidak terlibat dalam pembuatan chating palsu dan apapun terkait kegiatan Habib Riziq tetapi Kepolisian tetap saja kekeh menuduh anonimous yang punya kerja lalau diikuti oleh sejumlah netizen Indonesia yang mengumbar cela, maka terpaksa nampaknya anonimos mengeluarkan pernyataan perang terhadap mereka semua. Tunggu saatnya anonimos akan menyeang balik mereka semua, ancam anonimous. Sebagai orang awam tentang IT dan ITE kita belum paham perang bagaimana dan penyerangan dalam bentuk apa. Yang kita tahu adalah anonimus itu memiliki kemampuan menyadap dan merusak jaringan tampa meninggalkan jejak sedikitpun.

Semula kita bangga dengan pihak keolisian yang seolah telah terjadi kerjasama dan saling tukar informasi antara Kepolisian dengan Anonimus walaupun tidak sebut nama tetapi memang demikian kaidah anonimous. Tetapi kita terkejut ketika anonimous membantah untuk pertama dan mengancam untuk kali yang kedua mereka mengeluarkan pernyataan. Sehingga kekaguman berbalik antipati dan kekhawatiran akan ketergangguan perangkat teknologi dan rahasia negara lainnya, maupun bagi mereka yang nyinyir menuduh anonimous dalam segala kebencian terhadap seseorang atau kelompok

Untuk apa pula Kepolisian masih saja ingin melakukan pengejaran ke Amerika, toh pihak anonimous sudah memberikan keterangan baik baik dan di dalam negeri sudah diketemukan siapa sebenarnya sipembuat ulah, mulai dari nama, identitas lainnya hingga alamat yang bersangkutan. Dan ini sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kita ini sedang menata bangsa, yang menurut pengamat ekonomi kita mengelami ketrtinggalan dari negara negara lain sejatinya pada saat start bersama membangun mereka ada di bawah kita, tetapi sekarang kita seperti mengalami keterlambatan selama 40 tahun. Sebagaimana kita ketahui bahwa anonimous adalah kelompok yang sangat berwibawa sehingga sangat disegani dunia, mereka mampu menyadap hingga merusak sistem informasi, alangkah kocar kacirnya negara kita nanti manakala anonimous menyerangkita pada saat kita sangat membutuhkan kakuratan informasi yang kita miliki.

Kita berharap agar Kepolisian bekerjalah secara lebih profesional dan segera netralkan agar kemarahan anonimous mereda, dan jangan segan meminta maaf bila memang Kepolisian telah melakukan keslahan baik terhadap anonimous maupun bangsa Indonesia, karena tugas kepolisian adalah melindungi masyarakat bangsa.

Minggu, 11 Juni 2017

CARA MENJUAL BANGSA KEPADA ASING





Bagi kita yang memiliki peluang kecil untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dalam mengelola bangsa ini maka istilah menjual bangsa kepada asing itu sesuatu yang sangat keji dan biadab. Pertamakali saya mendengar istilah ini adalah dari ucapan Pak Amin Rais ketika beliau sedang larisnya menjadi bintang berita, darimana Pak Amin Rais tahu. Belakangan baru paham ketika dalam suatu dialog Kwik Kian Gie bercerita bahwa Amin Rais itu orangnya berani tampa teding aling aling. Kwik salah seorang yang sering memberikan info kepada Amin Rais untuk diungkap di media, hanya Kwik wanti wanti bahwa nantinya Amin Rais akan banyak musuh, yang pada saat lemah atau memang tak berdaya lagi Amin akan menjadi sasaran tembak. Tetapi Amin rais bilang siap.Maka tampillah Amin Rais sebagai bintang berita.

Beberapa hari lalu Dr.Rizal Ramli bicara lagi bahwa ada pihak yang memang gemar menjual bangsa ini demi keuntungan yang lebih banyak pribadi sifatnya. Lalu bagaiman cara menjualnya. yaitu dengan cara menerima konsep asing tentang sebuah undang undang untuk disyahkan, dan ada asing yang siap menyandang dana untuk pengesahan undang undang itu. Itulah sebabnya di bumi Pancasila ini sering muncul undang undang dalam bidang perekonomian utamanya yang berasal dari pihak asing. Jelas undang undang itu bukan hanya tidak sejalan dengan Pancasila dan bahkan bertentangan. Itulah sebabnya sistem ekonomi kita muncul selain berwajah sangar dila neolib dan berutal. Pemiskinan masyarakat nanti adalah produknya.

Dosa ini terus berlanjut dari periode ke periode dari rezim ke rezim dan jumlah dan kualitas kesengsaraan masyarakat meningkat, masyarakatpun ingin protes tetapi mereka tidak tahu bagaimana protesnya, lalu mereka membungkus protes itu dengan agama, lalu dituduh makar, lalu dituduh anti kebinekaan, anti Pancasila serta juga dituduh sebagai sumbu pendek. Serta berbagai cercaan lainnya. Padehal aslinya mereka adalah prtes atas ketidakbecusan para pihak yang terlibat menetapkan keputusan.

Kita berharap mereka yang terlbat dalam menetapka keputusan segera merubah cara kerja mereka agar lebih profesional, jangan gampang menuduh masyarakat dengan tuduhan keji sementara sebenarnya mereka ingin memprotes sesuatu yang mereka tak paham tetapi mereka rasakan. Yang mereka rasakan adalah ketetapan ketepan Pemerintah yang semakin hari semakin mencekik lwhwr.

Bagaimana mungkin regulasi yang hasil belian penguasa ekonomi nasional diringkat puncak yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dan kelompok akan mensejahterakan masyarakat. Masyarakat tak tahu siapa saja yang terlibat dalam penetapan regulasi yang ditawarkan oleh penguasa ekonomi nasional dan apalagi mereka konon sanggup mengeluarkan dana besar guna sehera disyahkannya regulasi itu. Sepertinya para pejabat kita masih belum menyadari situasi buruk yang bakal membunuh rakyat kecil ini. Semoga saja mereka semakin hari semakin profesional, bila tidak maka kita akan matyoi saling berhimpitan dalam kesu;litan, karena kita ini sedang ada yang menjualnya. Asragfirullah.

Sabtu, 10 Juni 2017

"SOMBONG" PRESIDEN JOKOWI DITEGUR PERMADI



Sudah sering kita berharap agar Presiden Jokowi pidato cukup dengan membaca teks, jangan ditambah tambah dan jangan pula dikurangi dengan sarat naskah diperiksa lebih dahulu oleh tim yang representatif. Bukankah kita tahu Presiden Soekarno di kritik karena disebut sebut sebagai penggali Pancasila, karena kenyataannya banyak sumbangan dari pihak lain dalam membentuk pancasila sehingga daro Trisila menjadi Pancasila. Presiden Suharto dan rejimnya dikeritik habis habisan karena mereka merasa menjadi orang orang yang paling Pancasilais. Lalu mengapa Presiden Jokowi datang kemudian tetapi menempatkan diri diatas Sukarno dan Suharto bersama rejimnya, dengan mengatakan 'Saya Indonesia dan saya Pancasila'. Sombong keliwat liwat kata permadi pula.

Capek deh ....! Kata anak muda zaman sekarang. Mereka ituila Presiden Jokowi di atas Presiden Sukarno dan Suharto.  semua belajar Pancasila secara terstruktur di Kampus dengan bimbingan Guru Besar dan tidak sedikit yang menjadian Pancasila sebagai bahan penulisan skripsi, thesis atau Disertasi. Mereka sangat paham dengan betapa mulianya Pancasila itu manakala dapat terlaksana. Oleh karenanya hingga era sekarang ini sejatinya belum ada seorang Presidenpun mampu memimpin dalam melaksanakan Pancasila itu secara utuh, bahkan tidak berlebihan manakala ada yang mengatakan bahwa para impinan selama ini secara tak sengaja keliru jalan sehingga bukan melaksanakan melainkan justeru keliru dan  telah merong rong Pancasila seperti apa yang diterima  anak bangsa dari  dunia pendidikan.

Tumabngnya Presiden Suharto dari tampuk Pemerintahan membuat Pancasila nyaris berantakan karena dianggap omongkosong belaka, karena Presiden Suhato menjadikan dirinya sebagao sosok yang telah melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen. Karena Suharto tak mampu membuktikan bahwa direinya sebagai sosok manusia yang Pancasilais
Saya ingat pada saat itu ketika dilaksanakan Ujian Akhir Nasinal ada sejumlah pertanyaan tak perlu di jawab, Pada saat saya mengikuti pelatihan saya tak lagi diharuskan menghapal butir butir Pancasila sebagaimana keharusan yang dilaksanakan mereka pada angkatan terdahulu, butir butir Pancasila oleh Soeharto harus dihapal menjadi sederetan kata tampa makna, apalagi butir butir Pancasila pada saat itu  diambilkan dari saripati falsafah Jawa, yang justeru bermasalah ketika diajarkan kepada mereka yang kurang familiar dengan falsafah Jawa,

Kini Presiden Jokowi melancar politik agar dirinya dicatat oleh bangsa sebagai Pancasila, Walaupun Presiden Jokowi datang belakangan tetapi terkait Pancasila posisinya di atas Sukarno dan Suharto. Sementara Sukarno hanya sebagai penggali dan bermasalah, dan Suharto hanya sebagai pelaksana juga bermasalah, maka Jika Priden Jokowi ibngin dicatat sebagai Pancasila itu sendiri maka dipastikan akan mengundang masalah yang lebih besar.

Mengapa Jokowi tiba tiba ingin memiliki nama besar itu, apakah beliau tidak belajar dari kasus Sukarno dan Suharto yang ingin melekat lekatkan dirinya dengan pancasila walau sebatas penggali dan pelaksana. Terlalu berat Presiden Jokowi untuk memposisikan diri dalam Pancasila, bila beliau tak ingin disebut sombong oleh semua pihak.

HABIB RIZIQ DI FITNAH, HABIB RIZIQ DI BENCI ?



Paska kekalahan ahok 3 : 0 , gol pertama kalah pilkada, gol kedua dihukum 2 tahun dan gol ketiga cabut permohonan naik banding, ditengah gol bruntun itu maka muncul penyidikan lebih intensif dan akhirnya Firza Husen dan Habib Riziq Syihab dinyatakan sebagai tersangka kasus pornografi. Dan di lain pihak tentu tidak tinggal diam, maka terbitlah video tersebut di atas saya sudah tonton video ini berulang ulang. Dengan keawaman dalam hal hukum dan IT. ITE saya tetap bersimpati kepada Habib Riziq Syihab sebagai pihak yang difitnah besar besaran. Tidak mudah bagi kita menangkap kebenaran.

Tetapi dalam kasus ini dan video ini saya merasa tak semakin pintar, saya banyak gagal paham, mengapa tiba tiba seolah dalam hal ini nampaknya Habib Riziq bukan berpekara dengan Ahok yang merasa mendapat perlakukan kurang adil, tetapdan diyakini milik Habib Riziq. i kasus ini akan lebih antara Kepolisian VS Habib Riziq. Sebagai orang yang awam tentang hukum dan IT sekali lagi saya katakan simpati saya jatuh ke Habib Riziq. mungkin lebih disebabkan karena Habib Riziq dalam kasus ini banyak dizalimi. Terus terang banyak pihak yang membutuhkan waktu panjang untuk menangkap kebenaran, dan itu termasuk saya.

Semula saya berfikir isi video ini adalah seratus persen fitnah, tetapi acara, demi acara, pembahasan demi pembahasan ditayangkan berbagai televisi, maka kasus ini semakin terang benderang, tetapi yang terang benderang bukan kasus dan pelanggarannya, melain terang benderang rekayasanya. Ini dari kacamata awam, yang hampir dapat saya pastikan bahwa saya banyak tidak pahamnya. Kalau saja kita yang awam disuruh menyelesaikan kasus ini maka yang akan kita cari dahulu adalah pembuat atau mengedar gambar gambar porno serta monolog telepon dan WA. Dengan demikian akan ketahuan apakah gambar itu rekayasa.Kecuali bila memang gambar itu didapat dari HP Firza Husen dan Riziq Sihab. Apalagi tiga buah HP Firza Husen memang sudah lama di sita, sedangkan konon HP Riziq di dapat dari pasar lowak

Dengan mudah sekali orang akan menuduh kepolisian terlibat dalam penyebaran gambar porno karena balladacintahabib dibuat setelah HP ada ditangan kepolisian, lalu dengan enteng orang menuduh Kepolisian terlibat penyebaran, ini akan merusak wajah Kepolisian. Ini benar benar akan merusak kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian dalam waktu yang lama, tak mudah orang akan disembuhkan dari kecurigaan ini, Namun demikian bangsa ini membutuhkan Polisi yang dapat dipercaya, diharap kita mampu mewujudkannya.

Yang sangat mengejutkan kita ternyata adalah sangat mudahnya merekayasa sebuah gambar, jangan hanya gambar foto, nampaknya anak anak SMP pun ada yang mampu memindahkan wajah seseorang yang baik baik ke wajah seorang yang sedang telanjang. Gambar gambar seperti sudah lama beredar di medsos, Terus terang salah salah kasus ini selain bisa memecah belah bangsa tetapi juga bisa membuat orang tak percaya kepada aparat. Semoga kita bisa bekerja lebih jujur dan membangun keutuhan bangsa dengan cara menegakkan keadilan dalam menegakkan hukum. .

Jumat, 09 Juni 2017

Ikutilah Ulama yang tidak disukai kafir dan munafik



Sebenarnya tak begitu sulit untuk mencari ulama yang patut diiukuti dan ulama seperti apa yang kita harus menjaga jarak, gampang sekali maka kita harus ikuti ulama yang paling dibenci oleh kafir dan munafik. orang orang kafir dan munafik sangat menyukai ulama yang tidak konsisten, sikapnya gampang berubah, kadang begini dan mudah pula berganti begitu.dia tidak konsisten dan akan sangat tergantung atas kemanfataanya dari sudut pandang sempit. Berimam kepada ulama yang tak konsisten pasti akan mnyesatkan.

Untuk pada saat ini ulama yang paling dibenci oleh orang kafir dan munafik adalah Habib Riziq. Habib Riziq adalah ulama yang paling konsisten dengan sikapnya berdasarkan al-Quran dan haddits oleh karenanya maka tugas kita sebagai jama'ah yang awam ini adalah ikuti dan berpeganglah kepada berbagai prinsip yang diajarkan ulama yang paling dibenci oleh kafir dan munafik itu.secara konsisten.

Sebagai ulama yang paling dibenci oleh kafir dan munafik maka sudah barang tentu ulama yang bersangkutan diterpa oleh berbagai ejekan, fitnahan dan bahkan ancaman, semisal kriminalisasi atau semacamnya. Sebagau ummat yang diajarkan untuk menjadi pengukut ulama terbaik pada saatnya tentu kita tidak boleh tinggal diam, setidaknya kita berdoa untuk beliau,

Bagi yang gemar menggunakan medsos semaca fecebook umpamanya maka janganlah memberikan like kepada kabar fiyah atau gambar meme keda ulama yang bersangkutan itu apalagi akan mengkomentarinya. Tetapi sebarkanlah berita yang benar terkait ulama kita itu. Mana ada orang yang membuat status tetang berita yang benar terkait ulama kita maka setidaknya berikanlah like tetapi lebih baik lagi bila berkomentar mendukung. Karena status yang banyak like atau komentar akan membuat status tersebut tetap berada dipaling atas dan muncul.

Sekali lagi bahwa agama mengajarkan bahwa ulama yang paling dibenci oleh kafir dan munafikberarti ulama itu sesungguhnya di mata Tuhan adalah ulama terbaik dan kita diperintahkan untuk mengikuti ula yang bersangkutan.

Pimpinan Islam Jangan Pragmatis.



Masalah kepemimpinan Islam memang bukanlah menjadi permasalahan pokok dalam pembicaraan dua pakar politik dan ekonomi ini,masalah kepemimpinan Islam disentil sedikit oleh Razal Ramli sebagai pakar ekonomi. Tetapi saya ingin mengajak kita berprasangka baik kepadanya. katakanlah sebagai pakar ekonomi beliau sangat berharap banyak kepada NU dan Muhammadiyah. Bisa saja kita tak setuju kenapa hanya NU dan Muhammadiyah saja. sedang di luar kedua organisasibesar itu tetapi jumlah mereka sangatlah besarnya. Bisa jadi mereka lebih besar dari NU atau dari Muhammadiyah, walaupun mereka mungkin tak lebih besar dibanding NU dan Muhammadiyah.

Marilah kita mengerucut kepada pernyataan Rizal Ramli bahwa kegagalan pimpinan Islam menghantar ummat untuk bisa naik kelas seperti apa kata Buya Syafii Maarif. Apakah kesulitan ummat dan para politisi kta untk menjadi negarawan kurang mendapat dukungan dari kepemimpinan agama Islam. Di mana kepemimpinan para pemimpin Islam dalam hal ini NU dan Muhammadiyah selama ini adalah karena para pemimpin Islam banyak yang bersikap fragmatis.  Menurut Rizal Ramli nampaknya Muhammadiyah akan lebih dahulu meninggalkan sikap fragmatisnya ketimbang pimpinan NU.

Saya pastikan masih akan terjadi diskusi dan pro kontra dalam masalah ini, tetapi masalah ini tentu tak boleh kita leawatkan begitu saja, karena ini masalah yang sangat penting, kalau benar sikap pragmatis ini akan menghambat berkembangnya organisasi organisasi berada dibawah kedua organi besar itu. Sebut saja ada IMM, ada PMII, ada IPM ada IPNU, ada Pemuda Muhammadiyah dan Anshor dan sebagainya, organisasi organisasi  yang mengunderbou kepada kedua oraganisasi itu akan mengalami rusak dan membutuhkan waktu panjang untuk memperbaikinya manakala pimpinan mereka di organisasi induk masih menampilkan kepemimpinan yang fragmatis. kepemimpinan yang faragmatis berarti sikap yang berpindah pindah sikap dan tidak berpihak kepada kepentingan ummat.

Kamis, 08 Juni 2017

lEKSPRESSI KEKUASAAN



Tidak perlu pintar dan sekolah tinggi tinggi sekedar untuk merasakan ketidak adilan Penguasa. Seperti apa yang dilakukan oleh sejumlah Satpol PP ini. mereka mempertunjukkan bagaimana mereka menggunakan kekuasaan dan kewenangan untuk dirubah menjadi kesewenang wenangan. Pedagang kecil yang besar kemungkinan berpendidikan rendah dan hampir juga dapat dipastikan bukan dari mereka yang memiliki daya intelektualitas yang tinggi. tetapi dia pasti mampu merasakan sakitnya tendangan pijakan sepatu yang dikenakan oleh para satpol PP ini (lihat vedeonya) Tarok kata kurban benar benar mereka obati, tetapi sesungguhnya mereka yang seharusnya menegakkan hukum, justeru melanggar hukum, dan sudah barang pasti yang ditimbulkan adalah kebencian keopada penguasa.

Mereka yang memiliki kewenangan dan kekuasaan sepertinya masih bingung bagaimana memnggunakan kewenangan itu, kewenangan nampaknya baru pandai mengacu kepada prilaku Pemerintah kolonial dahulu. Kewenangan itu digunakan untuk sepenuhnya menguasai masyarakat.
Setiap yang mendapatkan kepercayaan untuk berkuasa, lantas saja memanfaatkan kekuasaannya untuk mencari keuntungan pribadi, dengan meniru kebijakan kerajaan kecil masa lalu yang hanya pandai memeras rakyat kecil dan menghamba hamba kepada Raja Kerajaan besar.

Jelas mental seperti ini harus segera dirubah. Di negara negara maju seorang Walikoa terpaksa dihadirkan di Pengadilan manakala ada masyarakat di wiulayahnya lantaran cidera akibat jalan yang rusak atau  sedang diperbaiki karena ini meruapakan keteledoran dari Sang Walikota. Tidak demikian di Nahagara berkembang manakala ada kecelekaan pada jalan berlubang yang sedang diperbaiki atau dibiarkan menganga itu adalah salah sendiri. Tak pernah ada rakyat yang berani menuntut pertanggungjawaban dari Walikotanya.

Mungkin saja para pejabat tinggi tidak lagi sekasar itu, tetapi bagi petugas ujung tombak seperti apayang dipertontonkan oleh Satpol PP dalam vedeo ini adalah merupakan ekspressi kekuasaan dari sebagian penguasa yang tersisa. Kita membutuhkan waktu untuk bisa merubahnya.

PANCASILA INI BELUM DILAKSANAKAN , JADI JANGAN ADA YANG MENGAKU PALING PANCASILAIS



Berhentilah berteriak mengaku paling Pancasilais karena hingga saat ini Pmerintah sejak dahuklu hingga kini masih mengalami keliru dalam memahami Pancasila dan apalagi melaksanakannya. Sangat mudah mengukurnya, yaitu  dari segi ekjonomi kita belum juga sejahtera, banyak mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan. hanya dua puluh persen mereka yang benar benar menikmati hasil pembangunan ini. Dan Pemerintah keliru memilih sikap politik sehingga jsteru sebagain besar masyarakat merasa tertekan oleh politik Pemerintah. Itu semua  terjadi karena Pemerintah keliru memahami Pancasila dan apalatah lagi melaksanakannya. Demikian kesimpulan kedua fakar ini, yakni Prof. Salim Said Pakar Politik dan  Pakar Ekonomi Rizal Ramli.

Pancasila itu baru bisa dilaksanakan manakala bangsa ini telah mencapai peradaban yang tinggi, demikian pula demokrasi sebagai salah satu unsur dari Pancasila. Pancasila itu bukanlah sesuatu yang cukup dipidatokan. Tetapi Pemerintah harus berusaha mencapai peradaban yang tinggi . Dengan Peradaban yang tinggi itu. Peradaban yang tinggi itu akan tercapai manakala bangsa ini telah mencapai kesejahteraan.

Peta kasar secara keonomis bisa dijelaskan bahwa 20% adalah mereka yang mampu menikmati dan mengakses hasil pembangunan. sekitar 40% berada dikelas menengah, dan sekitar 40% bahkan cenderung naik berada di bawah garius kemiskinan yang hidupnya bermasalah. Kekeliruan demi kekliruan dilakukan Pemerintah maka tingkat bawah cernderung berkembang mengurangi jumlah kelas menengah. Hal ini diakibatkan oleh kekeliruan Pemerintah.

Pada saat ini Pemerintah nampaknya lebih cenderung memihak ke mereka yang berada kels bagian atas sementara politik dan nafsu mereka yang berada di kelas atas itu justeru mempertunjukkan kerakusan mereka  Para penguasa ekonomi kita sepertinya bersikap seperti manusia yang tak pernah kenyang dan puas, mereka berusaha menelan masyarakat miskin. gagasan gagasan mereka hanya selalu akan membuat bangsa ini sengsara.

DARI GERUDUG HINGGA PERSKUSI



Grudug dan Perskusi itu walaupun baru diributkan sekarang, tetapi sesungguhnya sudah lama terjadi sejak kediaman SBY didatatangi sejumlah mahasiswa dan melakukan demo di kediaman pribadinya hingga seisi rumah ketakutan karenanya, mereka semua pucat pasi atas kejadian menyeramkan yang tak di sangka sangka. Berdasarkan berita yang viral  katanya kekuasaan ada dibelaknag para mahasiswa itu. Aneh bin ajaib kok ada Penguasa ikut ikutan demo menggeruduk rumah rakyat. Untung pristiwa memalukan ini segera  sirna ditelah hiruk pikuk perpolitikan, tetapi para pengamat tidak berhenti berucap. Itu katanya lantaran SBY sebagai rakyat terlampau nyinyir mentuit sehingga penguasa tersinggung. Entahlah.

Yang kedua gruduk dan  perskusi dilakukan oleh ormas yang mulai berani dan tega membubarkan pengajian pengajian, terjadi secara berulang ulang sejumlah anggota ormas menggeruduk lokasi pengajian dan memerintahkan untuk mengehntikan dan membubarkan pengajian. Belakangan ada juga diketahui mereka yang berpakaian seragam aparat ada dibelakang massa  yang menggerudug dan membubarkan pengajian. Ini berlalu begitu saja tampa ada yang protes protes secara berarti.

Kini masuk kali macam yang ketiga aksisnya sama geruduk dan perskusi terhadap mereka yang nyionyir menghina agama dan ulama. Di lakukan oleh kelompok yang bisa ditebak, yaitu yang sangat menghargai ulamanya. Tetapi kali ini mereka berhadapan dengan penguasa. Nampaknya kaliini penguasa sedang berpihak kepada kebebsan berskspressi oleh karenanya maka Pemerintah sangat mengutuk keras geruduk dan Persekusi.

Beda, jika yang pertama dan kedua justeru didukung oleh Pemerintah, tetapi yang ketiga adalah menunjukkan perubahan dimana Pemerintah menunjukkan ketegasannya. Tidak main main ancaman Pemerintah sangat serius akan melawan dan menumpas mereka yang mengancam kebebasan berekspressi. Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh pihak penguasa. mereka yang menggeruduk mereka yang menghina agama dan ulama. Nanti apa yang terjadi apakah dengan kebijakan penguasa ini akan menyuburkan penghinaan kepada agama dan ulama atau bagaimana.

Apalagi diantara mereka yang digeruduk, setelah diketemukan pelakunya ternyata adalah anak yang baru berusia 16 tahun. Tetapi memang kenyataannya  banyak anak anak yang nyinyir mnghina ulama dan agama itu adalah anak anak, karena mereka yang dewasa justeru menggunakan akun bodong  dalam menghina agama dan ulama. mereka yang hanya ikut ikutan saja yang menggunakan akun resminya. Sementara mereka yang menggunakan akun bodong sulit diketemukan, dan mereka inilah sesungguhnya penjahat besar, mereka itu tetap akan melakuklan kejahatannya, lalu perlukah kita melindunginya dengan UU yang sepertinya masih belum mampu berbuat untuk kesejahteraan bangsa.

WAHAI KEPOLISIAN MOHON UCAPKAN SUMPAH MUBAHALAHMU



Orang orang  bodoh dan wam lagi miskin sedang mendapatkan suguhan yang luar biasa anehnya dari Pemerintah yang dalam hal ini Kepolisian. Tetapi karena Kepolisian adalah mutlak sesuatu yang harus wajib kita hormati karena Kepolisian adalah aparat Pemerintah yang pasti berada dalam posisi yang benar, terlepas dari guyonan yang sering muncul di masuarakat bahwa tak jarang pesakitan yang disiksa hanya sekedar agar Ia mengaku. Itu ceritahulu zaman dahulu, sekarang kini tak begitu lagi hendaknya.

Baik pernyataam Kepolisian maupun Habib Riziq kini telah memasuki babak yang mulai mengerikan. Andaikan saja Habib Rizik belum pernah mengucapkan sumpah Mubahalah, maka oke ... kita tak segan segan membela Kepolisian. Selaku ummat Islam maka kita tak pernah menganggap sumpah mubahalah itu main main, karena Rasul juga melakukan, Barangkali ada sedikit ketenangan  di hati sanubari ini manakala Kapolri dan jajarannya bersama mengucapkan Sumpah Mubahalah seperti apa yang diucapkan Habib Riziq. Sebab bila Kepolisian tidak berani mengucapkan itu maka jangan terlalu disalahkan manakala dalam hati kecil maka sebagain besar ummat Islam akan memihak kepada Habib Riziq, setidaknya dengan doa.

Memang tidak bisa dipungkiri, ada sebagian ummat Islam yang mengambil posisi berseberangan dengan Habib Riziq, mereka itu seolah yakin betul bahwa Habib Riziq benar benar menjadi pelaku chating porno, walaupun selama ini tidak pernah ada suata Habib Riziq dalam rekaman telepon, tak ada juga gambar Habib Riziq dalam chating yang dihebohkan itu. Lalu apa dasar mereka ikut ikutan Kepolisian menuduh Habib Riziq dengan mengurbankan tujuh keturunan untuk menerima siksa manakala ternyata tuduhan itu hanya fitnah. Apa benar keuntungan mereka ikut ikutan menududuh Habib Riziq. Sekali lagi keluarga dan keturunan yang mereka pertaruhkan.

Kita tidak tahu akan bagaimana ujung drama ini, apakah ini awal mula perpecahan kita, alangkah bodohnya kita manakala kita pertaruhkan bangsa ini hanya pasal pacaran antara laki laki dan perempuan, jika mereka benar benar pacaran seperti yang dituduhkan. Betapa bodohnya kita ini bila keutuhan negara akan kita pertaruhkan hanya sekedar karena rekaman telepon monolog, konon telepon itu antara Firza Husen dengan Kak Ema, tetapi Kak Ema tak bersuara.  Lalu pasal Ema berpoto tampa busana, dan tak diakui oleh Firza. Maka berdasarkan bukti bukti yang masih simpangsiur itu di mana pula posisi Habib Riziq, dalam kasus ini tak jelas.

Ada selentingan yang wanita itu melepas busana katanya atas dasar permintaah Habib Riziq, apakah sudah didapatkan bukti, jangankan  bukti permintaan dari Habib Riziq melepas busana, gamar tampa busana itu sendiri  gak diakui oleh yang sangkutan. Posisi baru mendapatkan dukungan para ahli IT yang secara serampangan megatakan gambar itu adalah asli bukan editan.

Kepolisian sangat tidak mempersoalkan dari mana gambar itu muncul, dan siapa pengunggahnya yang pertama. sebetulnya kerjaan yang sangat gampang dilakukan Kepolisian manakala memang benar ingin menegakkan kebenaran. Tetapi nampaknya benar kata berita liar bahwa Habib Rizik itu sedang dijadikan target. Benarkah Walloha a'lam bishowab. Tetapi akan plong rasa dihati ini manakala Kepolisian juga melakukan sumpah mubahalah, dan jelas kami tak akan ikutan dan netral saja, Tetapi bila Kepoliaian juga menyatakan sumpah Mubahalah dan mempertaruhkan keluarga dan tujuh turunan manakala itu hanya fitnah, maka hati ini akan plong. Bila tidak maka jangan kecewa bila sebagian besar ummat Islam hatinya cenderung ke Habib Riziq yang sedang disiksa batinya.

Selasa, 06 Juni 2017

BELAJAR BERDOA DARI FRANS



Berdoa itu jangan main main, Belajarlah dari Frans ... seorang aktivis Ahokers yang mendoakan yang terburuk bagi Amin Rais, dia meminta kepada Tuhan agar menghadiahi Amin Rais sakit Strok, doa itu dibagikannya melalui statusnya di media sosial. Berharap abar teman temannya mengaminkan doanya. Kita tidak tahu apakah teman temannya telah mengaminkan doa itu atau minimal like pada statuis Frans Entahlah.  Tetapi beberapa hari kemudian justru Fran dikabarkan oleh temannya melalui acunnya bahwa Frans mengalami Struk persisi seperti doa yang ditujukannya untuk Amin Rais. Mengetahui hal tersebut keluarga Amin Rais buru buru memaafkan apa yang dilakukan Frans manakala di mata Tuhan Frans salah. Tetapi tetap saja Fran koma tak kunjung siuman. Marilah kita ambil pelajaran berharga dan bahkan sangat mahal ditebus Frans.

Frans termakan oleh doanya sendiri kata kata netizen. Enathlah, Frans memang mengalami pecah pembuluh darah. Jadi jangan main main kepada Tuhan. Doa itu adalah keinginan melibatkan Tuhan dalam menginginkan atas sesuatu, maka sebaiknya doa itu adalah memintakan sesuatu yang terbaik. Bagi seorang Muslim, maka berdoa itu harus seperti yang dicontohkan oleh Rasul, dan ada juga yang diabadikan dalam al-Quran, doa doa itu adalah doa dari beberapa orang Nabi dan Rasul kenamaan, seorang nabi atau Rasul disebut kenamaan karena beratnya cobaan yang dihadapinya. Yaitu manakala Nabi dan Rasul terpaksa memanggul senjata untuk membela diri.

Adfa juga doa yang biasa dilakukan oleh ulama ulama tertentu, doa ulama tertentu ini sangat baik kita ikuti manakala ulama yang bersangkutan dimulaiakan ummat. Jadi kita harus paham betul bagaimana etika berdoa, karena doa itu akan melibatkan Tuhan. Jangan mendoakan yang buruk buruk kepada seseorang, apalagi orang tersebut ternyata lebih dekat kepada Tuhan dibanding kita, maka mana mungkin Tuhan lebih memperhatian permintaan kita yang lebih kotor dibanding mereka yang lebih bersih dan terpelihara. Marilah kita belajar kepada pristiwa yang mengandung pelajaran dari apa yang dialami oleh Frans ... semoga Frans cepat sembuh dan Frans mampumemperbaiki dirinya sendiri agar lebih baik dan lebih dekat kepada Tuhan.

Medsos Telah memakan Korban



Fatwa Majelis Ulama tentang hulum memanfaatkan medsos untuk membunuh karakter seseorang akhir keluar juga, semoga fatwa kali ini tidak memamncing mulut nyioyir banyak berkicau seperti beberapa fatwa sebelumnya, karena kita sudah sangat menghawatirkan pembuniuhan karakter para tokoh tokoh yang selama ini sangat kita hormatai yang dikuliti habisa habisan.

Kita masih ingat betapa merajalelanya hoax atau berita bohong disebarluaskan melalui medsos demi untuk mengancurkan nama seseorang pada saat terjadi Pemilihan Presiden yang lalu, Dan kita semua tahu siapa yang di bully dan siapa yang membully siapa. Dan tidak terlalu sulit untuk melacak siapa yang melakukan aksi dan siapa pula yang melakukan reaksi di suatu hoax dan siapa pula pada hoax lainnya. Pasti. pada saat itu kebenaran sama sekali tak dijunjung tinggi. Anehnya berita hoax itu secara otomatis terhenti pada saat Pemilihan Presiden Usai, nampaknya memang berita hoax itu adalah sepesial Pilpres.

Dengan hoax di  medsos nampaknya kebenaran itu adalah sesuatu yang sering disuarakan. Walaupun sejatinya itu sebuah kebohongan yang nyata, tetapi manakala itu selalu disuarakan secara berulang ulang, maka lama kelamaan orangpun akan mengira bahwa itu adalah kebenaran juga adanya. Maka berdasarkan teori itu maka da pihak pihak nampaknya seperti sengaja membentuk tim cyber untuk menyebar hoax. Dan hasilnya bisa kita lihat sendiri. Bhwa kurban bully di medsos itu tak akan mampu banyak berkutik, akan hancur sehancur hancurnya, sehingga tak lagi memiliki derajat kemulyaan di mata masyarakat.

Akhir akhir ini masyarakat nampaknya tak menyukai fatwa MUI dan melalui medsos para pemilik akun bodong melakukan penyerangan untuk membuat fatwa MUI itu menjadi kehilangan makna. Kita lihaat saja bebarapa hari ini akan muncul reaksi nyinyir, kalau tidak membully fatwa MUI maka justeru fatwa MUI dimanfaatkan untuk menelanjangi tokoh tokoh tertentu yang tidak mereka sukai. Kita tidak tahu akan menjadi apa bangsa ini nantinya, manakala semua pihak merasa benar sendiri, akan lebih berbahaya lagi manaka pemangku kekuasaan merasa menjadi pihak yang paling benar, Padahal seharusnya kita anggap aturanlah yang kita jadikan kebenaran yang kita junjung bersama.


Kamis, 01 Juni 2017

KEJAHATAN DUNIA MAYA JUGA TERINSPIRASI DARI MEDIA MASSA DAN PERNYATAAN PEJABAT.



Sebenarnya sudah lama sejumlah pejabat Pemerintah dan tak kurang juga Bapak Presiden Jokowi yang mengeluh bahwa media sosial telah kehilangan rasa sopan santun dengan cara menulis seenaknya di FB, WA, Line, BBM, Twiter dan lain lain. Tentu dengan bahasa bahasa yang kotor serta tidak senonoh, bahasa yang sangat tidak layak diketengahkan di umum. Serangan buruk seperti serentak dilakukan, dan yang paling banyak ditujukan adalah untuk mencerca agama dan ulama. Akhirnya karena nampaknya juga pihak Pemerintah seperti tidak ada upaya mencegah dan menindak para pembuat perbuatan yang menjurus biadab ini, sampai akhirnya ada pihak yang merasa melakukan pencegahan mencari sendiri aiapa pelaku, ditemui di rumahnya, dipaksa membuat pernyataan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kejinya. Atau bila perlu langsung di bawa ke Kepolisian. Cukup efektif, kini orang orang menjadi ketakutan untuk membuat status menyerang agama dan ulama.

Terlepas dari benar apa salah sipemburu pembuat status biadab ini,hasilnya cukup efektif, banyak mereka yang jera.Tetapi memang masalah ini masih bisa diperdebatkan, karena dalam waktu bersamaan ada pihak yang mengatakan bahwa orang boleh membuat status apa saja karena itu merupakan kebebesan ekspressi yang dilindungi oleh undang undang. Kita berharap dalam masalah ini bangsa ini akan mencapai kesepakatan yang adil.

Di tengah penantian bagaimana tindakan penegah hukum yang dirasakan adil itu, maka yang paling mengejutkan adalah pengakuan seorang netizen dari Padang Sumbar, beliau adalah seorang doketr yang bekerja di sebuah Runah Sakit kenamaan. Statusnya mencerca ulama secara keji. Yang paling mengejutkan adalah pengakuannya bahwa apa yang ditulisnya tidaklebih dari apa yang viral diberitakan di media massa dan ucapan ucapan pejabat Kepolisian sebagai sumber informasi dan sumber inspirasi. Pengakuan netizen yang dokter wanita nana cantik ini akan membuat kita semua menjadi terhenyak, nampaknya  Pemerintah lewat pejabat serta media massa adalah merupakan sumber inspirasi prilaku buruk para netizen ini.