Senin, 31 Juli 2017

ISRAEL AKAN MENYERANG INDONESIA, HOAX ?!



Berita yang mengatakan bahwa Israel akan menyerang Indonesia karena mereka merasa terganggu oleh ulah haker Indonesia boleh jadi hoax karena tak ada berita berkelanjutan tentang itu, tetapi tentang keinginan sejumlah negera ingin menguasai Indonesia itu adalah hal yang jangan pernah dianggap remeh, setidaknya seorang Panglima TNI telah menguraikan secara lengkap mengapa Indonesia menjadi terncam oleh kepentingan dunia. Karena Indonesia memiliki energi yang sangat dibutuihkan masyarakat dunia pasca menipis bahan bakar minyak dunia.
Sudah menjadi rahasia umum pula betapa lemahnya diplomasi international Indonesia sehingga dengan mudahnya Malaysia bisa menklaim pulau kecil lepas pantai Indonesia, yang selama ini dikenal bagian dari kepulauan Indonesia. Sikap politik luar negeri yang lemah itu sangat mengundang minat bangsa bangsa besar untuk menancapkan kukunya di Indonesia, dengan berbagai dalih, Sejumlah negara besar sejatinya kini sedang berebut untuk memiliki kaki yang menapak di Indonesia, ini sebuah kenyataan yang sangat mengerikan.

Sekalipun lembaga internatinal menolak klaim China memiliki dan menguasai Laut China Sealatan bukan berarti secara otomatis China menghentikan klaim klaimnya atas penguasaan laut China Selatan itu, karena secara transporan China menunjukkan upaya perlawanannya dari hari kehari. .

UTAK ATIK DANA HAJI



Wacana memanfaatkan dana haji yang sedang parkir untuk diinvestasikan pembangunan infrastruktur tentu saja menjadi kontrovesi di masyatakat karanabersamaan dengan diberlakukannya kebijaksanaan Pemerintah tentang Perppu Ormas dan pembubaran HTI. yang dituduh sebagai jalan kesenang wenangan Pemerintah untuk membelenggu ummat Islam, kebijakan ini ditindaklanjuti dengan Ketetapan pembubaran HTI yang tidak membutuhkan Keputusan pengadilan sesuai dengan garis yang ditetapkan oleh Perppu Ormas yang baru. Pada saat yang hampir bersamaan wacana pemanfaatan dana haji yang seedang parkir itu dimanfaatkan oleh  Pemerintah untuk pembangunan infastruktur itu.

Di satu phak Pemerintahj menunjukkan ketidaksuklaannya kepada ummat Islam dan dipihak lain Pemerintah ingin memanfaatkan dana setoran haji yang bisa parkir hingga belasan tahun plus dana abadi milik jama'ah haji yang namapknya belum direncanakan untuk digunakan.Bagi pihak yang sedang gondok kepada kebijakan pemerintah yang berhasil membangun kediktatoran tentu serta merta menolak tegas gagasan ini terkait upaya memudahkan layanan haji dan mengurangi ketinggian biaya haji, sementara kacamata ekonomis tentu saja melihat ini peluang besar pemanfaatan dana parkir yang memang masih lama akan dipergunakan itu untuk mempercepat laju pembangunan dan pertumbuhan diberbagai bidang. Dan tetu saja nanti ada kelompok fragmatis yang akan mengikuti kemana derasnya angin bertiup.

Tetapi wajar saja manakala kita mengingat tingkat kebocoran dana pembangunan kita masih tinggi, tentu saja dalam penggunaan dana haji dan dana abadi jamaah haji ini tak akan luput dari aktivitas at gulipat itu. Selain itu masih terlampau banyak informasi akan kecurangan kecurangan proyek itu berseliweran secara liar. Ditambah lagi ketidaksmaan sikap para pejabat, umpama analisis pendapat . lembaga resmi audit Keuangan Negara BPK  akan berbeda dengan pendapat KPK atau semacam itu lainnya dalam bentuyk hiruk pikuk antar lembaga tinggi negara, jelas jelas ini akan menumbuhsuburkan ketidak percayaan masyarakat kepada Penyelenggara Pemerinrahan, bahwa mereka mereka itu belum becus mengelola keunagan. Masih butuh waktu lama dan perjalanan panjang untuk meyakinkan masyarakat, apalagai menjelang Pilpres dan lain sebagainya, akan sangat cerdas berbagai pihak untuk memanfaatkan keuntungan politik bagi kelompok tertentu.

Minggu, 30 Juli 2017

KEBAKARAN, PENGHIJAUAN DI ISRAEL BERANTAKAN



Penghijawan di Israel bukan sembarang penghijauan, penghijauan itu terkait keyakinan Theologis mereka

Sabtu, 29 Juli 2017

ALASAN SYAR'IYAH KETIKA MUSLIM BERSIKAP...



Seorang Muslim itu harus berbuat sesuai tuntunan syari'at Islam, segala sesuatunya harus melalui pertimbangan syar'i, bukan menunjukkan hawa nafsu keserakahan keinginan berkuasa, dan ketidak sukaan terhadap orang lain manakala didapatkan perbedaan dengannya. Manakala ada perbedaan maka lakukanlah pembicaraan bersama dari hati ke hati penuh kasih sayang, sebagaimana dalam Islam dianjurkan tabayyun. Manakala mereka yang seolah memiliki sikap berbeda dengan kita maka berpulanglah ke ajaran pokok Islam, manakala perbedaan itu hanya masalah furu'iyah, masalah yang remeh temeh saja, maka janganlah perbedaan itu di besar besarkan.

Manakala terjadi perbedaan dengan pihak lain sesama umat Islam seharusnya kita harus pandai pandai mengevaluasi diri terlebih dahulu, bukan sebaliklnya sibuk mengevaluasi pihak lain dengan vonis keslahan besar atau dibesar besarkan. Padahal perbedaan itu hanya masalah cabang ranting kecil, furu'iyah. Tidak ada masalah besar dalam masalah furu'iyah.

Yang dibutuhkan seorang ini adalah rasa persatuan dan kesatuan ulama Islam, hal ini beranjak dari masalah ummat Islam yang tak terpecahkan, sehingga jumlah ummat Islam yang sekarang mengalami penurunan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sekolah sekolah Islam masih sulit untuk menyamai sekolah non muslim dalam kualitatif ataupun kuantitatif, dakwah Islam masih belum berdaya untuk menyentuh mereka yang membutuhkan sentuhan da;i yang berkualitas. Secara jelas nyata dimata kita bahwa kualitas dan kuantitas Politik Islam di Indonesia menunjukkan kualitas dalam grafik menurun.

Antar ormas Islam janganlah mau dijadikan perdator bagi organisasi lainnya, jangankan menjadi predator, menjadi kompetitorpun jangan. Bisa anda bayangkan bila ada satu organisasi yang berhasil merekomendasikan organisasi lainnya dibubarkan. lalu dia hadiri di Indonesia hanya sendiri saja, atau organisasi yang senada saja yang ada. Ditinjau dari nada lagu saja, maka sudah dapat dipastikan bahwa nada yang dihasilkan tak akan sempurna.

Dalam kesendirian itu bisa dipastikan dia tak akan memiliki kemampuan banyak dalam berbuat, karena hanya sendiri dalam berhadapan dengan pihak pihak yang sejatinya memang tak menyukai Islam, berfikir ulang merekomendasikan  pembubaran Ormas Islam lainnya, karena akan melemahkan Islam secara keseluruhan.