Tulisan ini terinspirasi dari Tulisan Kuswarto.
Acungan jempol dan ucapan terima kasih sangat pantas diberikan kepada Udo Z.Karzi dan kawan kawan lainnya yang telah berusaha menghidupkan hazanah puisi dalam bahasa Lampung. Karya karya Udo Z Karzi mendapatkan dukungan positif dari mereka mereka yang paham selukbeluk perpuisian dan juga paham tentang bahasa Lampung, dan bahkan diantaranya juga mendapat dukungan positif dari para pecinta puisi yang sejatinya kurang memahami bahasa Lampung.
Namun sejauh itu bagi saya dan banyak lagi para pembaca yang kurang paham dengan puisi, namun oernah jatuh cinta atas sesama etnis Lampung yang cinta kami ditumpahkan dalam bentuk puisi dan berbahasa Lampung pula. Seperti apa yang dipahami banyak orang bahwa ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, tiba tiba saja kita menjadi puitis, dan pengalaman seperti itulah yang membuat saya menyusun puisi dalam bahasa Lampung, maka ada kekhawatiran akan kehilangan nuansa puisi tradisional yang sempat membesarkan kami.
Sekalipun awam dalam hal puisi, tetapi bagi kami yang sempat bergelut dengan cinta di era remaja, menikmati puisi bukanlah hal yang sulit. memang kami tak pandai mengeritik puisi, tetapi tentu saja dengan gampangnya kami merasa kehilangan sesuatu dalam puisi ...