Rabu, 11 September 2013

Kepunahan bahasa Lampung Tinggal menunggu Waktu

Kekhawatiran kita bahwa bahasa Lampung akan punah dalam tempo beberapa dekade yang akan datang tampaknya cukup beralasan. Bukannya tidak mungkin nanti penduduk Lampung ini tidak ada lagi yang bisa berbahasa Lampung. Dan betapa ironisnya bila ini terjadi; Lampung hanya tinggal sebuah nama; tidak lagi tercermin dari bahasanya. Sedangkan adat istiadat Lampung, yang merupakan sisi lain dari budaya Lampung, selain bahasa Lampung, sudah pula duluan punah dan hanya tinggal kenangan.
Hal ini mungkin terjadi karena tanda-tanda ke arah kepunahan itu sudah tampak. Belakangan jumlah penutur bahasa Lampung semakin sedikit. Di mana-mana, di kota-kota dan di desa-desa di provinsi ini, orang sudah beralih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kabupaten Lampung Barat yang penduduknya paling banyak menggunakan bahasa Lampung pun kini mulai beralih pula menggunakan bahasa Indonesia.

Revitalisasi Bahasa Lampung

 KRISTIAN ADIPUTRA
Mahasiswa Pascasarjana English Language and Linguistics Program, the University of Arizona, Amerika Serikat.

Argumentasi tentang kepunahan Bahasa Lampung dimulai tahun 1994 oleh Asim Gunarwan, Guru Besar Linguistik dari Universitas Indonesia. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran pilihan penggunaan bahasa dalam keluarga bersuku Lampung yang tinggal di Bandar Lampung. Dari anggota keluarga dalam rentang usia di atas 41 tahun, ditemukan bahawa Bahasa Lampung masih digunakan secara konsisten. Tetapi, ketika melihat rentang usia 21-40 tahun, terlihat bahwa penggunaan Bahasa Lampung dan Bahasa Indonesia berimbang di tingkat rumah. Sementara pada rentang usia di bawah 20 tahun, Bahasa Indonesia tampak lebih mendominasi. Dengan hasil temuan ini, maka Asim Gunarwan memprediksi bahwa dalam 75-100 tahun semenjak penelitiannya dilakukan, Bahasa Lampung terancam punah.

Selasa, 27 Agustus 2013

Pengukuhan Mahapatih di Keraton Surakarta Ricuh


Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali berkecamuk. Menjelang pengukuhan Mahapatih Tedjowulan terjadi kegaduhan di lokasi pengukuhan. Padahal, Raja Kembar (Dwi Tunggal) Paku Buwono XIII Hangabehi dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan telah rujuk.

Peristiwa ini bermula ketika adik Raja Solo Gusti Moeng dan anak sang raja yakni GKR Timur mendobrak paksa pintu masuk Sasana Narendra Keranton tempat diselenggarakan hallal bihalal dan pengukuhan Mahapatih Tedjowulan.

Kemudian Gusti Moeng masuk dan mengusir kubu Tedjowulan yang akan melaksanakan pengukuhan. Semua tamu diusir keluar dari ruangan. Suasana semakin memanas, mereka pun bersitegang.

Juru Bicara Keraton Dwi Tunggal Kanjeng Raden Harya (KRH) Bambang Pradotonagoro mengakui ada sejumlah orang yang berada di Sasana Mulya untuk menggagalkan acara tersebut.

Orang - orang tersebut menurutnya berasal dari kubu yang tak setuju adanya perdamaian dua raja. "Karena ada pengusiran pengukuhan jadi gagal dilaksanakan," ujar KRH Bambang Pradotonagoro, seperti dilansir Sindonews, Senin (26/8).

Hingga siang ini konflik itu masih memanas dan belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. (ags)

Minggu, 25 Agustus 2013

My First Boyfriend

by : RAHMA PRATIWI


When I was Junior High School, I knew him. Even if we didn’t ever meet, we were always sent a message each other with SMS (Short Message Service). He was a good boy, cared to me and funny. After a week, he asked me to be his girlfriend. At the moment, I didn’t want, because I didn’t love him. After some days, he asked me again but I rejected him. Then, he said that he would to go if I didn’t accept him. Finally, I forced to accept him to be my boyfriend, my first boyfriend, because I didn’t want he went, not cause I loved him.
Then, I told my friends that he was my boyfriend. All of my friends didn’t agree because they thought that he was bad and not suitable for me. They ordered me to stopped love him and broken off our relationship. I was confused. When I came back to home, I can’t broken off with him because I was aware that I was very love him. Finally, I passed this relationship without blessing of my friends.