Tampilkan postingan dengan label BAHASA DAN AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA DAN AGAMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Agustus 2017

ORANG ORANG DI SENAYAN BANYAK TAK SUDI DIDOAKAN



Entah mau apa jadinya penghuni Senayan itu, sudah dua tahun itu gaduh karena berdoa, padahal isi doanya setelah dicermati tak ada yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, atau unsur unsur yang akan mengancam keutuhan NKRI manakala doa itu diijabah Allah, lalu di mana letak prrsoalannya. Mungkin di masa mendatang tak perlu lagi ada acara doa, atau doa saja menurut kepercayaan masing masing dan ditugaskan saja seorang pejabat TNI ataupun Poliri untuk sekedart memberikan aba aba bahasa doa dimulai atau doa selesai. Anara yang satu dengan yang lain tidak saling tahu apa yang didoakan.

Nampaknya butuh diselenggarakan Sidang Pleno yang menghadirkan secara lengkap semua anggota dengan pimpinan Fraksi masing masing untuk menetapkan kreteria pembaca doa, harus dikaji ulang dalam berdoa ini nanti akan ada beberapa aspek terkait pembacaan doa ini setidaknya (1)  siapa yang memimpin, siapa  (2) siapa yang boleh didoakan,  (3) aspek apa saja yang boleh dimintakan dalam berdoa/ Hal ini sangat penting agar doa itu layak diaminkan ataupun tidak layak diaminkan. Aspek yang didoakan adalah aspek yang menguntungkan bila diijabah, dan aspek yang tak boleh didoakan adalah yang nantinya akan ada pihak yang merugi manakala doa di ijabah.

Jika memang perkara doa ini setiap tahun akan mengundang kegaduhan, maka sebaiknya juga dibentuk panitia perumus atau tim kerja untuk melakukan penjajagan kepada masyarakatak ;luas, semacam penjaringan inspirasi, atau ada semacam naskah akademis dari teks doa yang akan disampaikan. Naskah akademis teks doa ini dapat dikaji oleh berbagai pihak untuk dipertimbangkan apakah sudah layak menjadi teks doa. Danm bahkan bila perlu diadakan pemungutan suara utuk menyetujui doa itu.

Bila selama ini mereka yang ditunjuk menjadi pemimpin doa adalah mereka yang rajin beribadah sehingga memiliki kedekatan dengan Yang Maha Kuasa  Barangkali nanti bula masalah doa ini diperkancah oleh para anggota DPR maka ditetapkan kreteria pendoa adalah persoan yang betul betul netral dan tidak memiliki indikasi kedekatan dengan Tuhan Yang maha Esa.

Yakinlah manakala itu yang akan ditempuh oleh Pemerintah dalam rangka menghindari kegaduhan paska dibacakannya doa. Maka suasananya akan bertambah gaduh. Atau dilelang saja, dicarikan orang munafik, yang pandai memuji muji untuk merumuskan pujiannya yang tergubah dalam doa, ini barabgkali yang paling aman. Harapan kami sadi masyarakat adalah DPR mampu menyelesaikan sendiri masalah doa ini tampa kegaduhan.

Selasa, 01 Agustus 2017

Agar anak anak mengenal Tuhan sejak Usia Dini.

Ajarkan tentang Muslim, tentang kafir dan munafiq sejak anakl anak secara bijaksana melalui lembaga lembaga pendidikan yang terkontrol, agar jangan anakl anak menerima informasi itu secara tak beraturan. Katakanlah kepada anak anak bahwa agama mereka adalag yang paling benar, tegaskanlah agar anak anak hanya menganut agama mereka, tidak agama yang lain. Secara jelas dan bijak, jangan sampai anak anak kelak nanti setelah dewasa atau mampu berfikir justeru merasa dibodohi oleh guru dan orang tua mereka. Jangan sembunyikan kebenaran agama itu dari anak anak. Tetapi janganlah menanamkan kebencian kepada agama lain kepada anak anak.

Adalah merupakan tanggungjawab bersama untuk menanamkan pengertian kepada segenap masyarakat bangsa untuk memiliki pemahaman serba sedikit tentang agama lain untuk menanamkan toleransi. Dalam ajaran agama Islam memang gelar kafir itu diberikan kepada penganut agama selain Islam, demikian juga agama Islam mungkin dalam ajaran agama lain ada sebutan tersendiri,  umpama Kriten / Katholik menyebut ummat Islam sebagai domba tersesat atau domba kotor atau sebutan lain menurut Kitab Suci mereka, silakan saja, ummat Islam tidak boleh kecil hati dan menolak serta tersinggung dengan sebutan itu, bila itu sebutan dari kitab suci yang mereka yakni.

Jika dalam agama Kristen dan Katholi dikenal ada Tuhan Bapa, Anda Bunda Maria, dan lain lain tak seharusnya mereka kecewa bila Islam mengajarkan Tuhan Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan  serta tak suatupun yang serupa dengan Tuhan. Sampaikanlah itu dilingkungan agama masing masing, ajarkanlah bagaimana cara menghormati kayakinan agama lain, tetapi terimalah perbedaan perbedaan yang ada.

Yang penting jangan mengajarkan agama lain selain yang dianutnya masing masing. Siapkan guru Kristen atau Katholik bagi murid yang beragama  Kristen dan Katholik  atau agama lainnya, di sekolah sekolah Islam, demikian juga sebaliknya. Begitu pula dengan agama yang lainnya. Atau cegahlah calon siswa yang beragama selain Islam ke sekolah sekolah yang berciri Islam. Cegahlah anak anak Islam untuk sekolah di sekolah yang berciri agama yang bukan Islam. Atau sekolah yang tidak menyediakan guru agama Islam bagi murid yang beragama Islam. Dan pelajaran agama harus disampaikan oleh guru yang menganut agama yang dengan muridnya. Jangan ada guru Islam yang ditugaskan mengajarkan agama lain, demikian pula sebaliknya.

Pelajaran agama dari sekolah harus diajarkan sesuai dengan agama yang dianut, dan diajarkan oleh guru yang menganut agama yang sama, sesuai dengan perkembangan dan usianya.  Dan jangan ada ajaran agama itu yang disembunyikan dari siswa siswa sebagai penganutnya. Ajarkan bahwa agama agama itu berbeda beda, jangan mengatakan semua agama adalah sama, tetapi perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Senin, 31 Juli 2017

UTAK ATIK DANA HAJI



Wacana memanfaatkan dana haji yang sedang parkir untuk diinvestasikan pembangunan infrastruktur tentu saja menjadi kontrovesi di masyatakat karanabersamaan dengan diberlakukannya kebijaksanaan Pemerintah tentang Perppu Ormas dan pembubaran HTI. yang dituduh sebagai jalan kesenang wenangan Pemerintah untuk membelenggu ummat Islam, kebijakan ini ditindaklanjuti dengan Ketetapan pembubaran HTI yang tidak membutuhkan Keputusan pengadilan sesuai dengan garis yang ditetapkan oleh Perppu Ormas yang baru. Pada saat yang hampir bersamaan wacana pemanfaatan dana haji yang seedang parkir itu dimanfaatkan oleh  Pemerintah untuk pembangunan infastruktur itu.

Di satu phak Pemerintahj menunjukkan ketidaksuklaannya kepada ummat Islam dan dipihak lain Pemerintah ingin memanfaatkan dana setoran haji yang bisa parkir hingga belasan tahun plus dana abadi milik jama'ah haji yang namapknya belum direncanakan untuk digunakan.Bagi pihak yang sedang gondok kepada kebijakan pemerintah yang berhasil membangun kediktatoran tentu serta merta menolak tegas gagasan ini terkait upaya memudahkan layanan haji dan mengurangi ketinggian biaya haji, sementara kacamata ekonomis tentu saja melihat ini peluang besar pemanfaatan dana parkir yang memang masih lama akan dipergunakan itu untuk mempercepat laju pembangunan dan pertumbuhan diberbagai bidang. Dan tetu saja nanti ada kelompok fragmatis yang akan mengikuti kemana derasnya angin bertiup.

Tetapi wajar saja manakala kita mengingat tingkat kebocoran dana pembangunan kita masih tinggi, tentu saja dalam penggunaan dana haji dan dana abadi jamaah haji ini tak akan luput dari aktivitas at gulipat itu. Selain itu masih terlampau banyak informasi akan kecurangan kecurangan proyek itu berseliweran secara liar. Ditambah lagi ketidaksmaan sikap para pejabat, umpama analisis pendapat . lembaga resmi audit Keuangan Negara BPK  akan berbeda dengan pendapat KPK atau semacam itu lainnya dalam bentuyk hiruk pikuk antar lembaga tinggi negara, jelas jelas ini akan menumbuhsuburkan ketidak percayaan masyarakat kepada Penyelenggara Pemerinrahan, bahwa mereka mereka itu belum becus mengelola keunagan. Masih butuh waktu lama dan perjalanan panjang untuk meyakinkan masyarakat, apalagai menjelang Pilpres dan lain sebagainya, akan sangat cerdas berbagai pihak untuk memanfaatkan keuntungan politik bagi kelompok tertentu.

Minggu, 30 Juli 2017

KEBAKARAN, PENGHIJAUAN DI ISRAEL BERANTAKAN



Penghijawan di Israel bukan sembarang penghijauan, penghijauan itu terkait keyakinan Theologis mereka

Senin, 24 Juli 2017

MEGAHNYA MUSEUM MUHAMMADIYAH SEMOGA TIDAK MENJADI FITNAH



Baru peletakan batu pertama museum Muhamadiyah terasa sangat megah, karena anggarannya tidak murah yaitu 300 Trilyun Rupiah, tidak kurang dari seorang Presiden Jokowi yang tak tahan dengan rasa keingin tahuannya, prihal dananya dari mana. Sudah menjadi rahasia umum manakala lembaga swasta Islam akan membangun suatu bangunan yang besar sudah mengajuakan proposal ke Pemerintah untuk memohon bantuan dana, dan bahkan bila perlu pasang stan di jalan agar orang yang berlalu lalang mdah memberikan bantuan.

Dana 300 Trilyun Rupiah dana didapat dari mana Kata Presiden Jokowi dengan penuh rasa keingin tahuan di jawab  bahwa dana di dapat dari keuntungan berbagai usaha Muhammadiyah sumbangan para aktivis serta simpatisan lainnya. Jawaban ini sangat membanggakan dan menjanjikan bahwa nanti pada saatnya organisasi Islam lainnya bisa membangun tamapa merecoki dana milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah baik APBN dan atau APBD.

Belajarlah daritempramen rejim Jokowi yang kini sedang berusaha, sebuah lembaga Islam boleh saja mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah dalam bentuk dan bergulir sekalipun tetapi harus ada take angd give nya, ada win win sollution dengan kepentingan kekuasaan, yang tentu saja selain akan memberatkan bisa saja dibelakang harus ada yang dikorbankan.

Semakin hari nampak bahwa politik Presiden Jokowi  tak ubahnya seperti bagaimana Amerika dan sekutunya bersikap. sikap dasar Presiden Jokowi dalam politiknya semakin kentara bahwa dia menganut Nasionalisme skulair. Tidak ada wajah ramah kepada kelompok Islam kecuali menguntungkan secara politis atau kekuasaan yang pangkunya sekarang. Itulah kira kitra informasi yang terjejal kemata dan telinga kita khususnya media sosial.

Tidak berarti Prisiden Jokowi diganti maka secara otomatis kita akan mendapatkan pimpinan yang religius, akan tergantung banyak faktor. Karena thesis yang mengatakan bahwa Islam adalah merupakan ancaman dunia setelah padamnya Komunis. Nampaknya Rejim Jokowi sangat erpengaruh oleh thesis itu sehingga merasa perlu melumpuhkan Islam secara politis. Dan bisa jadi siapapun yang merasa ingin dan perlu mempertahankan kekuasaannya, sekali lagi "siappun" maka Ia akan berpikiran untuk melumpukan Islam politis sedini mungkin.

Maka tak ada lain yang kita harapkan adalah agar lembaga lembaga Ormas Islam itu mampu mandiri, dan sama sekali tidak memiliki rasa ketergantungan kepada belas kasihan Pemerintah. Dan iyupun tidak pula berarti aman dari gangguan dan upaya pelemahan dengan cara berusaha mencari identitas penyumbang lalu di cari cari kesalahan penyumbang, lalau seperti biasanya buru buru aparat mengumumkan bahwa lembaga milik ummat Islam itu di bangun dari hasil kejahatan, karena hoax yang datang dari aparat sangatlah besar pengaruhnya.

Jumat, 14 Juli 2017

KONA'AH DAN BEKERJA (lebih) KERAS

Jum'atan Di Masjid Baiturrahiem Perum Korpri B.Lampung

Khtaib Ustd. Habiburrahman Abdullah. Dengan mengutip sebuah hadits  Khatib kami  pada saat jumatan di Masjid Baitur Rahim Komplek Parumahan Korpri Bandar Lampung tadi siang bertemakan Koan'ah. yang dibuika oleh khatib  dengan mengutip sebuah hadits  yansi Islamg berbunyi "Tuntutlah keduniaanmu seakan engkau akan hidup selamanya dan tuntutlah akheratmu seakan engkau mati besok pagi". Disampikan bahwa konaah artinya adalah merasa puas dengan apa yang telah didapatkan. Dikatakan bahwa merupakan perangat yang sangat buruk bagi kita manakala tidak pernag merasa puas dengan apa yang yang didapat, sehingga selalu dalam tekanan mental kekurangan sepanjang hayat. Demikian kira kira maksudnya manakala ditulis dalam bahasa tulisan singkat ini.

Konaah bukan berarti menyarankan untuk berhenti berkarya, berhenti mendapatkan keuntungan dan lain semacamnya lantaran segala sesuatunya mencapai kemampuan hidup layak, tidak, bekerjalah terus dengan hasil yang lebih banyak dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bekerja. Bila memang kebutuhan keluarga telah terpenuhi, makabekerjalah dengan penghasilan lebih banyak lagi untuk kesjahteraan karyawan, kesejateraan masyarakat dan untuk jihad fi sabilillah, Yang bisa jadi kebutuhan perjuangan lebih besar dan lebih banyak dibutuhkan.

Pendidikan Islam, Partai Islam serta pebisnis Islam di Indonesia ini terbilang hanya mencapai lapisan kedua atau bahkan ketiga. atau dengan kata lain bukanlah menjadi kelompok unggulan. Manakala mutu pendidikan Islam rendah dan pebisnis muslim juga tidak menempati posisi puncak, maka ummat Islam sekalipun mayoritas di Negara Indonesia tetapi tetap saja harus dipimpin oleh non Muslim atau orang orang Islam yang terjaujh dari perjuangan yang sesuai dengan aspira Islam.

Untuk sekedar kebutuhan pribadi dan keluarga, maka berpuaslah dengan kecukupan yang ada, tetapi dalam dimensi perjuangan untuk Islam hal itu justeru harus ditingkatkan terus menerus, demi menjaga dua hal yaitu dakwah dan pendidikan Islam. Prinsip dalam dimensi ibadah kita akan mati mesok pagi, tetapi dalam dimensi perjuangan kita harus merasa akan hidup selamamnya. Sehingga kita harus mencari dan m,encari terus dengan penghasilan sebanyak banyaknya.

Persoalan kita sekarang adalah sering salah kaprah, karena kita sering membatasi hidup ini dalam dimensi ibadah dalam arti sempit, sehingga kita sering melupakan dimensi akan hidup selamanya, yang harus dihidupkan untuk selamanya itu adalah penghasilan untuk dimensi perjuangan. Ini juga sangat mempengaruhi etos kerja ummat.

Ummat seolah tergiring hanya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya saja, sehingga tetkala mengambil porsi lebih dari itu seolah dipandang serakah. Padahal ada kebutuhan yang harus dianggap lebih besar lagi yaitu forsi perjuangan, Di mana ummat Islam membutuhkan gedung gedung sekolah serta biaya pendidikan Islam, ummat Islam membutuhkan biaya Pembangunan rumah sakit, membangun Bank Bank Islam disamping rumah ibadah yang representatif, rumah ibadah yang reoresentatip adalah yang memiliki kemampuan memberikan layanan sosial bagi jama'ahnya.

Itu semua membutuhkan mayoritas ummat Islam yang memiliki penghasilan lebih dibanding hanya sekedar memenuhi  kebutuhan keluar dan orang orang yang ada di bawah tanggung jawabnya saja. Kemampuan lebih inilah yang yang dibutuhkan dalam kejayaan ummat Islam. Bagaimana mungkin ummat Islam Indonesia akan dapat bersaing memimpin dan mengatur negara ini bila kemampuan ekonomi mereka terbatas. Yanga adalah berhutang budi dan dana dari sejumlah negara asing yang memang ingin menguasai Indonesia serta mempecundangi rakyatnya. Khutbah ditutup khatib dengan membacakan doa kepada Allah untuk kesejahteraan dan kejayaan Islam di Indonesia.

Jumat, 07 Juli 2017

BUTA MATA VS BUTA HATI

SURAT TERBUKA HABIB HUSEIN ALHABSI KEPADA TITO




Diluar konten  Surat terbuka Habib Husen Alhabsyi kepada Tito Carnavian Kapolri mengingatkan saya terhadap beberapa orang tunanetra yang sempat menjadi langganan saya dalam pijat urut tradisional, para langganan saya yang tunanetra  itu rata rata memiliki kecerdasan dan daya ingat luar biasa, karena tidak jarang mereka menyebut beberapa peritiwa penting yang mereka ketahui serta berbagai komentar sebagai ungkapan perasaan dan pemikiran mereka, diam diam saya mengagumi kecerdasan dan daya ingat para tunanetra itu.

Dengan munculnya youtube yang menampilkan seorang Habib Husen yang tunanetra itu menambah kekaguman saya saja terhadap mereka yang tunanetra, Habib Husen Al Habsyi melayangkan surat terbukanya kepada Tito Carnavian yang menjadi Kapolri itu. Tito Carnavian dikabarkan oleh media massa sebagai sosok yang sangat luar biasa cerdas sehingga sangat disayangi oleh Presiden Jokowi. Presiden mangajukan Tito Carnavian sebagai calon Tunggal dalam mengusulkannya sebagai calon Kapolri dan karena kecerdasan luar biasa yang dimiliki Tito Carnavian yang membuat para wakil wakil rakyat terhormat itu langsung menerima.

Saya menjadi terperangah dan terkesima ketika dengan sangat lancarnya Habib Husen al-Habsyi mengkritik habis habisan Tito Carnavian yang luar biasa cerdas dan jenius, seolah Habib Husen Al-Habsyi jauh lebih cerdas dari Tito. Saya mencari tahu kenapa sering seorang tunanetra menjadi lebih cerdas dalam hal hal tertentu, dibanding dengan mereka yang melek seperti kita kita ini. Entahlah, saya tidak memiliki referensi yang memadai.

Munkin selain dari Tito Carnavian yang diberitakan oleh media massa akan kecerdasannya ini, maka kita kita ini sering melihat itu hanya dengan mata saja, sementara merea para tiunanetra lebih cepat melihat dengan hatinya, sehingga kita menjadi lebih lambat. Marilah kita sebagai manusia biasa bisa mengambil hikmah dari surat terbuka kepada Tito Carnavian sehingga Allah lebih berkenan mununtun kita kepada kebenaran, semoga Allah menunjukkan kepada kita semua bahwa yang benar itu benar di mata dan hati kita, dan yang salah itu juga adalah salah di mata dan hati kita. Karena sesungguhnya kita mampu melihat sesuatu baik dengan mata dan juga dengan hati.


Kamis, 01 Juni 2017

KEJAHATAN DUNIA MAYA JUGA TERINSPIRASI DARI MEDIA MASSA DAN PERNYATAAN PEJABAT.



Sebenarnya sudah lama sejumlah pejabat Pemerintah dan tak kurang juga Bapak Presiden Jokowi yang mengeluh bahwa media sosial telah kehilangan rasa sopan santun dengan cara menulis seenaknya di FB, WA, Line, BBM, Twiter dan lain lain. Tentu dengan bahasa bahasa yang kotor serta tidak senonoh, bahasa yang sangat tidak layak diketengahkan di umum. Serangan buruk seperti serentak dilakukan, dan yang paling banyak ditujukan adalah untuk mencerca agama dan ulama. Akhirnya karena nampaknya juga pihak Pemerintah seperti tidak ada upaya mencegah dan menindak para pembuat perbuatan yang menjurus biadab ini, sampai akhirnya ada pihak yang merasa melakukan pencegahan mencari sendiri aiapa pelaku, ditemui di rumahnya, dipaksa membuat pernyataan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kejinya. Atau bila perlu langsung di bawa ke Kepolisian. Cukup efektif, kini orang orang menjadi ketakutan untuk membuat status menyerang agama dan ulama.

Terlepas dari benar apa salah sipemburu pembuat status biadab ini,hasilnya cukup efektif, banyak mereka yang jera.Tetapi memang masalah ini masih bisa diperdebatkan, karena dalam waktu bersamaan ada pihak yang mengatakan bahwa orang boleh membuat status apa saja karena itu merupakan kebebesan ekspressi yang dilindungi oleh undang undang. Kita berharap dalam masalah ini bangsa ini akan mencapai kesepakatan yang adil.

Di tengah penantian bagaimana tindakan penegah hukum yang dirasakan adil itu, maka yang paling mengejutkan adalah pengakuan seorang netizen dari Padang Sumbar, beliau adalah seorang doketr yang bekerja di sebuah Runah Sakit kenamaan. Statusnya mencerca ulama secara keji. Yang paling mengejutkan adalah pengakuannya bahwa apa yang ditulisnya tidaklebih dari apa yang viral diberitakan di media massa dan ucapan ucapan pejabat Kepolisian sebagai sumber informasi dan sumber inspirasi. Pengakuan netizen yang dokter wanita nana cantik ini akan membuat kita semua menjadi terhenyak, nampaknya  Pemerintah lewat pejabat serta media massa adalah merupakan sumber inspirasi prilaku buruk para netizen ini.

Rabu, 31 Mei 2017

ASATAGFIRULLAH SAID AGIL KECEPLOSAN LAGI...



Musibah besar seperti terbayang akan terkjadi pada anak negeri ini setelah seorang ulama besar mengatakan menonton foenografi itu lebih baik dibanding mendengarkan ceramah profokatif. Ucapan itu beliau lontarkan pada saat hampir semua orang tua yang memiliki anak yang menggunakan HP android, laptop/ komputer dan sebagainya yang memiliki fasilitas untuk mengaktses gamabar gambar bahkan film film porno. Masalah pornografi ini semakin hari semakin mencemaskan ibu ibu dan bahkan semua orang tua. Pada saat itulah pendapat ulama besar ini denbhagn lantang mengatakan bahwa non film porno itu jauh lebih baik dibanding mengikuti ceramah yang profokati.

Khutbah khutbah di masjid sekarang ini banyak khatib yang sangat berani berbicara lantang serta mengeritik tokoh tokoh yang sejatinya dihormati masyarakat atas berbagai kekeliruan. Memang di satu pihak kekeliruan dan keberpihakan kepada yang keliru semakin transparan, dan dalam waktu bersamaan para khatib jumatan juga semakin berani mengeritik. Khutbah keras seperti itu oleh pihak pihak tertentu dianggap sebagai khutbah atau ceramah propokatip. Pesan yang sampai ke otak si anak bahwa daripada mendengarkan khotbah atau ceramah propokatif maka akan lebih baik bagi anak anak menontof fil porno.

Satu satunya alasan theologis yang viral dikemukakan bahwa mereka yang sedang nonton fil porno dipastikan akan sering membaca istighfar. Tentu saja ini dalil yang sangat lemha dibanding hasil penelitian para aktivis perempuan yang menemukan teori dan bahkan hasil penelitian bahwa menonton film porno akan melemahkan otak yang memiliki kemampuan menerima sesuatuyang bernilai. Yang jelas menonton fil porno adalah sangat dilaramg dalam ajaran agama Islam.

Ulama besar yang satu ini sudah sangat terlalu sering keceplosan dalam bicara, kita anggap saja keceplosan ketiuka Ia mengatakan orang yang berjenggot itu bodoh, semakin panjang jenggotnya semakin bodoh orangnya. Di saat yang lain datang seribu gaga, sebagai penganut setan itu, tak akan ada pengaruhnya bagi ummat Islam, Non muslim yang jujur lebih baik dari Muslim yang korup, ITB dan Masjid Salman adalah sarang teroris dan yang terakhir adalah nonton film porno jauh lebih bagus daripada mendengarkan khotbah dan ceramah provokatip. Orang ini layak kita doakan agar segera mendapat teguran dari Allah SWT. Agar lebih berhati hati dalam berbicara.

Senin, 29 Mei 2017

HABIB RIZIK DITETAPKAN SEBAGAI TERDAKWA KASUS PORNOGRAFI ANCAMAN 5 TAHUN



LALU BAGAIMANA DENGAN SUMPAH MUBAHALAHNYA


Akhirnya Kepolisian benar benar menetapkan Habib Riziq Shihab sebagai tersangka dalam Kasus Pornografi yang ancamannya adalah lima tahun lebih,Kepolisian kekeh dengan sikapnya walaupun dalamsindiran rekayasa yang sangat nyata, ini bagi ummat Islam adalah pertaruhan besar karena bagi ummat Islam Ulama adalah Warosatun Anbiya, artinya warisan sari Nabi. Terkait ini karena Habib Riziq sudah benar benar disudutkan, maka beliau menantang melakukan sumpah “Mubahalah”. Sumpah ini pernah ditawarkan oleh Rasulullah SAW kepada Ummat Kristen Najran Yaman pada tahun ke 10 Hijriyah.

Berdasarkan naskah pada Inseklopedia Islam Buku 3 (Kal – Nah) halaman 250-251, Bahwa yang menjadi persoalan pada saat itu adalah mengapa Muhammad tidak mengakui Trinitas dan Status Isa sebagai Tuhan. Nampaknya Muhammad SAW dituduh pihak Kristen sebagai telah menyembunyikan sebuah kebenaran dari Tuhan. Karena masalah tersebut tidak mudah diselesaikan, masing masing merasa benar dan yang lain dianggap salah, maka Muhammad SAW menawarkan untuk melaksanakan Sumpah Mubahalah, tetapi pada saat itu pihak Kristen Najran Yaman meminta waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan tawaran itu, hingga akhirnya bersepakat dalam waktu yang telah ditentukan.

Sampai pada waktu yang telah ditentukan maka acara sumpah itu dilaksanakan. Muhammad SAW datang dengan menggendong cucunya Husain dan menuntun cucunya yang lain Hasan. Di belakang beliau mengiring putrinya Fatimah Az Zahra. Dan di belakang Fatimah menyusul Ali bin Abi Thalib menantunya. Nabi berkata agar seluruh keluarganya mengaminkan semua doanya, karena sumpah mubahalah adalah berisikan kutukan bagi siapa diantara kedua belah pihak yang berdusta atau menyembunyikan kebenaran.

Walaupun sebenarnya para Rohaniawan Kristen itu telah siap melaksanakan sumpah Mubahalah seperti yang mereka janjikan dan sepakati, tetapi tiba tiba muncul seorang pimpinan dari mereka mencegah para rohaniawan itu melakukan sumpah Mubahalah. Karena Dia yakin bahwa Muhammad SAW sebagai Nabi tidak ada menyembunyikan kebenaran, dia telah menyampaikan apa adanya tentang ajaran Islam yang diterimanya. Dan manakala bila sumpah ini tetap dilaksanakan maka apa yang dilaknatkan dalam sumpah itu akan benar benar terjadi. Karena Muhammad benar benar seorang Nabi dan Rasul.

Berdasarkan sejarah bahwa siapapun yang sanggup bersumpah melawan seorang Nabi maka kaum itu akan binasa. Jika kalian tetap akan bersumpah maka berarti kalian akan menjadi kera, dan penganut Kristen akan habis, orang tak lagi akan menganutnya. Kata pimpinan mereka. Jika kalian ingin tetap menganut agama Kristen, maka janganlah melakukan sumpah mubahalah. Tetapi bayarlah uang jizyah sebagai jaminan kemanan untuk tinggal di negeri Islam.

Minggu, 28 Mei 2017

PARA DAI HARUS BERBAGI TUGAS, SEMUA BAIK



Masalah yang kita hadapi sekarang ini sangat kompleks sehingga masyarakat sangat membutuhkan dakwah  tetapi sitem dan metode dakwah harus bervariasi dan tidak sama, dakwah itu akan gagal total manakala memiliki sitem dan netode yang tak bervariasi. Dakwah itu Semuanya baik dan janglah ada yang merasa paling benar. Manakala ada pendakwah yang paling merasa benar akan terbilang sombong dan menurut kebiasaan maka yang merasa sombong itulah yang yang harus dihadapi, karena persoalan yang dihadapi ummat tak akan tersentuh sempurna

Dalam memahami agama Islam maka sebagai contoh yang jelas dan mutlak harus diteladani adalah Nabi Muhammad SAW. Apa yang dihadapi oleh Rasulullah SAW adalah juga harus menjadi cerminan kita tentunya. Dalam hidupnya Rasulullah SAW selain dengan segala kesantunanya beliau juga mengajarkan perlunya ketegasan. Digambarkan bahwa beliau berangkat pagi dengan pakaian bersih dan rapih lalu pulang do sore hari dengan pakaian yang demikian lusuh dan tak jarang berdarah, dan puncaknya gigi geraham beliau rompal.

Pernah suatu waktu beliau dikejar kejar oleh orang orang kampung dan bahkan anak anak serta perempuan ikut ikutan meneriakinya bagaikan meneriaki dan mengusir orang gila, pernah pada suatu waktu ketika penduduk suatu tempat sedang menyembeliah hewan persembahan mereka kepada Tuhan pujaan mereka, dan mereka menyelendangkan usus usus hewan itu ke tubuh Rasulullah SAW. Apakah pada saat itu Rasuljuga senyum senyum saja, entahlah. Tetapi tidakjarang Rasulullah SAW  terpaksa harus perang, dengan mereka yang tak menyukai kehadiran Islam.

Dengan demikian maka cara dakwah yang dilakukan oleh Cak Nun itu bukan satu satunya metode yang mampu menjawat segala tantangan, sehingga tak seharusnya Cak Nun menyalahkan cara dakwah lainnya. Seperti apa yang dikatakan oleh Habib Riziq bahwa bila ulama yang lain menanam dan memupuk, maka Ia akan mengambil peran untuk memusnahkan hama serta rumput liar disekitar tanaman itu. Maka mohon dapat dimaklumi bila Ia berbicara lantang dan tegas danbahjkan harus berterik kasar dalam berdakwah.

Secara sederhana kita mengukur, mungkin pada saat ini cara dakwah yang dilakukan oleh Habib Riziq sehingga dia mampu menghadirkan tujuh jutaan ummat di suatu tempat untuk membela Islam, yang mungkin untuk saat ini tak mampu dilakulkan oleh Cak Nun. Tetapi ada situasi yang lain maka Cak Nun mungkin akan mampu mengumpulkan sekitar 10 Jutaan Ummat melebihi Habib Eiziq, karena situasi lebih kondusif.

Rabu, 24 Mei 2017

Catatan Tampilan Dakwah Mahasiswa UIN Rd.Intan Lampung


Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Publisistik UIN Rd. Intan B. Lampung menyelenggarakan PKL dalam bentuk dakwah. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok masing masing kelompok  nampaknya terdiri atas belasan orang mahasiswa, tetapi yang tampil di panggung hanya empat orang dalam setiap kali tampilan, mereka terdiri dari pembawa acara, pembaca tilawah, penceramah dan seorang pembaca doa. Dan salah satu masjid yang mereka kunjungi adadalah Musholla kami Al-Jihad perumahan Korpri Raya Sukarame Bandar Lampung, Lampung. Dan saya adalah sebagai salah seorang jama'ah yang sempat mengikuti ketiga tampilan yang mereka selenggarakan setiap dua minggu sekali itu.

Bernasib baik saya dapat menghadiri tiga tampilan oleh tiga kelompokyang berbeda sehingga saya dapat mengumpulkan sejumlah catatan secara relatif lengkap, tetapi ini hanya catatan, bukan evaluasi atau semacamnya, karena saya merasa tak memiliki kompetensi yang memenuhi syarat untuk bertindak sebagai pemberi evaluasi. Inihanya sekedar catatan pribadi, semacam buku harian yang saya sematkan di blog milik pribadi, artinya mungkin ini merupakan pendatapat subjektif pribadi saya saja.

Umum.
Karena mereka tampil secara tim, menurut saya maka apa yang akan mereka tampilkan adalah dalam satu tema yang sama sama dipahami batasannya oleh masing masing Tim. Ketika pembawa acara mengambil waktu maka manfaat waktu  itu untuk menjelaskan apa maksudpertemuan, dan target apa yang mereka harapkan. Ketika pembaca tilawah tampil maka bawakanlah ayat ayat yang terkait dengan tema, demikian juga dengan doa maka konten doa harus juga terkait tema. Tetapi ketika tim ini tidak ada yang melakukan itu.

Khusus.
Yang saya maksudkan catanatan khusus adalah khusu dengan konten dakwah yang mereka sampaikan. Jika saya diberikan kebebasan menilai maka saya akan memberikan nilai dengan A,B,C,D dan E. dengan batasan A 100 dan E 60. maka nilai yang mereka dapatkan dalam penilaian sumbjektif saya adalah kelompok 1 dengan nilai C, kelompok 2 dengan E dan kelompok 3 dengan nilai C. Dengan penjelasan sebagai berikut :
Kelompok 1. Nilia C atau 80 pertimbangan
-. Diawal pembicaraan telah dijelaskan apa tema bahasan yang akan disampaikan. Pada saat itu        
   dijelaskan bahwa temanya adalah syukur, tetapi waktu untuk menjelaskan tentang sykur hanya
   sekitar 30% kali waktu yang digunakannya, sisanya bias.


Sabtu, 20 Mei 2017

"PEMISAH" Antara Islam Tuhan Dan Islam Manusia

Fachruddin
Tak sengaja menangkap riak riak ketidak sepahaman di akun FB seorang sahabat yang kebetukan dosen di UIN Rd.Intan Bandar Lampung, yang saya kurang paham juntrungannya, belakangan saya baru ngeh, ternyata di Kampus UIN, tepatnya Fakultas Syari'ah akan mengundang Haidar Bagir sebagai pembicara dan membedah buku hasil karya beliau sendiri.

Saya mafhum bila terjadi perselisihan pendapat tentang seminar ini. Ada beberapa penyebab mengapa terjadi kontoversi, pertama adalah si penulis sudah lama dituduh orang sebagai penyiar faham Syi'ah di Indonesia. Tetapi yang menjadi permasalahan jika menurut saya yang awam ini adalah prihal momentum penyelenggaraan seminar yang kurang tepat.

Ummat islam Indonesia menurut hemat kami yang awam adalah sedang menghadapi masalah besar, kini sedang terjadi saling hujat dan fitnah serta saling lapor dalam momen Pilkada DKI. Yang dihiasi penistaan agama yang dilakukan oleh calon petahana Gubernur DKI dalam Pilkada yang baru usai.

Pristiwa ini nampak akan berlanjut dan berkembang. Ternyata calon petahana dan secara kebetulan juga penista agama ternyata kalah, dan dalam sidang penistaan agama yang bersangkutan divonis dua thaun penjara dan langsung masung penjara. Pristia yang menimbulkan luka bukan antara Islam dan non muslim tetapi internal Islam sendiri ada sikap yang berbeda.

GELAR AHOK "ANAK TUHAN"



Bukan hanya di lingkungan Katholik tetapi juga  Islam muncul kelompok yang memberikan gelar yang sangat dihormati kepada Ahok, Dari kalangan Islam Ahok mendapat pujian Khoirunnas atau manusia terbaik, maka di lingkungan Katholik ada juga kelompk yang menggelarinya sebagai anak Tuhan.  Ada sekolah Katholik yang menyelenggarakan doa karena Ahok sebagai Anak Tuhan kini sedang diganggu iblis.

Ada sekolahKatholik yang susternya memimpin doa bersama para siswa untuk mendoakan kebebasan Ahok dari jerat hukuman penjara, Alasan Suster adalah karena Ahok Anak Tuhan. Bukan hanya itu siswa nampaknya diperintahkan untuk mengajak orang tua masing masing untuk mendoakan kebebasan Ahok, tentu saja ada tanggapan yang beragam dari orang tua mereka, bisa jadi ada yang demi anak lalu meluluskan permentaan itu, lalu mereka membuat doa bersama dirumah bersama keluarga.. Tetapi ternyata ada yang menolak.

Bukan hanya menolak, tetapi juga mereka memprotes dengan cara mengeluarkan surat terbuka sebagai protes kepada Romo dun Suster, agar anak mereka tidak dicekoki dengan dongeng dongeng palsu. sebagai penganut Katholik yang taat dan memiliki pemahaman Theologi Katholik yang sangat memadai. Bahkan mereka juga tahu dari sekian banyak Kitab Injil yang mereka punya belum ada dimuat bahwa Ahok adalah Anak Tuhan. Jadi Ahok anak Tuhan adalah dongeng palsu belaka.

Atas dongeng karangan itu orang tua mengkhawatirkan anak anak mereka akan tersesat pemahaman theologinya. Apalagi secara jujur sebagai orang tua menganggap bahwa Ahok bukanlah orang baik baik, Sejumlah kesalahan yang dicatat oleh penganut Katholik yang taan ibadah itu bahwa Ahok telah melakukan beberapa keslahan patal, mana munkin dia sebagai Anak Tuhan.

Di lingkungan Islam sesungguhnya tidak kalah seru, Ahok selain dikatakan sebagai manusia terbaik, Khoirunnas, Ahok juga mendapatkan gelar santri kehormatan. Betapa ummat Islam merasa teriris hatinya melihat siswa siswa snatri dan santriwati menganti bergiliran mencium tangan Ahok, sebagai sosok pemilik syah mulut kotor yang biasa bicara kototr seebaknya, bahkan menista Tuhan, Semoga Tuhan menyelamatkan anak anak kita dari berbagai kebohongan yang menyesatkan.

Selasa, 16 Mei 2017

AHOKER MARAH DAN BERTERIAK HUUUUUUU ATAS SUARA ADZAN



Spontan para Ahoker yang mayoritas keturunan etnis China di Palembang marah dan berteriak Huuu  .... ketika ada suara adzan dari Masjid Agung pertanda masuk waktu saat sholat Isya, Ahoker merasa terganggu karena kekhusyukan mereka terganggu, mungkin mereka belum tahu bahwa dari masjid itu akan terdengar suara kumandang adzan di saat masuknya waktu Isya, tetapi kemarahan itu berlangsung secara spontan dan teriakan itu kita fahami sebagai protes dan kemarahan.

Barangkali akan lebih bijak manakala Ahoker yang mayoritas keturunan etnis China itu mencari lokasi lain yang jauh dengan masjid, atau laksanakanlah acara bakar seribu lilin dilaksanakan nanti setelah adzan dan sholat Isya usai, itupun kalau di masjid tak ada acara ceramah, kalau ada acara ceramah maka hampir dapat dipastikan ada mengaji al-Quran dan ceramahnya sendiri akan menggunakan pengeras suara.

Ketidak sukaan kaum etnis China mendengar suara adzan memang sudah sering meletup, dan disertai insiden insiden berbagai kualitas, mulai dari keributan biasa, hingga terjadi pengrusakan dan tentu saja dengan kerugian yang tidak sedikit. Memang ada upaya dari pejabat tertentu dan tokoh tertentu untuk melarang atau menertibkan suara adzan, tetapi hingga kini belum diketemukan  kesepakatan yang sama disepakati.

Untuk sementara barangkali yang lebih tepat adalah agar mereka yang menganut agama selain Islam agar menghindari untuk bertempat tinggal di dekat Masjid, demikian juga ketika menyelenggarakan acara jangan pula didekat masjid, karena dari setiap masjid akan berkumandang suara adzan setidaknya lima kali dalam sehari semalam.

Rabu, 10 Mei 2017

DOA UMMAT ISLAM DI AKSI 55/17



Doa Aksi 55/17 yang juga Aminkan di rumah masing nun jauh dari hiruk pikuk Kota Jakarta. Seolah aksi 55/17 merupakan klimax bagi ummat Islam yang telah berulang kali melaksanakan aksi damai seraya meminta kepada para penguasa agar mendapat apresiasi, agar Jaksa dan Hakim mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga ada rasa keadilan di sanubari ummat. Apalagi Jaksa seperti telah mempermainkan ummat Islam, tetapi ummat yakin se yakinnya bahwa rencana Allah adalah sesuatu yang pasti dilaksanakan. Ummat meminta agar Hakim diberikan petunjuk serta kekuatan untuk menegakkan keadilan, tetapi manakala seandainya Hakim memutuskan sesuatu yang serasa seperti kurang adil, ..... maka kami pasrah ya Allah .... kata pemimpin doa, Ust Bachtiar Nasir. Amin kata yang hadir, dan Amin juga kata yang ada di rumah ... nun jauh dari Jakarta.

Kalau seandainya hakim hanya mengikuti tuntutan Jaksa atau mungkin lebih ringan, atau bahkan mungkin dibebaskan. Ummat Islam akan pasrah seraya mengakui mungkin selama ini kurang khusyuk dalam beribadah sehingga mungkin ini adlah sebagai hukuman dari Allah, yang harus diterima dengan segala kepasrahan sepenuhnya kepada Allah, karena yang dihadapi adalah suatu kekuatan yang memang tidah mungkin bisa diatasi oleh ummat Islam.

Doa para ulama pada saat itu adalah bahwa mereka akan lebih khsyuk melaksanakan ibadah. Dan akab berbaik sangka bahwa Allah memiliki rencana yang lain, yang hanya Allah yang mengetahui, dan ummatpun meminta agar tetap mendapat, ridho Allah, taufiq, hidayah.Ummat Islam Indonesia pasrah .... pasrah dan pasrah.