Rabu, 09 Agustus 2017

BUKAN HANYA FPI UMMAT ISLAM SIAP MEMBELA DIRI



Memperhatikan sikap Partai Nasdem lewat berbagai tokohnya maka bisa disimpulkan bahwa Memang Partai Nasdem telah menyetujui dan merasa tidak ada sesuatupun ucapan Victor Bungtilu Laiskodat, yang menyalahi kebijakan Partai termasuk diantaranya rencana akan melakukan pembunuhan massal terhadap ummat Islam. Belajar dari praktik praktik penggerudukan yang dilakukan pihak pihak pada akgir ini, maka tidak ada salahnya bila ummat Islam lebih waspada siapa tahu gertak Victor dan Nasdem tidak main main dengan ancaman mereka itu Kita tidak Tahu apa yang sedang terjadi di Partai Nasdem. Walaupun bila memang benar terjadi, maka pihak Kepolisian yang akan bertindak, tetapi tidak salahnya jika kita lebih berhati hati.

Maka yang pertama kepada para politisi Islam, yang masih memiliki komitemen keislaman, agar lebih berhati hati dan waspada dan berjaga jaga, siapa tahu ucapan Victor bukan hanya gertakan dan memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pembunuhan massal seperti yang diisyaratkan dalam pidatonya. Bisa saja tampa sepengetahuan kita praktek preman berpolitik sudah berkembang sedemikian rupa. Manakala  ada informasi penting maka segera disebarluaskan antar sesama muslim agar lebih waspada dan serentak melapor kepada pihak Kepolisian.

Demikian juga Ormas Islam hendaknya lebih meningkatkan konsolidasi internal serta memperlancar komunikasi antar sesama sehingga memiliki informasi yang terkordinasi, dan tidak terpengaruh oleh informasi liar yang menyesatkan, agar jangan sampai massa organisasi melakukan tindakan sendiri sendiri tampa koordinasi. Pimpinan organisasi juga harus melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan pihak keamanan manakala Partai Nasdem benar benar melakukan tindakan berutalnya melakukan pembunuhan massal.

Ummat Islam secara keseluruhan hendaknya saling merapatkan barisan, Lupakan semua perbedaan perbedaan kecil antar sesama ummat Islam dan bersatulah untuk saling melindungi antar satu dengan yang lain agar terhindar dari kenekatan Victor Bangtilu Laiskodat siapa tahu ini benar benar dilaksanakan, Melalui pimpinan ormas yang ada diharap koordinasi dengan kepolisian serta pihak Keamanan lainnya, jangan terjadi hal hal yang merugikan bangsa.

Sebenarnya saya sendiri tidak yakin hal ini akan terjadi, karena di lingkungan Nasdem kta lihat masih banyak tokoh tokoph yang selama ini kita kenal sebagai warga negara yang baik yang memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. terus terang Victor Bangtilu Laiskodat ini kita lihat agak aneh dan bukan seperti Nasdem yang selama ini kita tahu. Tetapi kita akan menjadi bimbang manakala benar apa isi pidato Victot dan benar pula Partai Nasdem mendukungnya, maka kita jadi bimbang.

Harapan kita ummat Islam tidak membalasa ancaman Victor ini dengan cara yang sama pula. Serahkan segala sesuatunya kepada pihak yang berwajib. Perasaan kita dalam menyimak pekabaran  akhir akhir ini kita seperti berada di negara entah berentah. Bukan seperti Indonesia yang selama ini kita rasa.


Ummat Islam Wajib Jelaskan Apa Itu Khilafah Islam



Walaupun Nasdem Lewat Victor Bungtilu Laiskodat sudah menabuh genderang perangnya dengan istilah "Membunuh Sebelum DiBunuh" sebaiknya pernyataan yang menggila itu harus ditanggapi secara waras dan wajar, yaitu "Selesaikan Lewat Pengadilan"  Adalah merupakan tontonan yang juga mengasikkan manakala kita mendapatkan kesempatan juga untuk disuguhi jalannya persidangan seperti ketika dilaksanakannya Sidang Si Penista Agama, Ahok Cahaya Purnama, yang sampai saat masuk penjarapun belum mengaku bersalah. Tetapi Victor Bungtilu Laiskodat justeru selain menghina agama, juga mengajak perang dengan prinsip membunuh sebelum di bunuh. Dalam halini jelas Islam sangat disudutkan, ini bukan persoalan bagi keempat Partai yaitu Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN. Dan satu agama, yaitu agama Islam.

Namoaknya keberhasilan Pemerintah memenangkan konsep Perppu Keormasan dengan meniadakan campurtangan Pengadilan dalam membubarkan sebuah Ormas, maka mungkin banyak pihak tinggal sebut saja, maka saatnya Pemerintahj memutuskan sesuatu dengan berdasarkan Perppu Ormas. Benar perikdisi banhyak pihak bahwa dengan menggunakan dalih Perppu ini maka Pemerintahj setiap saat bisa memutuskan sesuatu tampa bukti, tampa saksi dan tampa memberikan kesempatan untuk membela diri melalui Persidangan Pengadilan.

Nasdem selaku partai Pendukung pemerintah memang sekarang sedang diatas angin, boleh bicara apa saja, dan boleh berbuat apa saja dengan dalaih Perppu tersebut. Namkan sekali para da'i dan pimpinan organisasi Islam nampak mulai jiri, mereka bimbang, namun di tengah tengah kebimbangan maka yang kita harapkan adalah munculnya sejumlah ulama yang memiliki kemampuan untuk menjelaskan apa batasan dan yang dimaksud dengan konsep Khilafah dalam Islam. Agar masyarakat tahu apa itu Khilafah. Manakala tidak maka ummat akan mengira benar pemahaman Victor Bungtilu Laiskodat, padahal pengertian yang diucapkannya adalah fitnah belaka.

Aoakah Islam denga  konsep khilafahnya itu sesuatu yang intoleran, melarang warga beragama lain selain Islam, melarang agama lain beribadah dengan cara agama masing  masing. Padahal sejarah menunjukkan tingginya toleransi agama Islam jauh melebihi praktek toleransi yang pernah ditunjukkan oleh agama lain. Maka jelaskanlah prihal konsep khilafah ini dengan penuh kebijaksanaan dengan menanggalkan, keinginan rasa untuk ikut berkuasa, tanggalkan bicara untuk keuntungan pribadi dan golongan, karena khilafah adalah nilai nilai luhur yang sangat dibutuhkan oleh bangsa yang majemuk ini karena dengan konsep khilafah, justeru keragaman akan terjamin di Indonsia ini, bukan sebaliknya seperti apa yang disampaikan oleh Victor Bangtilu Laiskodat sebagai konsep intoleran. itu hanya fitnah yang benar benar keterlaluan.

Senin, 07 Agustus 2017

Demikian Hinakah Khilafah Itu.

Jika memang pembubaran HTI itu atas rekomendasi NU, seperti yang diakui oleh Said Agil Siraj Ketum NU di berbagai kesempatan,  maka apa sih pengertian Khilafah menurut NU sehingga Khilafah yang diajarkan Islam itu menjadi demikian hinanya di mata Pemerintah dan sebagain politisi dan masyarakat. Dan walaupun HTI mewacanakan terlaksananya sistem Khilafah toh menurut HTI sendiri mereka tidak anti Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Penertian Khilafah itu sangat jauh melenceng bila menyimak pidato Politik Partai Nasdem yang disampaikan oleh Victor Laiscodat,Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI. Yang mengatakan bahwa manakala Sistem Khilafah diterapkan "Maka tak akan ada lagi agama selain Islam, semua harus sholat,  tak ada lagi yang boleh ke gereja" Pengertian Victor tentang Khilafah sangat jauh melenceng, sangat buruk. Siapa narasumber mereka, yang membuat mereka gagal paham terhadap nilai nilai keislaman itu.

Sebagai Muslim tidak ikhlas rasanya bila masih ada sebagian dari angsa ini yang memandang rendah terhadap ajaran Islam khususnya tentang Khilafah sehingga merasa perlu memukulgenderang perang terhadap sesama bangsa.  Ada baiknya Pemerintah agar tidak hanya mendengarkan rekomendasi NU saja tentang khilafah ini. Datangkan juga pakar Islam untuk menjelaskan apa itu khilafah dari Al-Quran dan hadits serta buku teks tentang khilafah, sebelum memutuskan bahwa ajaran Islam tentang adalah merupakan ancaman bagi Bangsa Indonesia khususnya dan ummat manusia umumnya. Sepengetahuan kami yang awam ini nilai nilai khilafah yang diajarkan oleh Islam justeru akan memperkuat keutuhan dan kualitas kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Sebagai bagian dari ummat Islam kita juga berharap sehubungan dengan perkembangan buruk terkait istilah khilafah akhir akhir ini maka diminta kepada para da'i, para ilmuan dan ulama untuk menjelaskan kepada ummat dan Bangsa tentang khilafah yang sebenarnya menurut ajaran Islam, sehingga masyarakat faham apa itu khilafah. Janganlah khilafah ini hanya dipandang dari kacamata kebencian belaka, sehingga mengakibatkan gagal paham.

Bila perlu maka selenggarakan farum atau majelis untuk membicarakan khilafah itu jauh dari  rasa kebencian, kepentingan pribadi atau golongan, kepentingan politik dan sebagainya, harus diselenggarakan pure agama Islam, sehingga didapatkan pemikiran yang klear tentang khilafah Islam. Kami yakin bahwa khilafah Islamiyah itu memiliki nilai nilai kemulyaan bagi bangsa ini, dan itu merupakan bagian dari Islam. Dan kami tak ikhlas dihina dan dicaci maki, dalam ketidak pahaman mereka.

PARTAI NASDEM HEBAT EUIII.



Genderang perang telah ditabuh oleh Partai Nasdem lewat Ketua Praksi nya di DPR. Ini sebenarnya jika benar apa yang diberitakan viral di media massa dan media sosial,  sebetulnya pekerjaan dan pemikiran gila ketika ada pejabat sekaliber Ketua Fraksi di DPR menyatakan akan mendahului sebelum di dahului. Tetapi harapan kita tentunya agar para pihak bisa bersabar, kalau memang ada pidato seperti itu maka selesaikanlah melalui Pengadilan seperti kasus Ahok. Tetapi bila tidak ada bukti dan fakta maka berdamailah. Apalagi keadaan ekonomi masyarakat sekarang ini seang sejatuh jatuhnya, di mana mana mengeluh sulit sulit sulit, maka janganlah ditambah tambah beban yang berat bagi rakyat ini dengan berbagai manuver politik. Tidakkah mau mengambil pelajaran dari kasus Ahok yang sudah ingkrah itu.

Banyak youtube terkait isi pidato telah terhapus dan tak lagi dapat dibuka, tetapi harapan kita pengadilan dapat membuka secara jernih persoalan, jangan segan segan menghukum Victor Laiscodat mana Ia berbuat teledor yang berpotensi mendatangkan kehancuran melalui kebencian. Tetapi jika memang tak terbukti maka nayatakan bahwa Victor tidak bersalah. Tegakkanlah hukum drngan cara seadil adilnya.

Jika memang MUI merasa keberatan dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Victor maka ajukan saja ke pengadilan. Demikian pula dengan Gerindra, Demorat, PKS dan PAN manakala ucapan Victor dianggap mencemarkan nama Partai itu maka ramai ramai ajukan gugatan. Kan msing masing sudah memiliki rekamanya.Tinggal nanti diuji apakah rekaman itu murni atau sudah di edit, dan kalaupun ada edit, maka itu bagianyang mana.

Jangan sampai mengangap ringan pidato pedas yang disampaikan Nasdem, karena akan menjadi preseden buruk. Bahaslah dari kata perkata dan dari kalimat perkalimat, jika memang ada kesalahan besar yang dilakukan oleh Victor dan putuskanlah mellui pngadilan yang seadil dilnya. Dan hargailah keputusan pengadilan.

Apapun bunyi alasan dan teorinya, sebagai rakyat kecil kami tak menginginkan kegaduhan, titik.

GADUH ITU YANG DIINGINKAN VICTOR, MENGAPA MUI TUNTUT PERMINTAAN MAAF.



Pihak MUI meminta Victor segera menyampaikan permohonan maaf kepada ummat Islam dengan alasan untuk menghindari kegaduhan yang tak perlu. Jelas himbauan MUI tak akan dilayani, karena memang pihak Victor justeru berharap kegaduhan. Dengan kegaduhan itu maka akan semakin jelas siapa lawan dan siapa kawan, siapa yang Panasilais dan siapa yang anti Pancasila, NKRI dan UUD 1945. Menurut Victor dan Nasdem langkah adalah dalam rangka mengimbangi kecerdasan Politik Presiden Jokowi bila perlu pihak Penguasa yang menciptakan kegaduhan, karena itu merupakan langkah cerdas yang harus dilaksanakan dan dipertahankan.

Adalah sia sia menghimbau Victor dan Nasdem meminta maaf karena yang diharapkan muncul justeru adalah kegaduhan itu. Mungkin langkah kepolisian mempertunjukkan kejituannya ketika menangkap sejumlah aktivis adalah merupakan strategi cemerlang yang ditempuh oleh Pemerintah sebagai Penguasa dengan dukungan sejumlah partai antara lain Nasdem bersama sejumlah partai lainnya sebagai Partai Pendukung Penguasa.

Politik kegaduhan waktu zaman penjajahan Pemerintah Kolonial Belanda dahulu memang sangat populer. Artinya Pemerintah Kolonial mengadu domba antar masyarakat pribumi agar terjadi kegaduhan, yang salah satu pihaknya merapat ke Pemerintahan Kolonial. Tetapi kegaduhan yang dimaksudkan oleh Vicytor itu adalah kegaduhan antara masyarakat dengan Penguasa. Bagi Victor kesdanggupan Pemerintah menciptakan gaduh itu selain kebenarnian yang selayaknya dipuji, juga itu adalah pertanda kecerdasana yang luar biasa.

Masih membutuhkan waktu yang panjang apakah thesis Victor dan Nasdem ini akan berhasil membangun kejayaan dengan teori rusak rusakan dahulu nanti kita sama ama berangkulan membangun membangun dengan memanfaatkan segala potensi yang tersisa yang masih ada. Tetapi bagi yang percaya dan bersimpati dengan teori Vicor ya silakan saja mau apa kalian ... tetapi saya yang bodoh ini tidak. Maafkan saya.

Minggu, 06 Agustus 2017

VICTOR L Politisi NASDE. Penguasa Mencipatakan Kegaduhan Itu Bagus



Seorang politisi Nasdem Victor Laiscodat sebagai Parpol Pendukung Pemerintah yang berkuasa berpendapat bahwa kegaduhan kegaduhan itu perlu diciptakan dan direkayasa, teori politisi yang satu ini cukup dangkal,yaitu bahwa dengan kegaduhan kegaduhan itu nanti akan bermunculan reaksi dan dengan munculnya reaksi itu maka Pemerintah tinggal menindak saja. Karena para penjahat anti Pemerintah tentu akan keluar dari sarang tampa diundang. Victor Laiskodar bukan hanya berteori, karena dia sendiri yang berusaha menciptakan kegaduhan dengan menyampaikan pidato yang kontroversi di NTB, nampaknya itulah strategi cerdas Jokowi yang berulang kali diouji oleh Victor sebagai politisi andalan Nasdem.

Pidato Victor yang sangat menyakiti Islam itu barangkali saja merupakan strategi cerdas Nasdem untuk memancing tokoh Islam untuk bereaksi, tentu dengan tujuan yang seperti dijelaskan, adalah munculnya reaksi para pihak yang tak sejalan dengan Penguasa. Manakala mereka terpancing maka akan menjadi terang benderang siapa siapa yang bisa dianggap berbahaya. Saya memahami apa yang disampaikan ahli politik ini dengan praktik kepemimpinan Presiden Jokowi yang gemar menangkap tokoh tokoh gaek yang sedang dalam perawatan dokter seperti Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Pamungkas serta nenek Sarumaet, yang ujung ujungnya dilepaskan karena takada bukti  itu.

Saya oramg awam tentang politik dan hukum, tetapi teman teman yang pemahamannya masih selevel keawamannya justeru merasa geli dengan apa yang dilakukan Kepolisian yang menangkap tokoh gaek yang sedang pada sakit di subuh buta yang seolah memang sudah memiliki bukti syah dan Negara dalam keadaan darurat. Tapi gak apalah, mumpung kuasa. Hanya harapan kami sebagai rakyat ini, jangan sampai penerapan politikserta taktik dan strategi ini tidak justeru menghancurkan kekohan bangunan persatuan bangsa, Itu saja, gak muluk muluk.


Selasa, 01 Agustus 2017

Agar anak anak mengenal Tuhan sejak Usia Dini.

Ajarkan tentang Muslim, tentang kafir dan munafiq sejak anakl anak secara bijaksana melalui lembaga lembaga pendidikan yang terkontrol, agar jangan anakl anak menerima informasi itu secara tak beraturan. Katakanlah kepada anak anak bahwa agama mereka adalag yang paling benar, tegaskanlah agar anak anak hanya menganut agama mereka, tidak agama yang lain. Secara jelas dan bijak, jangan sampai anak anak kelak nanti setelah dewasa atau mampu berfikir justeru merasa dibodohi oleh guru dan orang tua mereka. Jangan sembunyikan kebenaran agama itu dari anak anak. Tetapi janganlah menanamkan kebencian kepada agama lain kepada anak anak.

Adalah merupakan tanggungjawab bersama untuk menanamkan pengertian kepada segenap masyarakat bangsa untuk memiliki pemahaman serba sedikit tentang agama lain untuk menanamkan toleransi. Dalam ajaran agama Islam memang gelar kafir itu diberikan kepada penganut agama selain Islam, demikian juga agama Islam mungkin dalam ajaran agama lain ada sebutan tersendiri,  umpama Kriten / Katholik menyebut ummat Islam sebagai domba tersesat atau domba kotor atau sebutan lain menurut Kitab Suci mereka, silakan saja, ummat Islam tidak boleh kecil hati dan menolak serta tersinggung dengan sebutan itu, bila itu sebutan dari kitab suci yang mereka yakni.

Jika dalam agama Kristen dan Katholi dikenal ada Tuhan Bapa, Anda Bunda Maria, dan lain lain tak seharusnya mereka kecewa bila Islam mengajarkan Tuhan Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan  serta tak suatupun yang serupa dengan Tuhan. Sampaikanlah itu dilingkungan agama masing masing, ajarkanlah bagaimana cara menghormati kayakinan agama lain, tetapi terimalah perbedaan perbedaan yang ada.

Yang penting jangan mengajarkan agama lain selain yang dianutnya masing masing. Siapkan guru Kristen atau Katholik bagi murid yang beragama  Kristen dan Katholik  atau agama lainnya, di sekolah sekolah Islam, demikian juga sebaliknya. Begitu pula dengan agama yang lainnya. Atau cegahlah calon siswa yang beragama selain Islam ke sekolah sekolah yang berciri Islam. Cegahlah anak anak Islam untuk sekolah di sekolah yang berciri agama yang bukan Islam. Atau sekolah yang tidak menyediakan guru agama Islam bagi murid yang beragama Islam. Dan pelajaran agama harus disampaikan oleh guru yang menganut agama yang dengan muridnya. Jangan ada guru Islam yang ditugaskan mengajarkan agama lain, demikian pula sebaliknya.

Pelajaran agama dari sekolah harus diajarkan sesuai dengan agama yang dianut, dan diajarkan oleh guru yang menganut agama yang sama, sesuai dengan perkembangan dan usianya.  Dan jangan ada ajaran agama itu yang disembunyikan dari siswa siswa sebagai penganutnya. Ajarkan bahwa agama agama itu berbeda beda, jangan mengatakan semua agama adalah sama, tetapi perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Senin, 31 Juli 2017

ISRAEL AKAN MENYERANG INDONESIA, HOAX ?!



Berita yang mengatakan bahwa Israel akan menyerang Indonesia karena mereka merasa terganggu oleh ulah haker Indonesia boleh jadi hoax karena tak ada berita berkelanjutan tentang itu, tetapi tentang keinginan sejumlah negera ingin menguasai Indonesia itu adalah hal yang jangan pernah dianggap remeh, setidaknya seorang Panglima TNI telah menguraikan secara lengkap mengapa Indonesia menjadi terncam oleh kepentingan dunia. Karena Indonesia memiliki energi yang sangat dibutuihkan masyarakat dunia pasca menipis bahan bakar minyak dunia.
Sudah menjadi rahasia umum pula betapa lemahnya diplomasi international Indonesia sehingga dengan mudahnya Malaysia bisa menklaim pulau kecil lepas pantai Indonesia, yang selama ini dikenal bagian dari kepulauan Indonesia. Sikap politik luar negeri yang lemah itu sangat mengundang minat bangsa bangsa besar untuk menancapkan kukunya di Indonesia, dengan berbagai dalih, Sejumlah negara besar sejatinya kini sedang berebut untuk memiliki kaki yang menapak di Indonesia, ini sebuah kenyataan yang sangat mengerikan.

Sekalipun lembaga internatinal menolak klaim China memiliki dan menguasai Laut China Sealatan bukan berarti secara otomatis China menghentikan klaim klaimnya atas penguasaan laut China Selatan itu, karena secara transporan China menunjukkan upaya perlawanannya dari hari kehari. .

UTAK ATIK DANA HAJI



Wacana memanfaatkan dana haji yang sedang parkir untuk diinvestasikan pembangunan infrastruktur tentu saja menjadi kontrovesi di masyatakat karanabersamaan dengan diberlakukannya kebijaksanaan Pemerintah tentang Perppu Ormas dan pembubaran HTI. yang dituduh sebagai jalan kesenang wenangan Pemerintah untuk membelenggu ummat Islam, kebijakan ini ditindaklanjuti dengan Ketetapan pembubaran HTI yang tidak membutuhkan Keputusan pengadilan sesuai dengan garis yang ditetapkan oleh Perppu Ormas yang baru. Pada saat yang hampir bersamaan wacana pemanfaatan dana haji yang seedang parkir itu dimanfaatkan oleh  Pemerintah untuk pembangunan infastruktur itu.

Di satu phak Pemerintahj menunjukkan ketidaksuklaannya kepada ummat Islam dan dipihak lain Pemerintah ingin memanfaatkan dana setoran haji yang bisa parkir hingga belasan tahun plus dana abadi milik jama'ah haji yang namapknya belum direncanakan untuk digunakan.Bagi pihak yang sedang gondok kepada kebijakan pemerintah yang berhasil membangun kediktatoran tentu serta merta menolak tegas gagasan ini terkait upaya memudahkan layanan haji dan mengurangi ketinggian biaya haji, sementara kacamata ekonomis tentu saja melihat ini peluang besar pemanfaatan dana parkir yang memang masih lama akan dipergunakan itu untuk mempercepat laju pembangunan dan pertumbuhan diberbagai bidang. Dan tetu saja nanti ada kelompok fragmatis yang akan mengikuti kemana derasnya angin bertiup.

Tetapi wajar saja manakala kita mengingat tingkat kebocoran dana pembangunan kita masih tinggi, tentu saja dalam penggunaan dana haji dan dana abadi jamaah haji ini tak akan luput dari aktivitas at gulipat itu. Selain itu masih terlampau banyak informasi akan kecurangan kecurangan proyek itu berseliweran secara liar. Ditambah lagi ketidaksmaan sikap para pejabat, umpama analisis pendapat . lembaga resmi audit Keuangan Negara BPK  akan berbeda dengan pendapat KPK atau semacam itu lainnya dalam bentuyk hiruk pikuk antar lembaga tinggi negara, jelas jelas ini akan menumbuhsuburkan ketidak percayaan masyarakat kepada Penyelenggara Pemerinrahan, bahwa mereka mereka itu belum becus mengelola keunagan. Masih butuh waktu lama dan perjalanan panjang untuk meyakinkan masyarakat, apalagai menjelang Pilpres dan lain sebagainya, akan sangat cerdas berbagai pihak untuk memanfaatkan keuntungan politik bagi kelompok tertentu.

Minggu, 30 Juli 2017

Sabtu, 29 Juli 2017

ALASAN SYAR'IYAH KETIKA MUSLIM BERSIKAP...



Seorang Muslim itu harus berbuat sesuai tuntunan syari'at Islam, segala sesuatunya harus melalui pertimbangan syar'i, bukan menunjukkan hawa nafsu keserakahan keinginan berkuasa, dan ketidak sukaan terhadap orang lain manakala didapatkan perbedaan dengannya. Manakala ada perbedaan maka lakukanlah pembicaraan bersama dari hati ke hati penuh kasih sayang, sebagaimana dalam Islam dianjurkan tabayyun. Manakala mereka yang seolah memiliki sikap berbeda dengan kita maka berpulanglah ke ajaran pokok Islam, manakala perbedaan itu hanya masalah furu'iyah, masalah yang remeh temeh saja, maka janganlah perbedaan itu di besar besarkan.

Manakala terjadi perbedaan dengan pihak lain sesama umat Islam seharusnya kita harus pandai pandai mengevaluasi diri terlebih dahulu, bukan sebaliklnya sibuk mengevaluasi pihak lain dengan vonis keslahan besar atau dibesar besarkan. Padahal perbedaan itu hanya masalah cabang ranting kecil, furu'iyah. Tidak ada masalah besar dalam masalah furu'iyah.

Yang dibutuhkan seorang ini adalah rasa persatuan dan kesatuan ulama Islam, hal ini beranjak dari masalah ummat Islam yang tak terpecahkan, sehingga jumlah ummat Islam yang sekarang mengalami penurunan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sekolah sekolah Islam masih sulit untuk menyamai sekolah non muslim dalam kualitatif ataupun kuantitatif, dakwah Islam masih belum berdaya untuk menyentuh mereka yang membutuhkan sentuhan da;i yang berkualitas. Secara jelas nyata dimata kita bahwa kualitas dan kuantitas Politik Islam di Indonesia menunjukkan kualitas dalam grafik menurun.

Antar ormas Islam janganlah mau dijadikan perdator bagi organisasi lainnya, jangankan menjadi predator, menjadi kompetitorpun jangan. Bisa anda bayangkan bila ada satu organisasi yang berhasil merekomendasikan organisasi lainnya dibubarkan. lalu dia hadiri di Indonesia hanya sendiri saja, atau organisasi yang senada saja yang ada. Ditinjau dari nada lagu saja, maka sudah dapat dipastikan bahwa nada yang dihasilkan tak akan sempurna.

Dalam kesendirian itu bisa dipastikan dia tak akan memiliki kemampuan banyak dalam berbuat, karena hanya sendiri dalam berhadapan dengan pihak pihak yang sejatinya memang tak menyukai Islam, berfikir ulang merekomendasikan  pembubaran Ormas Islam lainnya, karena akan melemahkan Islam secara keseluruhan.

POLITISASI BERAS, DAN SECANGKIR KOPI.



Ketika seorang teman mengatakan telah terjadi politiisasi beras, kami tak faham, tetapi ketika dirubahnya dengan kalimat politik bisnis harga beras, kamipun menjadi mafhum. Teman tadi mengatakan dalam berpolitik ujung ujungnya akan mencari kekuasaan, dan ketika sedang berkuasa maka manuver politik itu dilontarkan oleh lewat kekuasaan atau lewat penguasa. Dalam bahasa Batak dikatakan "Hepeng Mangatur Nagarawon" terjemahan bebasnya bahwa negara ini akan dikuasai oleh uang, atau dikuasai oleh mereka yang banyak uang. Selama ini berdasarkan hasil belajar dibangku sekolah kita tahu bahwa di negara demokrasi itu rakyat yang berkuasa, tetapi kenyataannya tidak, ternyata uang lebih kuasa. Dengan berdasarkan dalil hepeng mangatur nagarawon, sambil minum kapi hangat kamipun mengangguk angguk seolah paham politik layaknya.

Sesekali bisa saja akan terjadi peperangan antar para cukong beras untuk saling menjatuhkan, perusahaan yang maju pesat dan membuat iri perusahaan yang lain,  bisa saja tiba tiba disegel oleh yang kuasai dengan dalih demi hukum berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Polisi dalam hal ini dijadikan pihak adigung adiguna. Lalu disuruh bicara dengan gaya seolah olah paling paham dunia bisnis perberasan, lalu dengan rumus yang tidak jelas mengatakan negara telah dirugikan ratusan trilyun rupiah. Sisa kopipun kami seruput, walau sudah terasa dingin, dan kamipun pamit pulang. Diperut terasa mual.

Kesekon harinya muncul lagi berita bahwa polisi telah salah baca data. Salah kalkulasi. Apakah memang nasib polisi demikian, dahulu memang ada sindiran dari masyarakat bahwa polisi jika meledakkan pelurunya dengan niat tembak kaki, tetapi lebih sering meleset ke jidat.

Kecuali polisi maka ada juga pihak yang seolah meralat apa yang dilakukan oleh polisi, apa yang dijelaskan oleh polisi, bahwa itu semua tidak benar alias tidak tepat, alias keliru. Kementerian sosial angkat bicara, Kementerian Pertanian angkat bicara. Masyarakat semakin bingung, sulit  masyarakat akan faham dan mampu mencernanya. Jangankan dengan segelas kopi hangat, seember kopi mendidihpun kami tak akan jadi pintar kalo gini cara aparat memperlakukan kami dengan cerita cerita dan dongeng dongeng bohong seperti itu. Kami merasa dipermainkan oleh kebodohan kami.

Jumat, 28 Juli 2017

LAUTAN MASSA DEMO TOLAK PERPU, ISLAM MASIH EKSIS ?



Lautan massa demo unjuk rasa damai yang dilakukan oleh ummat Islam menunjukkan bahwa rasa persatuan ummat Islam masih ada dan masih memberikan harapan.akan adanya semangat perjuangan yang konsisten. Demo tersebut adalah demo menolak Perppu Ormas yang telah dilanjutkan membubarkan sebuah organisasi Islam dan konon akan dilanjutkan untuk membubarkan sejumlah organisasi lainnya. Analisis ini nampaknya memiliki beberapa premis yang menggiring hingga ke konklusi tersebut di atas.

Memeng pasca kelumpuhan Komunis yang lalu muncul thesis bahwa yang merupakan ancamana dunia adalah ummat Islam, sehinggi upaya pelumpuhan ummat Islam harus dilakukan dalam skala yang masif. Nampaknya thesis ini selain sangat diyakini oleh seluruh nonmuslim rupanya diyakini juga aoleh sejumlah Ummat Islam mereka itu sebagian munafik dan sebagain fragmatis. Mereka mendukung upaya pelemahamahan ummat Islam dari dalam, internal kaum Muslimin. Dan segan segan memberikan rekomendasi yang sangat merugikan ummat Islam.

Perppu dan pembubaran HTI jelas jelas adalah upaya untuk melemahkan ummat Islam, setidaknya diharapkan dari dua Keputusan tersebut adalah terbelahnya ummat Islam. Lihat saja, pada saat ada sejumlah komponen Ummat Islam yang menolak Perppu, maka akan muncul kelompok yang justeru mendukungnya.

Saya teringat sebuah cerita yang menyebutkan tuju ekor kerbau yang bertempat tinggal dengan seekor singa. Pada suatu hari sekeor kerbau berhasil dibunuh singa, tetapi kerbau yang lain tak menggubris, bahkan kerbau itu berpura pura tak tahu. Tetapi beberapoa hari berikutnya seekor kerbau kembali dimangsa singa, kawanan kerbau itu masih bersikap yang sama. Beberap hari kemudian seekor lagi dimangsa, kemudian seekor lagi dimansa, hingga pada suatu saat ketika tinggal sendirian baru kerbau itu berpikir, coba jika sejak awal mereka bersatu mengalahkan singa itu bisa jadi sekarang masih utuh dan justru singa itu bisa diusir.

Janganlah gembira melihat satu persatu komponen ummat Islam dipreteli dengan dalih tak sejalan dengan Pancasila dan sebagainya. Sehingga posisi ummat Islam menjadi tersudut. Jangan  mengira kita bisa hidup lebih nyaman dalam ketidak berdayaan, sebagai akibat kepemimpinan ummat Islam yang fragmatis.

Dahulu PartaiIslam itu adalah partai yang sangat disegani, ummat Islam bersatu mendukungnya. Tetapi belakangan Parpol Islam dipimpin oleh pimpinan yang memiliki sikap yang sangat fragmatis. dan hasilnya sangat nyata, yaitu penurunan jumlah kursi dan perolehan suara. Partai itu menjadi partai gurem, kecil dan memiliki nilai tawar. Hanya sebagai pelengkap saja.

Pimpinan Ormas Islam yang fragmatispun nanti akan bernasib tak beda. Ummat yang dipimpinnya nanti akan semakin lemah dan bahkan dalam kekerdilannya mereka akan saling mencurigaiantara satu sama lain, yang bermula dari pemimpin yang fragmatis. Pemimpin yang fragmatis itu satu saat condong ke kiri dan saat yang lain akan condrong kepada yang menurut hemat mereka bisa menguntungkan sekalipun hanya sesaat.

Dibutuhkan orang yang berani untuk memringatkan pimpinan Islam yang bersikap fragmatis dalam kepemimpinannya. memang itu sangat tidak populer, salah salah bisa diusir dari lingkungan organisasi yang sejatinya telah sama sama dibesarkan. Tetapi Allah mengatakan hendaklah ada kelompok yang menyeru kebenaran. Marilah kita renungkan bersama.

Kamis, 27 Juli 2017

BERLOMBA MEMBUAT BERITA BOHONG



Di jaman serba terbuka ini salah salah ujung ujungnya kita memang tak boleh percaya kepada siappun kecuali percaya kepada Tuhan. Tidak kurang dari seorang Yusril Ichza Mahendra sebagai pakar hukum mengatakan Jokowi telah mel;anggar UU Keuangan. Jika memang benar bahwa Jokowi telah melanggar UU tentunya heboH dan panik karena besok pagi Presiden bisa di makzulkan. Tetapi ini intinya tidak, semua adem ayem saja, tidak ada kegelisahan, kekhawatiran, bahkan mungkin jika ada peluang hutang maka Jokowi hampir bisa dipastikan akan berhutang, karena memang Presiden kita yang satu ini telah mendapatkan gelar Si Raja Hutang.

Lalu muncul pertanyaan dalam hati sebenarnya data apa yang digunakan Yusril data dari mana. Jika Yusril salah ngomong kenapa tidak ditangkap Bicara tentang data maka itu juga merupakan hal yang mengharuskan kita tidak percaya dengan data data, terutama data yang datang dari Pemerintah.Setiap saat data bisa dibuat.  Pada masa Presiden SBY diumumkan bahwa SBY telah melunasi hutang hutangnya kepada IMF sebelum waktu sesuai perjanjian, tetapi begitu naik Jokowi sebagai Presiden dia mengatakan hutang kepada IMF masih ada, Indonesia masih berhutang kepada IMF. Artinya bahwa Pemerintah itu boleh berbohong, karena boleh bicara apa saja walaupun tampa dukungan data.

Rakyat itu memang dijadikan sasaran cerita bohong, dan benar apa yang dikatakan oleh Rocky Gerung bahwa Pemerintah adalah pembuat cerita bohong atau hoax yang paling dahsyat. Bila Gerung salah pastinya dia sudah dipanggil yang berwajib untuk dijatuhi yang berwajib  Tetapi ternyata tidak, maka berarti Gerung tidak salah alias benar pernyataannya itu. Para penguasa bukan lagi berbicara dan berbuat berdasarkan kebenaran, melainkan hanya berdasarkan kepentingan belaka.

Sulit kita akan mendapatkan lindungan dari Pemerintah, yang bisa kita lakukan adalah berdoa kepada Allah agar hingga akhir periode Negara ini masih berdaulat, belum bercerai besrai belum mengalami kehancuran. Masih ada Pemerintah yang syah. Harapan kita adalah kita akan dipinpin oleh Pemimpin yang jujur dan mampu melindungi kita semua dari kehancuran. Mari kita berdoa untuk semua.

Senin, 24 Juli 2017

MEGAHNYA MUSEUM MUHAMMADIYAH SEMOGA TIDAK MENJADI FITNAH



Baru peletakan batu pertama museum Muhamadiyah terasa sangat megah, karena anggarannya tidak murah yaitu 300 Trilyun Rupiah, tidak kurang dari seorang Presiden Jokowi yang tak tahan dengan rasa keingin tahuannya, prihal dananya dari mana. Sudah menjadi rahasia umum manakala lembaga swasta Islam akan membangun suatu bangunan yang besar sudah mengajuakan proposal ke Pemerintah untuk memohon bantuan dana, dan bahkan bila perlu pasang stan di jalan agar orang yang berlalu lalang mdah memberikan bantuan.

Dana 300 Trilyun Rupiah dana didapat dari mana Kata Presiden Jokowi dengan penuh rasa keingin tahuan di jawab  bahwa dana di dapat dari keuntungan berbagai usaha Muhammadiyah sumbangan para aktivis serta simpatisan lainnya. Jawaban ini sangat membanggakan dan menjanjikan bahwa nanti pada saatnya organisasi Islam lainnya bisa membangun tamapa merecoki dana milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah baik APBN dan atau APBD.

Belajarlah daritempramen rejim Jokowi yang kini sedang berusaha, sebuah lembaga Islam boleh saja mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah dalam bentuk dan bergulir sekalipun tetapi harus ada take angd give nya, ada win win sollution dengan kepentingan kekuasaan, yang tentu saja selain akan memberatkan bisa saja dibelakang harus ada yang dikorbankan.

Semakin hari nampak bahwa politik Presiden Jokowi  tak ubahnya seperti bagaimana Amerika dan sekutunya bersikap. sikap dasar Presiden Jokowi dalam politiknya semakin kentara bahwa dia menganut Nasionalisme skulair. Tidak ada wajah ramah kepada kelompok Islam kecuali menguntungkan secara politis atau kekuasaan yang pangkunya sekarang. Itulah kira kitra informasi yang terjejal kemata dan telinga kita khususnya media sosial.

Tidak berarti Prisiden Jokowi diganti maka secara otomatis kita akan mendapatkan pimpinan yang religius, akan tergantung banyak faktor. Karena thesis yang mengatakan bahwa Islam adalah merupakan ancaman dunia setelah padamnya Komunis. Nampaknya Rejim Jokowi sangat erpengaruh oleh thesis itu sehingga merasa perlu melumpuhkan Islam secara politis. Dan bisa jadi siapapun yang merasa ingin dan perlu mempertahankan kekuasaannya, sekali lagi "siappun" maka Ia akan berpikiran untuk melumpukan Islam politis sedini mungkin.

Maka tak ada lain yang kita harapkan adalah agar lembaga lembaga Ormas Islam itu mampu mandiri, dan sama sekali tidak memiliki rasa ketergantungan kepada belas kasihan Pemerintah. Dan iyupun tidak pula berarti aman dari gangguan dan upaya pelemahan dengan cara berusaha mencari identitas penyumbang lalu di cari cari kesalahan penyumbang, lalau seperti biasanya buru buru aparat mengumumkan bahwa lembaga milik ummat Islam itu di bangun dari hasil kejahatan, karena hoax yang datang dari aparat sangatlah besar pengaruhnya.

Kamis, 20 Juli 2017

POLITIK PECAHBELAH UNTUK UMMAT ISLAM



Pemecahbelahan ummat Islam nyaris sempurna, diterbitkannya Perppu Keormasan, HTI resmi dibubarkan dan sejumlah organisasi Islam lainnya akan menyusul, lalu NU dapat dana sebesar Rp.1,5 Trilyun. Sangat gampang dibaca strategi ini, yaitu bagaimana caranya agar ummat Islam marah kepada NU diharapkan agar ummat Islam sendiri yang akan memporakporandakan NU, terjadi perpecahan di Tubuh NU dan musuh Islam cumah menyimak saja dan sesekali tepuk tangan agar perpecahan ditubuh Islam jangan pernah berhenti hingga masing masing tergeletak dan tak berdaya. Marah dan jengkel berbaur drmhasm rasa sedih yang sangat mendalam mendengar cerita Cak Nun kehancuran Islam di Nusantara makin nampak nyata.

Sebagai rakyat kecil, selain bodoh kami juga tak memiliki kemampuan berbuat apapun, maka kami meminta kepada para ulama dan pimpinan organisasi Islam agar menghindari rasa saling benci, rasa saling curiga. Hindarilah hal hal yang dapat membuat kerenggangan sekcil apapun sebagai akibat salah tindakan. Pada saat ini nampaknya Pemerintah seang dirasuki keinginan untuk memiliki kekuasaan dan kebebasan dalam berbuat apa saja demi kekuasaan itu tadi.

Mereka itui sedang dirasuki pemikiran bahwa Islam adalah sesuatu atau kelompok yang harus dihilangkan dari bumi Indonesia ini, kita semua tahu itu rhesis siapa, yang mengatakan bahwa kelompok yang harus diwaspadai setelah tak ada lagi Komunis di Indonesia maka ancaman akan datang dari islam.

Bisa bisa saja NU dan sejumlah organmisasi yang merekomendasikan sejumlah organisasi Islam untuk dibubarkan. Untuk sementara waktu seperti mendapatkan simpati akan mendapatkan kucuran dana sebesar 1,5 Trilyun Rupiah seperti yang dinyatakan oleh Cak Nun. Tetapi manakala itu merupakan program bergulir, maka pada saatnya nanti dana yang dijanjikan itu justeru adalah merupakan celah bagi pihak tertentu untuk mengnacur NU dan sejumlah organisasio kelompoknya.

Pada saatnya kelak itu adalah sebuah malapetakabesar, bila sejumlah anggota masyarakat muslim justeru harus berurusan dengan yang berwajib karena tidak sesuaiprosedur, tidak tepat waktu, tidak tepat sasaran dan lain sebagainya, manakala dana itu diserahkan dalam situasi ummat yang sedang kalangkabut dibuat oleh penguasa dalam upaya mempertahkan kekuasaannya. Semoga tidak terbyukti.

PEMERINTAH MELANGGAR ATURAN, PERPPU PUN LAHIR.



Hampir seratus persen akhirnya Parpol mendukung Pemerintah, tetapi ternyata Pemerintah masih belum merasa cukup, kini Pemerintah menerbitkan Perppu tentang Ormas yang berdasarkan pemahaman dai kontennya Pemerintah dapat dengan mudah membubarkan Ormas dan menangkapi para Pengurus bersama para anggotanya dengan ancaman yang sangat berat, selama lamanya 20 tahun dan paling cepat lima tahun penjara, manakala ormas bersangkutan dianggap bertentangan dengan Pancasila, NKRI dan seterusnya. Nampaknya Pemerintah akan memerankan diri sebagai pihak yang menentukan tafsiran Pancasila dan seterusnya.

Nampak seperti pemerintah sekarang sedang menghjadapi masalah yang genting, tetapi kegentingan ini hingga Perppu diterbitkan masih belum disampaikan oleh Pemerintah. Celakanya lagi terlalu banyak para ahli dan pengamat menilai bahwa negara pada saat ini tidak melihat adanya kegentingan, Bahkan ada pengamat yang menuduh bahwa Pemerintah sedang mencipatakan kegentingan itu. Dengan lahirnya Perppu Ormas itu nampaknya Pemerintah mengantongi ijin untuk membubarkanm Ormas,

Serentak sebagian besar Ormas Islam merasa terancam keberadaannya, dia bakal berhadapan dengan kesewenang=ernangan Pemerintahj. Sejumlah Ormas Islam yang dikoordinatori oleh Ketua NU telah merekomendasikan Organisasi yang harus dibubarkan. Yang nampaknya atas laporan dan rekomendasi para pihak Pemerintah dibolehkan melakukan pembubaran, atau atas inisiatif Pemerintah sepenuhnya untuk membubarkan Organisasi Massa yang tak sejalan tentunya. Nampaknya boleh membubarkan Organiasi Massa tampa putusan Pengadilan.  Sehingga bisa saja nantinya pada suatu saat berdasarkan Perppu yang telah diberlakukan itu justeru akan membubarkan Ormas NU dan sejumlah Organisasi yang dikoordinatori Ketua PB NU itu, karena memang bunyi fasal dan Perppu itu adalah seperti itu.

Tidak kurang dari serang Ketua Komnas HAM merasa gelisah atas jalan yang ditempuh Pemerintah, bahkan Ketua Komnas HAM berani menuduh bahwa Pemerintah telah melanggar aturan yang ada, isi Perppu itu telah menabrak dan menyrempet nyerempet di sana, sini. Dan nampaknya kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah terkait Perppu ini, sejatinya bukanlah masalah hukum, tetapi masalah politik, kekuasaan, artinya Pemerintah mengehndaki kekuatannya utuh atau bertambah kuat dalam rangka Pemilihan Presiden tahun 2019. Kalau benar itu terkait keinginan kuatnya kedudukan Politik Rejim ini dalam Pemilu yang akan datang, memgapa dia bukan menambah teman, tetapi sebaliknya meningkatkan jumlah musuh, lalu untuk apa berusaha menguasai hampir semua . semua Parpol, jkka di lain pihak memperamai musuh dari unsur rakyat itu sendiri. terlebih diananggap telah melanggar peraturan.

Rabu, 19 Juli 2017

Roky Grung, Pemerintah Menciptakan Kegentingan Untuk Melahirkan Perpu ?



Sebagai masyarakat awam sekarang ini benar benar jengkel melihat situasi di mana Presiden dan Kabinet Pemerintahannya seolah sedang diadili oleh sejumlah Pendapat yang mengesankan lebih waras dan anehnya lagi dalam situasi seperti itu Pemerintah seperti tidak banyak mampu untuk berbuat dan menjelaskan kepada masyarakat terkait kebenaran yang diyakini oleh Pemerintah sehingga terasa semakin tipis harapan kepada pemerintah untuk mampu melindungi kita dengan segala kekuasaannya, apalagi akhir akhir ini justeru kekuasaan yang dimiliki Pemerintah berubah menjadi ancaman bagi banyak pihak.

Situasi ini terasa samakin mencemaskan dengan dikeluarkannya Perppu, Peraturan pemerintah Pengganti Uandang Undang. Gerung mengatakan bahwa Presiden sebenarnya bila di luar negeri maka dengan menerbitkan Perppu Ormas itu Presiden layak diimpich karena Presiden nampak sekali tidak memahami filosofi Pemerintahan, dan Presiden yang tak paham basis filosofi Pemerintahan sejatinya pantas dihentikan. Sementara para pembantu Presiden nampak sekali tergagap gagap seperti menyembunyikan kebencian terhadap suatu kelompok, dengan cara menghukum kelompok lain, sehinga ucapannya.nampak gejala kedunguan Pemerintah (istilah yang tak ingin kami dengar)

Kita semua berharap agar Presiden itu nampak gagah dan tegas serta Pro rakyat, berharap agar yang terjadi adalah bahwa Pembantu Presiden telah membuat Presiden kesasar dan gagal paham tentang pemerintahan. Hal ini sebagai keinginan masyarakat jangan sampai Presiden yang disalahkan, tetapi yang salah adalah pembantunya. Atau jika bisa yang keliru adalah Roky Gerung yang salah. apalagi gerung mengatakan bahwa Pemerintah pada saat ini bukan dipaksakan oleh sebuah kegentingan, tetapi sebaliknya Pemerintah yang memaksakan kegentingan, kata gerung.

Adalah merupakan hak kami untuk kecewa kepada Presiden dan Pemabntunya, yang pada saat ini bukan membuat kami cerdas,melainkan membuat kami takut, kami sangat khawatir manakala Pemerintahan yang memimpin bangsa ini menjadi lemah tak berdaya mengatasi persoalan, karena Presiden dan Pembantunya justeru menjadi sumber masalah itu sendiri, kami tak inin itu terjadi.

Mengapa Pemerinah terkesan buru buru, atau mengapa tidak dibicarakan dengan DPR umpamanya, dengan mereka mereka yang dicurigai menentang Pancasila dan UUD 1945 dan anti NKRI, tetapi semua itu dijawab oleh pemerintah yang semakin dijelaskan semakin dianggap bahwa Pemerintah sedang sesat dalam berfikir. Kalau benar itu yang terjadi maka kepada siapa lagi kami bisa berharap.

Jumat, 14 Juli 2017

KONA'AH DAN BEKERJA (lebih) KERAS

Jum'atan Di Masjid Baiturrahiem Perum Korpri B.Lampung

Khtaib Ustd. Habiburrahman Abdullah. Dengan mengutip sebuah hadits  Khatib kami  pada saat jumatan di Masjid Baitur Rahim Komplek Parumahan Korpri Bandar Lampung tadi siang bertemakan Koan'ah. yang dibuika oleh khatib  dengan mengutip sebuah hadits  yansi Islamg berbunyi "Tuntutlah keduniaanmu seakan engkau akan hidup selamanya dan tuntutlah akheratmu seakan engkau mati besok pagi". Disampikan bahwa konaah artinya adalah merasa puas dengan apa yang telah didapatkan. Dikatakan bahwa merupakan perangat yang sangat buruk bagi kita manakala tidak pernag merasa puas dengan apa yang yang didapat, sehingga selalu dalam tekanan mental kekurangan sepanjang hayat. Demikian kira kira maksudnya manakala ditulis dalam bahasa tulisan singkat ini.

Konaah bukan berarti menyarankan untuk berhenti berkarya, berhenti mendapatkan keuntungan dan lain semacamnya lantaran segala sesuatunya mencapai kemampuan hidup layak, tidak, bekerjalah terus dengan hasil yang lebih banyak dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bekerja. Bila memang kebutuhan keluarga telah terpenuhi, makabekerjalah dengan penghasilan lebih banyak lagi untuk kesjahteraan karyawan, kesejateraan masyarakat dan untuk jihad fi sabilillah, Yang bisa jadi kebutuhan perjuangan lebih besar dan lebih banyak dibutuhkan.

Pendidikan Islam, Partai Islam serta pebisnis Islam di Indonesia ini terbilang hanya mencapai lapisan kedua atau bahkan ketiga. atau dengan kata lain bukanlah menjadi kelompok unggulan. Manakala mutu pendidikan Islam rendah dan pebisnis muslim juga tidak menempati posisi puncak, maka ummat Islam sekalipun mayoritas di Negara Indonesia tetapi tetap saja harus dipimpin oleh non Muslim atau orang orang Islam yang terjaujh dari perjuangan yang sesuai dengan aspira Islam.

Untuk sekedar kebutuhan pribadi dan keluarga, maka berpuaslah dengan kecukupan yang ada, tetapi dalam dimensi perjuangan untuk Islam hal itu justeru harus ditingkatkan terus menerus, demi menjaga dua hal yaitu dakwah dan pendidikan Islam. Prinsip dalam dimensi ibadah kita akan mati mesok pagi, tetapi dalam dimensi perjuangan kita harus merasa akan hidup selamamnya. Sehingga kita harus mencari dan m,encari terus dengan penghasilan sebanyak banyaknya.

Persoalan kita sekarang adalah sering salah kaprah, karena kita sering membatasi hidup ini dalam dimensi ibadah dalam arti sempit, sehingga kita sering melupakan dimensi akan hidup selamanya, yang harus dihidupkan untuk selamanya itu adalah penghasilan untuk dimensi perjuangan. Ini juga sangat mempengaruhi etos kerja ummat.

Ummat seolah tergiring hanya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya saja, sehingga tetkala mengambil porsi lebih dari itu seolah dipandang serakah. Padahal ada kebutuhan yang harus dianggap lebih besar lagi yaitu forsi perjuangan, Di mana ummat Islam membutuhkan gedung gedung sekolah serta biaya pendidikan Islam, ummat Islam membutuhkan biaya Pembangunan rumah sakit, membangun Bank Bank Islam disamping rumah ibadah yang representatif, rumah ibadah yang reoresentatip adalah yang memiliki kemampuan memberikan layanan sosial bagi jama'ahnya.

Itu semua membutuhkan mayoritas ummat Islam yang memiliki penghasilan lebih dibanding hanya sekedar memenuhi  kebutuhan keluar dan orang orang yang ada di bawah tanggung jawabnya saja. Kemampuan lebih inilah yang yang dibutuhkan dalam kejayaan ummat Islam. Bagaimana mungkin ummat Islam Indonesia akan dapat bersaing memimpin dan mengatur negara ini bila kemampuan ekonomi mereka terbatas. Yanga adalah berhutang budi dan dana dari sejumlah negara asing yang memang ingin menguasai Indonesia serta mempecundangi rakyatnya. Khutbah ditutup khatib dengan membacakan doa kepada Allah untuk kesejahteraan dan kejayaan Islam di Indonesia.

Kamis, 13 Juli 2017

AGAR TIDAK MENJADI SUMBER PERPECAHAN MAKA KPK MEMANG BUTUH PENGAWASAN



Secara bodoh-bodohan saja maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa dalam dunia 'Demokrasi' tidak dibenarkan ada pihak atau lembaga yang terlepas dari 'Pengawasan' termasuk diantaranya KPK, untuk menjawab pertanyaan ini maka terjadi kesimpangsiuran, nampaknya para ilmuanpun tidak mudah mendapatkan kesapakatan bulat, barang kali tidaklah berlebihan manakala kita menuduh mereka semua berbicara sesuai dengan kepentingan mereka masing masing. Manakala kita masing masing berdiri bersikap sesuai kepentingan pribadi dan kelompok maka diyakini KPK mulai sekarang dan yang akan datang akan tumbuh secara liar. Pada saatnya nanti komisioner yang disebut KPK itu akan bekerja sesuai dengan pesanan dari pihak yang memiliki kekuatan, dan manakala mencapai titik itu maka tak dapat dihindari hukum semacam "hukum rimba" (dalam tanda petik) yang akan berlaku.

Dr. Rizal Ramli (ekonom) Sebagai Satu satunya orang yang berani mengatakan bahwa dari lima komisiner KPK itu ada tiga Komisioner yang senang bermain mata dengan pihak pihak yang berkuasa yang bisa disebut pemerintah maupun Non Pemerintah. Yang tentu saja sikapnya sangat dipengaruhi oleh sikap politik dan kepentingan tertentu.  Informasidari Rizal Ramli yang sampaikan di sebuah acara live sebuah televisi swasta yabg selanjutnya viral di media massa. Heran ...  sepengetahuan  saya hinggaseorang tak ada yang merasa keberatan dengan pernyataan Rizal Ramli, sehingga bagi kami kami yang bodo disegala hal ini bahwa pernyataan Rizal Ramli itu benar adanya.

Jika seandainya penrnyataan Rizal Ramli itu benar karena memiliki sejumlah fakta yang valid. Maka siapa yang bisa menanganinya atau meluruskannya. Kalau seandaionya Rizal Ramli itu benar, maka berarti sesungguhnya KPK telah dikuasai oleh orang tau pihak pihak yang memiliki kekuasaan baik di dalam struktur Pemerintahan atau di luar Pemerintahan. Jika demikian adanya maka pada saatnya  maka jika sekarang baru tiga komisioner yang bermain mata dengan kekuasaan maka saatnya nanti kelima limanya harus bermain mata dengan kekuasaan, dan bila demikian itu adanya kita akan menghadapi satu situasi kalang kabut yang akan merugikan bangsa Indonesia.

Sekarang dengan kemunculan kasus Hak Angket DPR tentang KPK maka sekarang kita mulai serentak bicara dan membangun opini masing masing kepentingan dengan dalih demi kepentingan maka menurut henat masyarakat awam tidak akan sesulit itu dalam mencapai kesepakatan bersama. tetapi kenyataannya nampaknya kita sedang memperkuat langkah tegap menuju perpecahan bersama secara nasional. Dan langkah bersama itu nampaknya memang disetting oleh pihak pihak yang memiliki kekuasaan dan kemampuan luar biasa.  

Rabu, 12 Juli 2017

Jangan Olok Olok Presiden Kita.



Keberanian Presiden Jokowi berkomunikasi dengan Presiden Amerika Donald Trump sangat patut diacungi jempol, sayang keterampilannya berbahasa Jngris BapakJokowi belum sebanding dengan dengan keberaniannya, namun demikian sebaiknya janganlah hal itu dijadikan olokolok di media sosial yang sangat terbuka, dan akan lebih baik lagi sebenarnya bila Bapak Presiden Jokowi menghindari itu semua. Karena sebenarnya manakala Presiden Jokowi menggunakan bahasa Indonesia saja, maka Bapak Presiden dapat melaksanakan secara full untuk mengungkapkan gagasannya dalam bahasa Indonesia, toh dapat ditunjuk tenaga sebagai penterjemahnya, sehingga akan lebih maksimal dalam berkomunikasi.

Bukankah ada contoh seorang Presiden dari negara sahabat yang sejatinya sangat pandai berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tetapi sang Presiden tidak mau. bahkan katanya dia sangat membanggakan bahasa Nasionalnya, sehingga di mana mana Ia menggunakan bahasa Nasionalnya, dan meminta tenaga penterjemah yang diyakininya mampu menterjemahkan pikirannya. Manakala ada yang lucu lucu sang Presiden mampu menunda tertawanya. Dia baru tertawa setelah kelucuan itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, demikian bangganya Sang Presiden dengan bahasa Nasionalnya.

Semoga pada masa masa mendatang agar semua mampu menghindar dari kesalah pahaman dan bahkan olok olok yang sangat tidak perlu. Di satu pihak Presiden Jokowi mampu menghindari melakukan sesuatu yang sejatinya beliau belummemiliki kompetensi yang memadai sehingga kehilangan peluang untuk melakukan sesuatu yang lebih banyak dan lebih maksimal, dan masyarakat juga terhidar dari sikap olok olok yang jelas jelas tak akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi bagi bangsa ini.

Senin, 10 Juli 2017

"WONG NDESO" DAN PAHAM EKSISTENSIALISME.



Masyarakat umum telah mengalami gagal paham, semula umum mengira bahwa kata kata Wong Ndeso itu adalah kata kata ejekan, karena kata ndeso itu terkait kandungan orang yang bertampang kurang cantik atau tampan, serta umumnya bodoh dan miskin, itu  pemahaman umum. Tetpi setelah anak seorang Presiden yang bernama Gesang Pengarep sebagai putra bungsu Presiden Jokowi meneriakkan kata Ndeso yang ditujukan kepada beberapa pihak, maka kata wong nndeso menjadi sesaru yang netral, dan tidak boleh marah, kecewa atau tersinggung dengan teriakan itu.

Harus dipahami bahwa di Indonesia itu hingga sekarang masih dianut faham eksistensialisme namanya, bahwa kebenaran itu masih akan sangat tergantung terhadap eksistensi seseorang. Apa yang diucapkan seorang lurah pasti lebih benar dari ucapan RT, ucapan Camat akan lebih benar dari ucapan seorang lurah atau kades, dan seterusnya, dan seterusnya. Apa yang diucapkan oleh orang kaya akan dianggap lebih benar daripada apa yang diucapkan oleh orang miskin. Apa yang diucapkan oleh yang berpangkat tinggi akan dianggap lebih benar dibanding mereka yang pangkat rendahan, begitu.

Jadi sekalipun kata kata Wongdeso itu dikatakan tidak memili kandungan merendahkan kepada seseorang yang dilekatkan dengan istilah itu, karena yang menyebutkan atau yang meneriakkan adalah Gesang Pengarep sebagai anak seorang Presiden, lalu janganlah kita hendaknya sekehendak hati kita mengata ngatai orang lain sebagai orang yang ndeso, karena kita bukanlah apa apanya Presiden Jokowi, salah salah kita ditampar orang.

Karena kemafhuman bahwa ucapan wong ndeso itu tidak memiliki pretensi merendahkan itu hanya berlaku bagi anak Presiden saja, bukan untuk kita kita yang terkelompok sebagai tempe bosok ini. Nanti bila ayah anda menjadi Presiden, tak apalah memaki orang lain sebagai wong ndeso adalah dan akan disebutkan sebagai netral dan wajar adanya. Ehe ... !

HABIB RIZIQ DARI TANAH SUCI, JANGAN PERNAH LENGAH



Wajar saja bila seorang Habib Riziq merasa bahwa penganiaan dan upaya pembunuhan terhadap Hermansyah sebagai seorang pakar IT dari ITB adalah terkait dengan kasus yang membelitnya. Bila kekhawatiran Habib ini benar maka sudah sangat sangat superbiadablah yang dilakukan olek para musuh Habib itu.Tetapi kita tak boleh menuduh begitu saja. karena nanti akan ada Kepolisian yang selama ini memang sudah tidak diragukan akan melakukan penyelidikan, dan akan menanyakan kepada yang bersangkutan manakala tertangkap, apakah hal ini ada kaitannya dengan kasus yang menjerat Habib sehingga menjadi terang benderang.

Tetapi dalam hal ini nampaknya besar kemungkinan Kepolisian akan mengalami kesulitan yang sangat dilematis bagi Keolisian, karena bila mengikuti alur permasalahan yang dialami habib Riziq mulai dari kasus Penistaan Al-Quran oleh Ahok, nampak Kepolisian secara terang benderang sangat ragu untuk menangngai kasus Ahok sehingga semapt menuai protes dan demo besar besaran, baru bergerak menangi kasus penistaan agama itu, walaupun hal tersebut merupakan delik umum, umpamanya.

Kasus yang kedua Kepolisian kembali mengalami kebimbangan, apakah mendahulukan kaus penyebaran gambar dan chating porno yang berlika liku atau langsung saja menanganai kasus pornografi dan pornoaksi atas nama Iman Bensar Front pembela Islam dengan Firda Husein, sekalipun gambar dan chating masih menjadi kontroversi setidaknya antar kedua pakar baik yang mendukung pihak Kepolisian maupun yang mendukung Habib Riziq.

Kini pakar yang mendukiung Habib Riziq dan siap menjadi saksi pakar bahwa chating dan gambar porno yang dijadikan dasar menjerat Habib Riziq dengan pidana yang berat itu nyaris zterbunuh dengan upaya penganiaan secara sadis, keji, dan sangat biadab. Bisa jadi bakal tidak ada lagi pihak yang bersedia menjadi saksi pakaaksi ahlir dalam kasus ini.

Kita yang awam ini mungkin hanya bisa pasrah dan dan menunggunya saja nanti aparat hukum yang akan membongkar ini semua. Tetapi kita berharap Allah akan membantu kita untuk membuka kasus ini lebar lebar sehingga benar benar terang benderang siapa yang benar dan sispa yang salah dalam kasus ini, yang jelas Habib Riziq sangat dirugikan manakala hermansyah tak lagi mampu tampil sebagai, untu marilah kita berdoa meminta keadilan dari Allah tampa henti. Tak ada salahnyabila seruan Habib Riziq dari tanah suci kita renungkan dalam dalam, sehingga kita tak salah dalam bersaikap dan berbuat.


HATI HATI PEMBELA RIZIQ



Belajarlah dari kasus penganiaan terhadap Hermansyah sebagai pakar IT yang mengatakan bahwa chat Habib Riziq adalah asli tetapi palsu. Pakar yang satu ini nampaknya siap akan menjadi saksi pakar yang dapat meringankan kasus tuduhan tindakan pornografi dan pornoaksi terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Walaupun diatakan belum tentu kasus penganiaan ini terkait kepakaran IT ITB yang disandang oleh Hermansyah atau ada masalah lain, tetapi hendaklah bagi siapapun yang ingin membela Habib Riziq tidak salahnya berhati hati, bisa saja sedang terancam dengannancaman yang sama. Dan selanjutnya maka dianjurkan Habib Riziq agar jangan terburu buru pulang, kasus Hermansyah adalah sebagai pelajaran yang nyata.

Mau tidak mau pristiwa ini telah mencoreng wajah hukum di Indonesia, kita tak habis pikir mengapa pihak Kepolisian lebih tertarik memperkarakan Firda Husen dan Habib Riziq yang dituduh sebagai melakukan tindak kriminal pornoaksi dan pornografi sementara bukti yang digunakan kepolisian masih menjadi kontroversi akan keabsahannya. Memang ada pakar yang sangat meyakini bahwa chating dan gambar itu asli, tetapi toh ada juga pakar yang menyatakan palsu, walaupun nasib naas dialami pakar yang menyatakan palsu.

Menurut logika umum seharusnya Kepolisian menangkap penyebar gambar yang diperkarakan tersebut, apalagi yang bersangkuta tidak mengakui telah melakukan itu semua. Seandainya Kepolian berkenan mengejar pemilik akun penyebar berita yang diduga bohong itu, maka keadaan tidaklah separah sekarang ini. Kini berbagai dugaan dari masyarakat dan ketidakp[ercayaan masyarakat terhadap kesungguhan penegak hukum dalam bekerja menjadi sangat diragukan profesionalitas dan integritasnya. Dan ini adalah malapetakabesar bagi bangsa ini, semoga malapetaka ini tidak terlalu berkepanjangan.

Sabtu, 08 Juli 2017

SEKALA BRAK BUKAN KERAJAAN ATAU KESULTANAN ISLAM

Dengan suara yang agak tertekan, dengan segala kehatian hatian seorang teman bicara kepada saya, yang saya tahu katanya anda adalah salah satu dari komunitas kelompok pewaris Kerajaan Skala Brak, yang hingga kini akan tetap eksis sebagai Kerajaan Adat, yang saya tanyakan adalah bahwa Kerajaan Skala Brak itu dahulu bukanlah Kerajaan atau Kesultanan Islam. Melihat kekakuannya dalam bicara saya mencoba tersenyum, walaupun saya tidak yakin bahwa senyuman saya dalam wajah tua ini masih nampak manis. Entahlah. Yang sedang saya upayakan adalah memperpendek gap diantara kami berdua.

Saya katakan bahwa 'Anda Tidak keliru'  sebagai anggota di komunitas itu saya juga tidak melihat adanya ciri Keislaman yang terlampau kuat sebagai peninggalan Kerajaan Skala Brak ini, namun demikian saya juga tidak melihat adanya perlawanan atau penolakan mereka terhadap Islam.Namun sejauh ini saya juga belum menemukan adanya gerakan islamisasi yang dilakukan oleh Kerajaan ini selain sedikit kesenian dan syair yang biasa dilantunkan dalam aktivitas seni mereka.

Kesenian bedikir yang berkembang di komunitas pewaris kerajaan ini tak bisa dipungkiri sebagai bukti pengaruh Islam. Dan juga terdapat dalam wayak wayak yang syairnya menyebutkan keyakinan, kepercayaan bahkan harapan mereka terhadap Allah Swt, juga bukti adanya pengaruh yang kuat dari Islam, Namun demikian bukan berarti Kerajaan ini telah mersmikan diri sebagai penyiar atau penyebar agama Islam. Intinya tepengaruh oleh Islam 'Ya' tetapi berusaha menyiarkan Islam serta gerakan Islamisasi budaya mereka menjadi budaya Islam, nampaknya juga belum dimaksimalkan.

Kalaupun ada islamisasi dalam kreasi seni, maka nampaknya itu adalah inisiatip warga saja, dahulu banyak warga sana yang belajar di pesantren pesantren di Padang, sepulang mereka dari padang, tidaklah secara otomatis diterima dan sejalan dengan keinginan aparat, apalagi pada saat zaman Penjajahan belanda, pihak Kerajaan terpaksa harus membukan pintu lebar lebar kepada Kolonial Belanda, walaupun alasan demi menjaga eksistensi Kerajaan ataupun kenyamana warga secara keseluruhan.

Tetapitetap saja dengan segala kecurangan Belanda maka atas Pemerintah Belanda aparan Kerajaan terpaksa menangkap mereka mereka yang diketahui pernah belanjar di Pesantren perantren di Padang itu, dengan dalih ada nya kesepakatan makar untuk menjatuhkan Pemerintahan Kolonial belanda.

Hingga kedatangan belanda ke daerah Lampung Barat/ Krui memang masyarakat setempat dibawah komando Kerajaan sekala Berak dan terdiri dari Kebuwayan Kebuwayan itu nampak belum sempat mendirikan satu pesantrenpun di daerah itu, sehingga saya belum berani mengatakan bahwa Kerjaan Skala Brak adalah Kerajaan atau Kesultanan Islam. jadi anda di mata saya tidak salah, kata saya dan tak lupa menulas sebuah senyum yang saya buat.


Jumat, 07 Juli 2017

MUMPUNG KUASA SELAGI BOLEH (banyak) BICARA



Di negara maju seorang Walikota sering tidak nyenyak tidurnya ketika dia tahu ada jalan yang rusak yang manakala ada pengguna jalan terperosok dan cidra. Di negara maju konon bila ada seseorang yang cidra karena kecelakaan jalan raya boleh menuntut Walikota sebagai seseorang yang harus bekerja untuk rakyat yang manakala melakukan kesalahan ataupun kelalaian maka dia akan dipersalahkan melalui hukum di peradilan.

Berbeda dengan masa penjajahan, para penjajah itu bersifat mumpung kuasa, akan mencari keuntyungan sebanyak banyaknya dengan cara memanfaatkan kekuasaannya. Di negara berkembang penguasa itu ditakuti layaknya pihak penjajah, dan sebaliknya pihak penjajah memanfaatkan kekuasaannya untuk menakut nakuti dan memeras rakyat, dengan memaksa upeti dan semacamnya.

Para penjajah itu sangat pintar manakala ada protes protes dari rakyat, maka tidak harus rakyat berhadapan langsung dengan Pemerintah Penjajah. mereka harus berhadapan dengan para loyalis penjajah, dan tidak jarang Pemerintah penjajah itu membuat mop mop agar kebencian tertanam kepada pihak yang suka memperotes Pemerintah, istilah sekarang adalah hoax.

Kini zaman sudah maju, masa penjajahan telah berlalu, yang tersisa hanya mental saja, mungkin karena ratusan tahun kita dijajah, maka mental penjajah itu  banyak tersisa melekat erat dari generasi ke genrasi, dan itu harus diakui tidak mudah menghilangkannya, butuh waktu yang cukup lama. Mumpung kuasa atau dekat dengan penguasa boleh bicara apa saja pasti dilindungi oleh para penguasa dengan cara memanfaatkan kekuasaannya seperti para penjajah berkuasa tempo doeloe.

BUTA MATA VS BUTA HATI

SURAT TERBUKA HABIB HUSEIN ALHABSI KEPADA TITO




Diluar konten  Surat terbuka Habib Husen Alhabsyi kepada Tito Carnavian Kapolri mengingatkan saya terhadap beberapa orang tunanetra yang sempat menjadi langganan saya dalam pijat urut tradisional, para langganan saya yang tunanetra  itu rata rata memiliki kecerdasan dan daya ingat luar biasa, karena tidak jarang mereka menyebut beberapa peritiwa penting yang mereka ketahui serta berbagai komentar sebagai ungkapan perasaan dan pemikiran mereka, diam diam saya mengagumi kecerdasan dan daya ingat para tunanetra itu.

Dengan munculnya youtube yang menampilkan seorang Habib Husen yang tunanetra itu menambah kekaguman saya saja terhadap mereka yang tunanetra, Habib Husen Al Habsyi melayangkan surat terbukanya kepada Tito Carnavian yang menjadi Kapolri itu. Tito Carnavian dikabarkan oleh media massa sebagai sosok yang sangat luar biasa cerdas sehingga sangat disayangi oleh Presiden Jokowi. Presiden mangajukan Tito Carnavian sebagai calon Tunggal dalam mengusulkannya sebagai calon Kapolri dan karena kecerdasan luar biasa yang dimiliki Tito Carnavian yang membuat para wakil wakil rakyat terhormat itu langsung menerima.

Saya menjadi terperangah dan terkesima ketika dengan sangat lancarnya Habib Husen al-Habsyi mengkritik habis habisan Tito Carnavian yang luar biasa cerdas dan jenius, seolah Habib Husen Al-Habsyi jauh lebih cerdas dari Tito. Saya mencari tahu kenapa sering seorang tunanetra menjadi lebih cerdas dalam hal hal tertentu, dibanding dengan mereka yang melek seperti kita kita ini. Entahlah, saya tidak memiliki referensi yang memadai.

Munkin selain dari Tito Carnavian yang diberitakan oleh media massa akan kecerdasannya ini, maka kita kita ini sering melihat itu hanya dengan mata saja, sementara merea para tiunanetra lebih cepat melihat dengan hatinya, sehingga kita menjadi lebih lambat. Marilah kita sebagai manusia biasa bisa mengambil hikmah dari surat terbuka kepada Tito Carnavian sehingga Allah lebih berkenan mununtun kita kepada kebenaran, semoga Allah menunjukkan kepada kita semua bahwa yang benar itu benar di mata dan hati kita, dan yang salah itu juga adalah salah di mata dan hati kita. Karena sesungguhnya kita mampu melihat sesuatu baik dengan mata dan juga dengan hati.


Rabu, 05 Juli 2017

TERLALU BANYAK PERAN ISLAM DALAM SEJARAH DI INDONESIA DIKUBUR UNTUK DILUPAKAN



Belum banyak orang yang berani menulis apa adanya tentang peran besar ummat Islam dalam berdirinya negara Indonesia, berbagai tekanan politis luar biasa bagi penulis yang ingin menuliskan sejarah ummat Islam sesuai apa adanya, bahkan banyak catatan sejarah Islam Indonesia yang ingin dikuburkan dan dilupan saja. semula tidak banyak orang yang perduli, tetapi setelah Islam dituding sebagai intoleran, anti Pancasila, anti UUD 1945 maka serasa ingin menggali kembali sejarah Islam yang dahulu telah terkubur itu.

Bagaimana mungkin anak anak muda hanya lantaran mendukung salah Calon dalam Pilkada dengan lantang dan beraninya menuduh ummat Islam antiPancasila dan sebagainya dengan tuduhan yang sangat keji, mereka sendiri mungkin tidak tahu bahwa dalam Perang Kemerdekaan hanya ada dua pekikan, selain Merdeka adalah Pepikan Allahu Akbar, Takbir. Dan dengan segala kesombongannya mereka mempelesetkan kata Takbir menjadi Take Beer, mereka tidak lupa membuat gambar meme manggambarkan para Tokoh Islam digambarkan dalam satu pertemuan terlihat minuman beer yang diharamkan Islam itu bertebaran dimeja.

Bahkan anak anak muda itu seperti akan mengangajarkan ummat Islam tentang toleransi, Pancasila dan UUD 1045 serta cinta NKRI, mereka mengalami kemiskinan literasi untuk mengenal Islam di Indonesia, padahala Kemerdekaan Indonesia telah dibayar dengan darah dan nyawa para ulama Islam serta para santrinya. Mereka memkikkan Allahukabar, maju ke medan juang dengan peralatan seadanya. Banyak para muallaf Pancasila yang ingin mengajarkan Pancasila kepada Ummat Islam.

Dengan dicetak kembalinya karya besar Api Sejarah ini maka diharapkan mereka mereka yang belum banyak tahu tentang peran Islam dalam Kemerdekaan Indonesia, setidaknya sedikit terjadi pencerahan, agar tidak lagi merasa yang paling Pancasilais.

DI MATA KEPOLISIAN UMMAT ISLAM ITU INTOLERAN ?



Di mata Kepolisian RI ummat islam ini benar benar parah, intoleran, sungguh tak pantas hidup berdampingan dengan masyarakat dunia yang pada saat ini sangat berperadaban tinggi. demikian setidaknya dari apa yang digambarkan film yang dinyatakan oleh pihak Kepolisian RI sebagai film terbaik  nampaknya Kepolisian berperan sebagai pihak yang menanamkan kebencian terhadap ummat Islam, demikian kira kira inti keberatan ummat Islam atas film yang dikeluarkan melalui proses lomba. Tidak kepalng tanggung, baik Kapolri dan Sutradara film pendek tersebut selain diminta untuk menarik kembali film yang sangat prokotaif tersebut, juga dituntut meminta maaf kepada ummat Islam secara terbuka. Alih alih akan menarik peredaran film itu serta meminta maaf, malahan yang ada justeru membela diri, dan membenarkan film hayali itu.

Apakah ummat Islam kecewa, jelas, tetapi pihak kepolisian boleh merasa lega karena masih ada kelompok fragmatis di kalangan ummat Islam yang nampaknya tak kebenaratan dengan tudingan film tersebut, mereka tak merasa Akebenaratan samasekali,bahkan mendukung film yang menghebohkan itu.

Apakah di lingkungan Kepolisian tidak ada yang beragama Islam, jawabnya adalah banyak, tetapi nampaknya literatir Kepolisian itu tentang Islam sangat terbnatas, demikian kata Ketua PP Muhammadiyah dalam nada kekecewaan yang sangat mendalam. Sehingga Kepolisian terkesan sama sekali tidak memahami Islam. Dan dengan keterbatasan tentang pemahaman terhadap Islam sehingga merasa perlu mengarang cerita bohonguntuk difilkan. Wajar pula bila seorang anggota DPR dengan dalaih menyambung lidah rakyat lalu mempertanyatakan agama yang dianut Kapolri secara pribadi itu apa. Tetapi dalam waktu yang bersamaan sipenanya seperti tak ingin pertanyaan ini dijawag oleh Kapolri dalam forum itu, nampaknya akan lebih elok bila dijawab langsung ke masyarakat. lalu apakah film ini sebagai jawabannya, entahlah. Barangkali ini politik tingkat tinggi.

memang harus diakui dalam beberapa hal ummat Islam itu kecuali sebagain kecil, umumnya bersikap intoleran, terutama terhadap, minuman keras, perjudian, narkoba dan pelacuran serta pelanggaran hukum. Ada kelompok ummat Islam yang menunjukkan intoleransinya terhadap sejumlah pelanggaran itu. Apalagi jika pihak Kepolisian nampaknya nyaris tak berdaya dalam beberapa pelanggaran tersebut di atas.

Jika saja memfilkan sejumlah hal yang yang sesuai kenyataannya dalam hal beberapa pelanggaran tersebut ummat Islam sangat intoleransi, maka barangkali ummat Islam tak akan merasa kecewa seperti ini. Dibanding Kepolisian mengarang cerita ynag sangat jauh dari kenyataan. Kita berharap banyak pihak bersedia membangu polisi untuk memperkaya literasi mereka tentang Islam, barangkali saja akan ada manfaatnya sekalipun kecil. Kita berharap Kepolisioan akan semakin dewasa.

Senin, 03 Juli 2017

JENGGOT BISA SELAMATKAN KAMU DARI HOMOSEKSUAL


Jika di lingkungan Islam Indobesia sempat ada pihak yang nengolok olok bahwa memelihara jenggot membuat seseorang akan menjadi bodoh, pernyataan ini memang tidak didukung referensi seminimal apapun, tetapi karena yang mengucapkannya adalah seorang tokoh yang amat dihormati dan dicintai oleh pendukungnya, maka seberapun kekliruannya, tetap saja akan berpengaruh, dan tentu ribuan orang menjadi sangat bimbang, terutama mereka yang ditumbuhi jenggot lebat.

Sebenarnya Rasulullah SAW pernah menganjurkan untuk memilihara dan membiarkan jenggot tumbuh lebat, apalagi pada saat itu orang orang Yahudi dan Nasrani lebih gemar memelihara kumis mereka. Mungkin untuk membedakan antara Islam dengan Yahudi dan Naeroni maka dari jenggotnya. Sejak saat itu memang Yahudi dan Nasrani benar benar tidak sukamemelihara atau memanjangkan jenggotnya.

Karena Rasul pernah memerintahkan untuk memelihara dan memanJnangkan jenggot kepada para peria, maka tentu saja lelaki pada umumnya memelihara jenggot. 
Seorang ria asal Rusia dimana ia adalah seorang pendeta, menyatakan bahwa seorang pria itu wajib menumbuhkan dan merawat jenggot. Hal ini dikarenakan, memiliki jenggot yang panjang ternyata bisa menjauhkan kita dari para pria – pria yang homoseksual.
“Tuhan memberi kita aturan. Tertulis bahwa Tuhan menciptakan setiap pria dengan jenggot. Namun orang-orang Khatolik barat rupanya telah benar-benar jauh dengan konsep ini,” kata Uskup Agung G, ereja Khatolik Ortodoks, Metropolitan Kornily, seperti dilansir dari laman Indy 100, Rabu (21/6).
Kornily juga memberikan sebuah ketegasan bahwa pada saat ini kebudayaan agama yang menumbuhkan dan memanjangkat jenggot sudah pelan – pelan pudar di negara barat. Dimana pada zaman sekarang ini banyak sekali pria – pria homseksual yang semakin meningkat di Rusia.
Ia beranggapan bahwa jenggot merupakan sebuah gambaran dari kepatuhan manusia kepada Tuhan. Karena rata – rata pria pada zaman dahulu pasti memanjangkan dan merawat jenggot mereka, termasuk Yesus sendiri.
“Singkatnya, jenggot adalah tanda. Kita tentu tidak bisa membayangkan Yesus atau orang suci lain tanpa jenggot. Manusia tidak seharusnya melawan Sang Pencipta. Melihat pakaian pria dan gaya rambut mereka sekarang benar-benar mengerikan,” pungkasnya.


UMMAT MEMBUTUHKAN PERSATUAN ULAMA



Bersatunya ulama di Indonesia bukan hanya akan bermanfaat besar bagi seluruh Ummat Islam tetapi merupakan sesuatu yang sangat mahal bagi Bangsa Indonesia secara keseluruhan. Karena bersatunya ulama Indonesia justeru memudahkan komunikasi kebangsaan baik antar sesama ummat Islam maupun antara Islam dengan pihak lainnya antar sesama bangsa Indonesia. Akhir akhir ini semakin nampak kebutuhan ummat Islam akan kepemimpinan para ulama, sehingga perbedaan antar satu ulama dan ulama yang lain bukan saja akan membingungkan ummat, tetapi pada saatnya nanti akan terbukti bahwa ummat Islam akan mencari kepemimpinanyang lain yang jauh dari keterikatannya kepada ajaran ajaran agama.

Adalah suatu kenyataan pahit yang harus diterima ketika para ulama lebih menonjolkan perbedaan dan bahkan ketidaksukaannya kepada kelompok lain selain akan menimbulkan permasalahan hubungan antar ummat sebagai pengikut masing masing ulama karena tertanam rasa ketidak sukaan terhadap ulama yang banyak diikuti oleh ummat Islam yang lain, yang nantinya tidak tertutup kemungkinan justeru masing masing ummat justeru mempertunjukkan ketidak sukaan kepada masing masing ulama yang seyogyanya menjadi ikutan masing masing ummat.

Kita akan sangat menyesalkan bila ulama satu mengoreksi ulama lain hanya menyangkut masalah yang sangat tidak prinsip, tetapi lebih kita sesalkan lagi sebagai pembenaran atas perbedaan sikap tadi ternyata meluas kepada hal hal yang justeru sangat prinsip sekali, antara lain yaitu kesanggupan memutar balikkan ayat ayat al-Quran  sehingga sanggup membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Ketika perkembangan ke tahap ini sejatinya bukan hanya tidak menyukai ulama lain, melainkan telah melakukan perlawanan kepada Allah, dan itu semua diketahui secara jelsa dan terang benderang di mata ummat.

Sebaiknya ulama ulama yang berseberangan itu hendaknya bersatu kembali, masih memiliki waktu untuk bertaubat keoada Allah agar Allah menunjukkan yang benar itu benar di mata kita, dan Allah menunjukan salah itu juga salah di mata kita dan kita diberikan oleh Allah kekuatan untuk menegakkan kebenaran dan persatuan serta mengalahkan kebatiulan, terutama yang ada di hati kita.

Minggu, 02 Juli 2017

DEMO DI ZAMAN RASULULLAH, DIIJINKAN OLEH RASUL.



Tidak semua ulama memiliki kesanggupan melaksanakan dakwah dengan metode yang memiliki resiko disiksa oleh penguasa. Penguasa dengan segala kesewenangan memiliki kemampuan untuk menghancurkan orang orang yang tidak disukai Penguasa dengan berbagai dalih dngan intinya mereka tidak suka terhadap siapapun yang akan mengancam kekuasaan mereka. Namun demikian ulama yang kurang memiliki nyali tidakj perlu mencari cari dalih untuk meneutupi kelemahan mereka dengan mengharamkan atau menyesatkan ulama lain dan jangan merasa pula kelemahan yang dimiliki mereka merupakan 'aib, karena memang tidak semua ulama memiliki potensi dan kekuatan serta kelebihan yang sama. Laksanakan saja dakwah sesuai dengan kemampuan dan kelebihan sebagai ulama. Ada yang memiliki kelembutan dan sebagainya, tetapi ada juga hal hal yang membutuhkan keberanian.

Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan Islam mulai dari nol, satu tahun pertama penganut agama Islam tidak menghabiskan hitungan jari tangan,tahun berikutnya dakwah dilakukan dengan cara sembunyi sembunyi agar jangan pihak kafir Quraisy mengetahui keberadaan dan aktivitas mereka. Sampai pada suatu saat para sahabat mulai menginginkan dakwah Isl;am dilakukan secara terbuka, tetapi jumlah dan keberanian mereka memiliki kekuatan secara logis.

Di luar dugaan, seorang sahabat yang bernama Abdullah Ibnu Mas'ud menyatakan diri akan tampail berdakwah dengan membacakan al-Qutran dihadapan para Kafir Quraisy. Pada saat iytu semua sahabat berebut melarang Abdullah Ibnu Mas'ud mengimngat kondisi fisik Ambdullah Ibnu Mas'ud memiliki fisik yang sangat lemah dan mungil, sehingga manakala terjadi penyerangan oleh orang kafir maka tak mungkin Ibnu Mas'ud mampu lari dan menyelamatkanm diri, tetapi pada saat itu Rasul tak melarang sehingga Ibnu Mas'ud tak mungkin bisa dicegah oleh sahabat.

Benar saja Abdullah Ibnu Mas'ud  keseokan harinya sengaja mendatangi para pimpoinan Kafir Quraisy yang sedang berkumpukl di suatu tempat, datang Abdullah Bin Ibnu Mas'ud membacakan surat Arrahman, tentu saja para Kafir Quraisy marah mereka bukan hanya melarang atau mencegah bacaan Abdullah Bin Ibnu Mas'ud tetapi mereka menyiksa fisik Ibnu Mas'ud  yang terbilang sangat lemah,sehingga luka lebam di sekujur wajah dan tubuhnya sehingga akibat siksaan yang tak tertahankan itu Abdullah Bin Ibnu Mas'ud pun ditinggalkan oleh para Kafir Quraisy tergeletak seorang diri.

Para sahabat yang lain yang hanya berani melihat dari kejauhan mencoba mendekati Abdullah Bin Ibnu Mas'ud  dan menggotongnya di bawa ke tempat yang aman. Sahabat semua menasehati agar tidak mengulangi perbuatan itu, tetapi justeru sahabat yang bertubuh kecil itu mengatakan bahwa perbuatan itu akan diulanginya manakala badannya terasa sembuh nanti. Belakangan ternyata Rasulullah memuji keberanian Abdullah Bin Ibnu Mas'ud. Tetapi Rasul tak juga mencela sahabat yang lain, karena memang para sahabat saling membutuhkan.

Diceriterakan bahwa waktu waktu selanjutnya para sahabat semakin berani menunjukkan keislaman mereka secara lebih demonstratif lagi. Subhanallah.

Jumat, 30 Juni 2017

Gencar Menyudutkan Ummat Islam, Kontraproduktif.



Setidaknya pada Era Rejim Soeharto masih segar dalam ingatan kita betapa ummat Islam dibentur benturkan dengan Kekuasaan ABRI, cara seperti itu juga dilakukan di era Presiden Jokowi sekarang, ummat Islam dibenturkan dengan Kepolisian. Presiden Soeharto dahulu merapat ke ummat Islam mungkin beliau memiliki jiwa keagamaan dan meningkat takwanya seiring usia atau mungkin dalam waktu bersamaan ihak ABRI mulai menjaga jarak. Lalu akan berubahkah nantinya Politik Presiden Jokowi membenturkan ummat Islam dengan Kepolisian sejalan dengan usia yang menua ataukah dalam waktu bersamaan antara Jokowi dengan Kepolisian berbeda kecenderungan politiknya entahlah. Yang kita harapkan adalah kita semua akan semakin cerdas menyelesaikan semua persoalan kebangsaan ini.

Nampaknya itulah perjalanan politik bangsa ini, yang barangkali sesungguhnya masing masing pihak akan mencari posisi aman. Tetapi sementara ini upaya mencari posisi aman itu adalah dengan cara merusak dan melemahkan yang lain. Dan nampaknya hal yang paling perlu dilemahkan itu adalah kelompok Islam. Berdasarkan sejarah bahwa kelompok Islam ini adalah kelompok yang paling gigi dalam mempertahankan NKRI dari ancaman asing. Lalu haruskah kita menakuti Islam yang telah teruji semangat Keindonesiaanya  dalam perjalanan sejarah Kemerdekaan Indonesia sendiri. Agar memiliki pemahaman yang memadai tentang siapa dan karakter bangsa Indonesia, maka sejarah Indonesia adalah sesuatu yang tak boleh dilupakan.

Tidak kurang dari Presiden Jokowi menyerukan kepada semua agar menyudahi perselisihan paham selama ini karena manakala perselisihan paham itu dipelihara, maka kita semua akan disibukkan dengan hal hal yang sesungguhnya tidak bermanfaat. Tetapi dilain pihak mengapa justeru pihak Pemerintahpun nampaknya belum menemukan jalan bagaomana cara menyudahi perselisihan paham, yang nampaknya akhir akhir ini perselisihan paham itu adalah antara ummat Islam dan pemerinthah.

Nampaknya tek segan segan pula Ummat Islam menuduhg Pemeringtah melakukan kriminalisasi kepada Ulama, hal inipun sesungguhnya tidak terlalu rumit menganalisanya, yaitu karena setelah Parpol Islam benar benar tak berdaya karena tak lagi memiliki nilai tawar yang memadai, maka sepertinya kelompok ulama segera akan menjadi panutan ummat bukan hanya dalam agama unsich tetapi juga dalam berpolitik. Nampaknya kiblat ummat tidak akan menoleh kepada Pimpinan Partai dan bahkan Ormas Islam yang semula sangat berwibawa. Mereka lebih mempercayai fatwa dan petuah para ulama.

Merupakan kekeliruan yang cukup fatal adalah ketika Penguasa berusaha menguasai Partai Politik. dan dikira semula ketika Pimpinan Parpol tunduk kepada para penguasa maka serta merta jelata akan tunduk begitu saja dalam aspirasi politiknya, tidak mereka menemukan sejumlah ulama yang tidak memiliki keinginan berpolitik namun dalam waktu bersamaan mereka tidak buta politik. Padahal bila akan menguasai ummat maka binalah agar Parpol Parpol itu memiliki kekuatan dan Kemandirian.

Ulama dan Ummat Islam itu sesungguhnya adalah modal besar bagi bangsa ini untuk membangun bangsa secara keseluruhan. Maka kita akan kehabisan tenaga, pikiran. biaya dan waktu bila kita kan memerangi dan melemahkan ulama dan ummat Islam. Karena terbukti pada masa kejayaan PKI yang berlambang Palu arit di jawab oleh Ummat Islam "Dipalu makin Maju, Diarit makin Bangkit"  melemahkan Ulama dan Ummat Islam tidak semudah melemahkan sebuah Partai Politik dalam fersi sejarah Indonesia. Marilah ejarah kita jadikan pelajaran.

Kamis, 29 Juni 2017

Kau Adalah Aku Yang Lain Untuk Memojokkan Ummat Islam ?



Entah apa maksudnya semula, tetapi belakangan ummat Islam merasa disudutkan dengan Film pendek durasi sekitar delapan menit  yang justeru dijadikan Kepolisian sebagai film terbaik yang justeru akan disosialisasikan. Berbagai protes dari kalangan ummat Islam segera mengemuka, dan selain menarik film yang bersangkutan Kepolisian dan Sutradara Fil dituntut meminta maaf. Tetapi tentu saja pihak Kepolisian maupun Sutradara tidak menerima begitu saja protes ummat Islam atau siapapun, karena dari kacamata Kepolisian dan perfileman akan berpendapat bahwa film pendek ini sesuaidengan kenyataan dan memiliki nilai nilai pendidikan.

Sampai kapan ketidak cocokan antara pihak Kepolisian dengan Ummat Islam ini akan berlangsung entahlah, bisa jadi akan sama dengan mendiang Presiden Soekarno dan Soeharto dahulu, yaitu kedua Prsiden yang sering dituduh sebagai Presidn yang dikator itu justeru baru merapat kepada ummat Islam pada saat saat keduanya sudah mulai mengalami kelemahan dan mengendurnya dukungan dari pihak yang selama ini sangat mendukungnya. Entahlah. Tetapi yang kita harapkan adalah rajim ini tidak boleh selamanya akan mengalamiketegangan dengan ummat Islam.

Sebetulnya kita sangat berharap banyak, ketika Presiden Jokowi dan beberapa pejabat lainya menghimbau keoada semua pihak agar menghentikan kegiatan kegiatan seperti unjukrasa dan semacamnya, karena hal tersebut dirasakan oleh Pemerintah sangat mengganggu aktivitas Pemerintahan, kontraproduktif. Tetapi dengan kemunculan film pendek yang sangat prpokatif ini tentu saja masyarakatpun akan bertanya tanya, apa makna himbauan Presiden Jokowi tadi.

Pada saat kampanye Pilkada DKI juga salah satu calon menampilkan film pendek yang juga menyudutkan ummat Islam secara keseluruhan, Tim Pemenangan kubu yang bersangkutan juga mengatakan bahwa apa yang ditampilkan dalam film Pendek itu selain kenyataan juga memiliki nilai didik, mereka kekeh mempertahankan walaupun film yang bersangkutan akhirnya dihapus dari web resmi mereka tetapi kopy film tersebut beredar dan viral. Akhirnya juga kubu ini menuai hasilnya, yaitu kalah telak diluar dugaan semua pihak, dan bertentangan dengan hitungan matematis.

Masih terngiang diingatan sema Bangsa Indonesia bahkan dunia betapa mulianya ummat Islam yang diekspressikan oleh jutaan peserta unjuk rasa 212 yang memprotes penistaan agama oleh seorang Gubernur DKI yang sedang digadang gadang sebagai "Calon Presiden Yang Datang" ditengah hiruk pikuk aksi unjukrasa tiba tiba muncul sepasang pengantin yang sedang maresa kesulitan lalu menuju gereja Katedral karena banyaknya peserta aksi unjuk rasa.

Tetapi spontan peserta aksi unjukrasa memberikan jalan yang selapang lapangnya agar kedia mempelai ini dapat berlalu menuju Gereja. Bahkan para peserta aksi unjukrasa ikut memayungi kedua mempelai, karena hujan semakin deras, gaun pengantin dibantu diangkat peserta pengunjukrasa agar tidak basah dan kotor, pada saat Bangsa Indonesia merasakan keindahan hal tersebutlah Film milik Polisi yang menyudutkan ummat Islam itu disosialisasikan. Ummat Islam sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Semogal ini bisa diselesaikan secara baik baik, demi NKRI.

'TakYakin Polisi-KPK Mampu Menyelsaikan Kasus Penyiraman Novel Baswe...



UNTUK MEMULIHKAN KEPERCAYAAN KEPADA POLISI DAN KAPK BUTUH BANTUAN RAKYAT.
Adalah hak rakyat untuk tidak begitu saja merasa yakin seyakin yakinnya Gabungan Polisi dan KPK akan mampu menguak kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bila benar dalam kasus ini sebenarnya meibatkan orang penting. Alasannya ringan sekali dan gampang dipatahkan, yaitu kasus kasus yang lain yang melibatkan orang penting maka KPK sendiri merasa jiri, ciut nyalinya, dan terakhir dinyatakan KPK tidak menemukan bukti yang meyakinkan. Artinya tidak mudah bagi KPK untuk mencurigai kelompok tertentu, walaupun ternyata tidak segan segan alias pilih pilih. Semakin diteliti semakin sulit menemukan sesuatu yang berarti.

Sementara itu kesan masyarakat terhadap penegakan hukum kita, lalu apakah masyarakat yang tidak memiliki kepercayaan atas Tim Gabungan Polisi dan KPK ini bisa dipersalahkan. Percuma saja,andai mereka yang tidak percaya ditangkap semua sekalipun maka kepercayaan itu tak begitu saja bisa kita bangun tegak membangkitkan kepercayaan rakyat.

Baik polisi maupun KPK membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membangun kepercayaan, bisa saja  Polisi sebenarnya membutuhkan partisipasi rakyat itu sendiri, tetapi partisipasinya seperti apa, sulit menemukan bentuk partisipasi yang dibutuhkan yang bisa sepenuhnya diterima baik kepolisian maupun KPK, salah salah justeru antara rakyat engan pihak yang tidak berkuasadan Polisi-KPK juateru berada posisiyang beda, walaupun kedua pihak sama sama berabjak dari kebutuhan dan kepentingan masyarakat umum.

Pada saat ini rakyat hampir merasa tidak lagi memiliki harapan, terserah sajalah kepada penguasa akan seperti apa maunya, karena di lain pihakpun wakil rakyat tak berperan sebagaimana mestinya, sudah lama rakyat tak merasa terwakili oleh Parpol. Yang ada hanya terbelahnya mereka yang memegang kekuasaan dan pihak yang tak berkuasa. Lalu apakah rakyat harus memihak ke salah satunya manakala mereka sedang tak sepaham.

Sekali lagi kita membutuhkan waktu dan waktu itu harus kita lalui dengan kesabaran, karena akan memakan kurban semakin banyak sebagai tumbal atas situasi yang kurang menguntungkan ini.

Sabtu, 24 Juni 2017

PENELITIAN TITO BIAS : AGAMA ITU JUGA RACUN ... ?



Mengacu kepada literatur yang dibaca Tito sebagai Kapolri, literatur itu ditulis oleh penulis Barat, lalu sebagai usaha pembanding dan konfirmasi  Tito melakukan wawancara sekitar seribu orang lebih mereka yang terlibat dalam terisme dan berhasil ditangkap maka Tito menyimpulkan bahwa manakala agama Islam sudah bersentuhan dengan politik, maka hasilnya adalah atas nama Tuhan boleh membunuh, itu kesimpulan sebagai seseorang yang walaupuin diagung agungkan sebagai tokoh yang jenius. tetapi tetap saja pangkat dan jabatan sangat mempengaruhinya, bias.

Bila saya tidak keliru dalam menyimpulkan pendfapat Tito setelah studi literatur dan mewawancarai seribu orang teroris maka tak salah bila kita memberikan kritik terhadap Tito yang juga mungkin adalah bagian dari hasil baca kita selama menekuni perkembangan berbagai gejolak  manusia. Terutama yang ingin saya kemukakan adalah mengapa sebagai pembanding atas hasil study Barat tentang teroris Islam itu justeru dikonfirmasi dengan para teroris pula yang lalu digeneralisir dengan Islam secara keseluruhan jelas hasilnya akan bias.

Bila Tito membaca sebuah buku tentang maraknya pelacuran di Indonesia lalu dikonfirmasi kepada para peria hidung belang, maka hasilnya akan jauh berbeda bila dikomfirmasi dengan ulama, maka akan ditemukan data yang berbeda. Bila kita mewawancarai seratus orang hidung belang suka mamanfaatkan wanita tuna susila, lalu kta generalisir bagi sebuah bangsa maka dipastikan hasil penelitian itu akan bias. Dan tidak menghasilkan sesuatu yang representatif.

Mengapa tak wawancarai saja para politisi Islam yang ada di PPP, PKS, PAN, PKB dan sebagainya serta berbagai politisi yang ada di Golkar, PDIP, Demokrat dan seterusnya maka saya yakin hasilnya tidak akan seperti yang Tito sebutkan adalah melegalkan atas nama Tuhan untuk membunuh orang lain.

Wibawa seorang Tito yang memiliki jabatan sebagai Kapolri mungkin akan membuat para hadirin mengangguk anggukan kepala seperti membenarkan, padal tuduhan Tito saya nilai sangat lemah karena sampel penelition tidak reprentatif untuk menggenalirsir politisi Islam yang manakalabersentuhan dengan agama Islam akan berubah menjadi kelompok perusak yang sangat menakutkan sekaligus ancaman bagi budaya, martabat dan perdaban bangsa,  Mengapa Islam menjadi sangat buruk di mata Tito.

Memang tak dapat dipungkiri bhwa dibeberapa negara di wilayah Timur tengah selalu bergolak, pergolakan di Tunur tengah itu lebih dikarenakan di daerah bersangkutan memiliki kekayaan minyak yang luar biasa banyaknya. Andaikan di Timur Tengah hanya punya Islam saja, maka tidaklah banyak minat orang terlibat di dalamnya, kita jga harus adil bahwa Islam di Timur Tengah yang bergolak itu sebagai akibat atau sebagai penyebab. Adalah kejahatan luar biasa politik Yahudi dan Barat, atau Komunis dan China/Rusioa di Timur berhasil mengadu domba ummat Islam di sana.

Maka bila sebagai Kapolri manakala ingin berkilah dalam berpolitik, maka yang diminta adalah berlajulah adil, toh banyak pihak lain yang membaca literatur yang sama, maka jangan sesatkan ummat dengan literatur yang ditulis demi kepentingan beberapa negara yang sangat berpengaruh di Timur Tengah itu, itu sudah menjadi rahasia umum.

Permasalahan yang ada di Indonesia sekarang lebih dikarenakan bahwa Pemerintah masih gagal melaksanakan Pancasila, bila tidak boleh mengatakan bahwa Politik pemerintah juga masih banyak menghianati Pancasila itu sendiri, sehingga Pemerintah sering tidak berlaku adil. Disebut pemerintah berkhianat ketika Pemerintah bersama DOR mau saja mensyahkan UU yang disusun untuk kepentingan asing, berasal dari pihak asing dan menggunakan dana bantuan dari asing untuk mengesahkan UU yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.  Sebagian ummat memafkan Pemerintah dan DPR karena keterbatasan keduanya, tetapi ketika ada pihak yang menjadikan Islam sebagai kambing hitam atas segala kekisruhan internal kita, maka sebagai Muslim tentu saja kami protes.

Kalau saja yang dimaksud bercampurnya kepenganutan agama Islam oleh ummat Muslim akan menjadi sesuatu yang sangat buruk ketika bersentuhan dengan politik, lalu yang dimaksudkan adalah atau salah satunya adalah kasus Pilkada DKI. Maka harus dipandang secara jernih. Pertama jangan memaksakan seseorang Pimpinan daerah atau Gubernur DKI seorang Non Muslim karena selain DKI mayoritas Muslim  juga DKI adalah Ibu Kota Negara yang penduduknya adalah mayoritas Muslim terbesar.  Maka sama saja manakala memaksakan Gubernur Bali dipaksakan seorang Muslim atau dibeberap[a daerah lainnya yang mayoritas non Muslim kita akan memaksakan Non Muslim muncul sebagai pemimpin, maka dipastikan akan muncul gejolak, apalagi pada saat Ahok menjadi Wakil Gubernur beliau sudah mengeluarkan aturan terkait penyembelihan hewan kurban yang sepertinya mempersulit kegiatan yang dianjurkan oleh agama. Dan lebih hebatnya lagi adalah bahwa proses penyembelihabn itu tak boleh dilihat anak anak, karenan akan berakibat buruk bagi mental anak anak. Itu awal ketegangan antara ummat Islam dengan pemerfintah daerah.

Yang paling memicu kegaduhan adalah ketika Ahok mengomentari Surat almaidah 51. Maka serentak ummat Islam memberikan jawaban baik yang kontro ataupun pro Ahok. Apakah ini juga disebut agama bersentuhan dengan politik. Karena mau tidak mau sentimen agama muncul bersamaan Pilkada yang artinya agama bersentuhan dengan politik seperti isi ceramah Tito yang katanya berubah menjadi ancaman seperti konen ceramah Tito.

Masih merupakan sesuatu yang wajar manakala sebagian besar Ummat Hindu sebagai kelompok Mayoritas di Bali menginginkan Gubernur Penganut Hindu Yang baik, Wajar bila Daerah Irian menginginkan seorang Bupati, Gubernur yang juga Irian semua wajar, maka juga seharusnya dianggap wajar manakala di wilayah yang mayoritas Muslim menginginkan pimpinan mereka juga Muslim, mengapa ketika ummat Islam di daerah yang mayoritas Muslim ketika menginginkan pimpinan Muslim disebut sumbu pendek, anti Pancasila, Anti UUD 45, dan anti NKRI.

Selama ini pembina Politik di Indonesia seperti akan mengkerdilkan Parpol Islam, berbagai upaya telah dilaksanakan agar Parpol Islam  agar tidak berkembang. Ketika Parpol Islam tidak ada yang berkembang dan memiliki kemampuan menampung aspirasi ummat, maka akibatnya adalah politik Islam disalurkan melalui cara yang lain, Lihat saja dalam kasus Pilkada DKI PPP, PKB, PKS, PAN dll sebagai Parpol yang setidaknya memiliki hubungan hystoris  ternyata tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan ummat islam. Akibatnya banyak suara suara aspirasi ummat sesungguhnya disalurkan melalui FPI bukan melalui Parpol Islam. Lihat saja kampanye lebih efektif dilakukan oleh pengajian pengajian di FPI ketimbang partai pendukung calon baik Anis - Sandi maupuan Ahok Jarot.

Harap tidak buru buru menyalahkan gejolak politik di Syiria karena perpolitikan dalam negeripun tidak kondusif, ketika Partai Islam dikeburi dan tak memiliki kemampuan menampung aspirasi ummat maka akan menyuburkan politik ekstra parlemen. Segala sesuatunya seharusnya diharapkan bisa terkomunikasi dengan baik oleh Parpol Islam, maka jangan heran manakala ekstra parlementer akan jauh lebih disukai, dalam hal ini yang pantas disalahkan adalah pembina politik, buykan ummat Islam, dalam hal ini maka saya ingin mengatakan bahwa Tito mengalami bias dalam kajiannya.

Sebagai seorang awam dan bukan akademisi bisa jadi analisa saya serampangan dan banyak kesalahan, tetapi yang ingin saya katakan adalah tidaklah berarti analisis oleh Tito sebagai Kapolri itu jaminan kenenaran, karena dengan pangkat dan jabatannya dari kacamata akademis akan kehilangan sumjektivitas. Kehilangan objektivitas sma dengan hoax